KUTIP IDEA EKSTRA
MEDITASI MEDITASI
1. RACUT :Menggeser dimensi kesadaran diri dari tubuh fisik ke tubuh subtil ( sukma eteris ).PROYEKSI ASTRAL SCOTT ROGOGnosis Buddhisme : Kesadaran bersifat universal ( x individual ) sehingga dapat saja melakukan pemindahan kesadaran diri ke suatu obyek/suyet & proyeksikan kesadaran diri ke suatu tempat/waktu.: kesedian melibatkan diri ® atasi kecemasan alamiah (avidya sosial awam : mati,gila,terasingkan) ® baca literatur pemandu ® penunjang program =- diet vegetaris ( Keller ),dllProyeksi eteris =pelatihan awal :® pernafasan Yoga :: standar pranayama ® penguatan badan & supplier energi kesadaran untuk PLB: berdiri ® pernafasan diafragma sempurna: berjinjit ® pernafasan segitiga dalam tiga gerakan ( - jinjit - ): bersila ® penahanan pernafasan ( penyebaran prana ke tubuh ): telentang ® pernafasan kebatinan ( + visualisasi osmosis prana pada tubuh ): (+) pernafasan silang : lubang hidung kanan/kiri bergantian Pelaksanaan :(1) ® Relaksasi ( Haraday ) =POP ( pengenduran otot progresi ) untuk mengurangi ketegangan fisik dan kecemasan batinpengenduran fisik : telentang ( miring kanan x kiri ) > duduk ( hipnose otomatis x insrtuktif protokoler )® tegang dan kendurkan kelompok otot tubuh secara bertahap ( pernafasan berirama , interval waktu , rasakan kenyaman pelepasan ketegangan )pengenduran mental : pasifkan fikiran®1.1. detak jantung ( Muldon ):: fokuskan perhatian pada jantung ( rasakan denyut jantung ®kehendak kuat agar denyut jantung menjadi teratur kecepatan ® turunkan denyut jantung secara bertahap capai kondisi alpha untuk PLB )®1.2. intensitas getaran ( Monroe ):: setelah relaksasi® telentang ® masuki keadaan hipnagogik(batas tidur – terjaga ) Kondisi A = terjaga (=pertahankan satu obyek kesadaran tunggal sebagai indikasi )Kondisi B = keadaan hipnagogik ( obyek telah beralih pada obyek lain ® sati pasifKondisi C = Keadaan mendalam ( tiada kesadran fisik & kontak indrawi )Kondisi D = getaran ( = rasakan dan kuasai secara pasif dengan tetap relax mengamati )=> intensifkan dan tingkatkan getaran: visualisasi PLB secara bertahap®1.3. tersebar ? : Visualisasi :Kubus Necker + Kembangkan keahlian imajinasi kreatif penciptaan image mental & pertahankan visualisasi fikiran sadar dalam mengkondisikan batin bawah sadar eteris untuk PLB: Brent = visualisasi terkontrol ~ skenario tahapan ( hypnotism sugestible ): Muldoon = bayangan cermin eteris diri: Lancelin = pengarahan tujuan lokasi tertentu: Hermetics = visualisasi fikiran kuat akan mewujud dalam dimensi fisik secara nyata ( minimal akan berpengaruh pada kondisi si pelakunya ) ® terkaan batin bebas pada sesuatu di balik tabir konsentrasikan pada satu titik ½ meter di atas kepala dimana terdapat tali yang menarik tubuh eteris ke luar tubuh fisik melalui kepala ;®1.4 . tertidur ? ; Kontrol Mimpi Jelas :: reseptif dan apresiate terhadap pesan mimpi dan memanfaatkan mimpi /tidur sebagai media kontrol keadaan hipnagogik ( Program mimpi terbang untuk keluar tubuh / PLB ).Pertahankan kesadaran diri hiongga tidur dan bermimpi ® kesadaran dan pengamatan mimpi kemudian Fokuskan pada program mimpi jelas untuk maksud PLB ( kehendak pasif > aktif ) Proyeksi Mental =1. pengeluaran tubuh eteris :® proyeksi kehendak dinamis ( Lancelin ) =Kemauan sadar yang sangat kuat mensugesti batin bawah sadar menyebabkan PLB secara spontan.: fokuskan fikiran/kesadaran pada seluruh tubuh ® Rasakan ( > khayalkan ) keberadaan tubuh astral.: fokuskan segenap energi pada kening/pusar ® Kehendak kuat (> inginkan ) agar tubuh astral keluar dari tubuh fisik .( : Rasakan keberadaan tubuh astral di luar badan fisik ) 2. pengamatan zarah eteris :: Green = pengembangan proyeksi kesadaran eteris ke luar tubuh fisik ( Swain ® PLB dalam keadaaan tetap terjaga secara bertahap : pengamatan jarak jauh x perkiraan ; ) 3. pemunculan zarah eteris :( bilokasi )
BUDDHAPerintis :Siddharta ‘Buddha’ GautamaPEMAHAMAN KESADARAN =Prinsip Ehipassiko = Saddha > Iman [ kepercayaan karena pembuktian] :pariyati(pelajari)®patipati(praktek)®pativeda(realisasi)KAIDAH BUDDHISME =~ Kesadaran akan hukum paticca samupada ® kontak bijak ( Let It Be )Mental noting : Satipatthana( berkesadaran penuh : Sati Sampajjana )Zazen Batin : Eka Bhisamaya ( samahito + parisudha ® kamaniya)~ Kesadaran akan Catur Ariya Satyani ® Jalan Spiritual =(1) Sila : Kemurnian Sila dan kebajikan berprilaku(2) Samadhi : ketekunan meditasi dan(3) Panna : kebijaksanaan paramatha sacca ( kebenaran mutlak )SAMATHA BHAVANA® : 40 obyek meditasi ~ carita ( perwatakan) dan fungsi (penggunaan)Rupa-Jhana = kegairahan sensasi(1)Jhana1=vitakha,vicara,piti,sukha,ekagat((2) Jhana 2 = piti,sukha,ekagata(3) Jhana 3 = sukha,ekagata(4) Jhana 4 = ekagata® Abhinna : Iddhi kesaktian ( dengan obyek : kasina) ,Arupa-Jhana = keheningan nuansa(1) Arupa Jhana 1 = pengheningan keadaan ruang tanpa batas(2) Arupa Jhana 2 = pengheningan keadaan kesadaran tanpa batas(3) Arupa Jhana 3 = pengheningan keadaan kosong ( sang habis )(4) Arupa Jhana 4 = pengheningan keadaan tanpa pencerapan® santa vihara : penghidupan yang penuh kebahagiaanKEAHLIAN = JHANA-VASIVIPASSANA BHAVANA® : 4 objek meditasi ~ carita (perwatakan)KESIAPAN =( 1 ) Sila visuddhi : Kesucian sila( 2 ) Citta visuddhi : Kesucian fikiran ( minim : Jhana 1 )PROSES =( 3 ) ditthi visuddhi : Kesucian pandangan ( pembedaan : nama – rupa)( 4 ) kankhavitarano visuddhi : Kesucian keraguan ( hubungan kausalitas)( 5 ) magga amagga : tilakkhana universal & 10 kilesa( 6 ) patipadana : sankharupekkha keseimbangan batin terhadap obyek ®anuloma ( penyesuaian jalan tengah x ekstrim)PENCERAHAN =(7)Patipada:Pencerahan-lokuttara(Gotrabu ®Magga®Phala:sotapana,sakadagami,anagami,arahat ) ® pacchavekha peninjauan kembali.
RADHA – SOAMISatguru : Swami Ji ; Baba Jaimal – Sawan Singh – Sardar Bahadur – Charam Singh ; GurinderKaidah Sant Mat :- Moralitas untuk harmonisasi nurani yang menenangkan jiwa.- Diet Vegetaris untuk menunjang kelancaran bermeditasi.- Gurbhakti untuk ‘total surrender’ ,Seva ( pelayanan) dan pemurnian ego.- Nambhakti untuk media konsentrasi dan ‘visa’ meditatifProses Meditasi =Simran ( Dzikir 5 nama suci penguasa 5 wilayah rohani ) pada tisratil sambil Dhyan ( kontemplasi wujud astral Satguru ) ® : Bhajan < menyimak Shabda >Vs mekanisme anti-kundalini fikiran ( ke bawah & ke luar ® ke dalam& ke atas ) ® pada tataran : Pinda / material creation/ melalui 6 chakra bawah (1) pusat akar ®muladhara chakra : Kilyang( 2 ) pusat seks ®indri chakra : Onkar( 3) pusat pusar ®nabhi chakra : Hiryang(4) pusat jantung ®hrida chakra : Sohang(5)pusat tenggorokan ®kanth chakra : Shiriyang(6)pusat dua mata ®Dodal Kanwal = pineal® : Level : Yogi PuranMenjelajahi Wilayah RohaniahPada tisratil : terdengar suara binda/jhinga (gemuruh/sepur) & tampak wujud guntur,( 1 ) Sahansdal Kanwal : Niranjan desh ® bell & cronchNama sufisme : Maqam I AllahTerdengar 10 suara : lautan,guntur,Tampak juga : langit,matahari,bintang~ Chidakash : surga/neraka~ sahansdal kanwal : Jyoti Niranjan~ kolam Tirbeni3 bagian :~ jhongran dep~ shyan~ sett sunn® Level : Sikh ( Siswa Sejati )( 2 ) Trikuti Murakashi : Brahm loka ® sound of OnkarNama sufisme : Maqam I Allah Hu ( Wilayah asal : fikiran )Terdengar suara : Onkar dalam gunturTampak wujud : sunnya , gunung (Mer,Sumer,Kailash)® Level : Yogishwar( 3 ) Daswan Dwar : Par Brahm ® King Ri (Spiritual lute)Nama sufisme : Alam I LahutTerdengar suara : Onkar dalam gunturTampak wujud : sunnya , gunung (Mer,Sumer,Kailash)( 4 ) Banwar Gupha : Sohang ® Bansri ( flute )Nama sufisme : Alam I HahutTerdengar suara : KingriTampak wujud : sunnya , gunung (Mer,Sumer,Kailash)( 5 ) Satta Loka : Sat Purush ® Bin ( big pipe ) Nama sufisme : Maqam I Haqq ( Rumah Sejati : Jiwa )Terdengar suara : Bin ( Big Pipe)Tampak wujud : Sach Kkand ( Sat Nam ) di Alakh Lok ® Agam Lokh ® Anami Lokh ® Level : Param Sant ® Satguru
OSHOPANDANGAN =Evolusi tansadar bersifat kolektif , sedangkan evolusi sadar bersifat individual.: Hiduplah secara Total = hidup religius meditatif dalam Tao = kenyamanan dari ketegangan )MEDITASI CHAOTIC =Dalam bermeditasi diperlukan kemurnian fikir , kealamian tubuh1. Chaotic breathing : 10 ‘ ® kacaukan sistem masif neurotik diri untuk membebaskan emosi yang tertekan/mengendap:penafasan dalam & cepat ( tubuh kelimpahan oksigen ® alive/vitale : alamiah hewani ) = fisik terasa tidak lagi terasa sebagai materi tetapi seperti sistem energi yang meluap.2. Catharsis : 10 ‘ ®theraphy pelepasan seluruh limbah emosi yang tertekan /mengendap secara bebas .:pembersihan : menjerit,menangis ; tertawa,melompat ; menari , dll ( terserah ) = tubuh fisik terasa ringan alamiah dan batin fikiran murni dari segala limbah mental.3. Sound : HOO : 10 ‘ ® menghantam sentra sex / chakra vitale agar kemudian terjadi proses kundalini energi. : teriakan- teriakan HOO sekeras mungkin terarah ke sentra sex untuk menaikkan energi. = terjadi proses aliran energi kundalini di dalam dan menuju ke atas.(exhausted)4. Jump : Meditasi : ® memasuki alam meditasi dengan seluruh totalitas kesadaran diri tanpa konflik ( wuwei ) : menjadi pengamat yang mantap (sakshin upeksha) atas apapun juga yang dihadapi. = secara bertahap terjadi pertumbuhan spiritualitas melalui pengalaman batiniah langsung.TRANSENDENSI 7 TUBUH == consciousness ( kesadaran ) ®witnessing (pengamatan)®awareness(kemurnian)®enlightmentDesireless = just the absence of desiring x the opposite ( passive x active )meditasi bersifat passive ( total surrender)® x kehilangan awarenessmanusia memiliki 7 dimensi paralel keberadaan yang saling terpadu dan berkait.jika bermeditasi mulailah dari tubuh pertama paling luar ( jangan fikirkan ‘pengetahuan tingkat tinggi’ agar tidak mengganggu kelancaran dan kesejatian transformasi diri )atasi ketegangan yang timbul karena adanya ketidak-nyamanan dalam transformasi(kesenjangan antara kenyataan dan keinginan).® ® Pintu dimensi kesadaran pada setiap tubuh berikutnya akan terbuka otomatis jika tiada ketegangan didalam badan tersebut ( kenyamanan holistik)Jadilah : sakshin upeksha ( kesadaran pengamat yang indifferent ® equilibirium ; tanpa konflik karena membedakan kutub polaritas yang ada sehingga tidak terjadi perpecahan diri ) = mentransendensi polaritas ( kenyamanan batin dari ketegangan alamiah eksistensial dengan tidak perlu melekat/menolak polaritas yang ada ) metode = melekat ®melepas ( langkah permulaan akan menjadi rintangan perkembangan lebih lanjut jika terlalu dilekati ) (*) HORIZONTAL (MASIH INSANIAH ) = DARI LUAR KE DALAM =1. FISIKterbatasi ruang dan waktuPRAMEDITASI =rasakanlah keberadaan fisik dari dalam (tidak sekedar dari luar ) : kayanupasana.MEDITASI =polaritas : breathing ( incoming x outcoming )vision : khayalan mimpi fisiologistransend : sadari setiap saat rasa dari dalam [ holistik ]penyesuaian : hidup dalam kekinian ; ketika bertindak disadari ( actor ~ action ) ; seks ®ekspresi positif cinta kasih ( x pelepasan ketegangan)2. ETERIKtransparan & antigravitasi ( sukma 13 hari pasca kematian ); terbatasi waktu tetapi ruang tidakPRAMEDITASI =sadarilah keberadaan dan pergerakan dari dalam (tidak sekedar dari luar ) : sati kayanupasana.MEDITASI =polaritas : influence ( attractive /love/well-being x repulsive/hatred/diseased )vision?mantra,parfum(jakfaron/misik;hio/dupa,dll) , warna (biru eterik ,dll)vision : tetap sadar terjaga dengan sarana mantra ( ®tidak efek hipnotis/tertidur )transend : sukma plb ,sugestible hipnotik & zarah kundalini ( kenali vitalitas mekanisme nya dari dalam )penyesuaian : cinta kasih murni (sikap fikiran dalam diri terhadap seluruh kosmik bukan sekedar hubungan antar personal X pemenuhan hasrat nafsu sex/ego ) dengan tanpa harapan/tuntutan3. ASTRALtidak terbatasi ruang dan waktu lampauPRAMEDITASI =sadarilah keberadaan dan pergerakan dari dalam (tidak sekedar dari luar ) : sati kayanupasana.MEDITASI =polaritas:magnetisme(powerful/confident/bravery – powerless/inconfident/coward )vision : jangan pastikan dulu prakonsepsi keabadian diri ( realisasi : truth pativedha >proyeksi : faith anubodha )transend : ungkapkan keberadaaan di dalamnya ( totalitas kehendak )penyesuaian : gudang timbunan pengharapan /hasrat keinginan yang begitu menimbulkan ketegangan ( kewaspadaaan meditator ? )® terima saja hasrat tersebut sebagaimana adanya (akan timbul ketenangan // berhasrat tanhasrat ? neurotis )4. MENTALrumah terakhir fikiran ( tidak terbatasi ruang dan waktu lampau dan mendatang )PRAMEDITASI =sadarilah keberadaan dan pergerakan dari dalam (tidak sekedar dari luar ) : sati kayanupasana.MEDITASI =polaritas : thought ( incoming – outcoming )vision : waspadai proyeksi ciptaan mental ® jangan harapkan/identifikasikan apapuntransend : lampaui seluruh proses mental ( awas ! schizoprenia : fikiran tidak dalam keadaan harmoni – secara simultan bekerja terpecah ke 2 arah yang berlawanan : berdiri di luar & melihat ke dalam/ ke atas ® Mulailah dari lapisan terluar setinggi apapun ‘ pengetahuan ‘ anda )penyesuaian :konflik pemikiran yang saling posesif menguasai keseluruhan ®kekalutansadari saja fikiran hanyalah klise proyeksi timbunan ingatan fisik dan terimalah kealamiahan hal tersebut tanpa persetujuan/penyangkalan yang memang tidak perlu ® jangan identifikasikan diri dengan fikiran/buah fikiran tertentu (bebaskan badan mental dari kekacauan)(*) VERTIKAL (MULAI ILAHIAH ) = DARI BAWAH KE ATAS =ke Chakra ajna ( Tuhan ) ; sirshasan ®arus energi berubah ( ketidak-nyamanan fikiran yang terbiasa antikundalini )5. SPIRITUALkeabadian yang tidak terbatasi ruang dan waktuPRAMEDITASI =sadari kematian dan kehidupan hanyalah fenomena luar bukan realitas inherent pada keabadian diri.MEDITASI =polaritas : Life itself = Prana ( life – dead )vision : tiada dualitas ( cermin perbedaan tanpa kelainan ) ® refleksi bayangan dari ralitas saja.dalam kesendirian total bebas dari segala bentuk mentalitas ® jangan identifikasikan diri sebagai apa/siapapun jugatransend : kesadaran monad (atom tanpa jendela-Leibniz) / kesadaran Egopenyesuaian : atasi kebodohan diri dengan Atma Gyana ( pengenalan diri ; Dengan tidak mengenal dirinya tiada guna orang mengenal apapun ?) ® Mengetahui ( secara langsung : pasti ) X pengetahuan ( pengertian pinjaman : sangsi )6. KOSMIKkosmikPRAMEDITASI =ego drop ® no ego ( become one with all )MEDITASI =polaritas universal : kosmik ( srishti /creation – pralaya/destruction )Realitas ‘diri’ : Avatar Vishnu untuk siapa Brahma menciptakan dan shiva menghancurkan.vision : realitas otentik tanpa cermin ( fikiran universal Brahman ) ® samadhi sabeej ( + benih )transend :4- 5 : ego®non egokoan Zen ‘ansa dalam botol’ (gerbang tanpa gerbang ) ® jangan identifikasikan diri sebagai kristalisasi ego ; sadari saja (tanpa metode; karena setiap metode memperkuat ego ) / x satoripenyesuaian : individualitas dalam universalitas kosmik ® berhentilah menjadi individu pribadi (Kita adalah samudra keESAan /oceanic feeling/ x kristalisasi individualitas keakuan = keberadaan sebagai insan kosmik ) Tuhan = (tan)individualitas keberadaan kosmik7. NIRVANAsunnaPRAMEDITASI =Hakekat diri : ketiadaan ( negativisme Buddha ) karena keberadaan adalah Brahman ( Shankara)vision : pusat keberadaan murni ( tanpa positif/negatif ) ® samadhi nirbeej ( x benih )MEDITASI =polaritas universal : Truth ( being – not being )transend : melompat dalam keheningan ( pencerahan sejati ! sudah ada sebelum adanya ciptaan ,masih ada walau setelah pralaya ®saya tidak tahu (Buddha); karena tidak ada simbolisasi tepatnya)penyesuaian : tegangan antara keberadaan – ketanberadaan ( untuk fahami keseluruhan : jadikanlah kehampaan sebagai satu-satunya keseluruhan )® hilangnya keberadaan ke dalam tankeberadaan [ Brahman : keberadaan + ketanberadaan = keseluruhan > Tuhan : keberadaan ]® = Setelah itu ? ADWAIT ( Oneness )
BARDO =Bardo thos grol chen mo :Buku panduan untuk mencapai kebebasan abadi lewat pemahaman tentang kematianThe Tibetan Book of the Dead : Padma Sambhava ( abad VIII ) ® Karma Lingpa abad ( XIV )Mahavira : pencerahan masih mungkin terjadi hingga pada saat kematianTibetan : ‘ menghadapi kematian adalah suatu keahlian untuk disiagakan dan dibiasakan ’Persiapan :latihan meditasi racut ( PLB ) pada saat hidup ® meditasi bardo untuk saat ajal.® Hadapi dan jalani kematian dengan penuh kesadaran & kasih ( + : munajat Robbani )Proses :Usahakan pencerahan dengan menyatu pada cahaya kesadaran murni Ilahiah Semesta.1. Chikkhai Bardo : ( saat kematian )= Astrallangsung bermeditasi : simak ikuti cahaya murni kebenaran yang bersih dan jernih .gagal ? cahaya dengan sosok figur mistisi (Satguru,Buddha ,Nabi,dll).gagal ? jatuh ke Chonyid Bardo2. Chonyid Bardo : (alam kausalitas ) = Ethericsadari akan kematian diri dan perjalanan arwahmu ( awas ! ilusi proyeksi fikiran )hari 1 : perhatikan cahaya biru kesadaran murni diri x cahaya putih ketidak-tahuan karmikhari 2 : perhatikan cahaya putih bersih kebijakan sejati x cahaya kelabu kebodohan samsarahari 3 : perhatikan cahaya kuning bersih keseimbangan diri x cahaya biru kotor kesombonganhari 4 : perhatikan cahaya merah bersih kasih x cahaya merah kotor keterikatanhari 5 : perhatikan cahaya hijau cerah kesempurnaan abadi x cahaya hijau kotor kepicikanhari 6 : perhatikan cahaya 4 warna cerah pencerahan x cahaya 4 warna buram keresahanhari 7 – 13: Awas dualitas fikiran ( cahaya kotor : coklat , putih,kuning,merah,hijau,aneka warna )hari 14 : hari terakhir ( Atasi rasa bersalah/ketakutan/keraguan yang muncul karena fikiran yang terkondisi karma )gagal ? jatuh ke Sidpa Bardo3. Sidpa Bardo :( alam kelahiran kembali )= EthericPertahankan kesadaran dari godaan rebirth( semuas hanya ilusi fikiran belaka )walau sudah semakin sulit teruslah bermeditasilah kembali agar tetap mampu menyatu dengan cahaya murni kebenaran Ilahiah. ( Kenang ajaran Satguru )® vs wujud/suara mencekam refleksi penyesalan atas kesalahan masa hidup.® vs ilusi pengadilan / surga – nerakaBerada di alam Sidpa Bardo ,emosi batin begitu intens terasakan ® lampaui ilusi fikiran yang membuatmu terjebak dalam penderitaan yang sesungguhnya tidak perlu itu.( terus meditasi)® masuki samsara ? perhatikan cahaya yang paling cerah dari keIlahian yang Maha Penyayang dan masuki meditasi ( putih cerah – alam dewa; kuning cerah – keluarga saleh ) X perhatikan cahaya buram (putih–dewa/malaikat;hijau-kuasa sakti;kuning-intelektual;biru-hewani; merah-arwah gentayangan ;abu2/hitam – alam terrendah)® kelahiran kembali ( jika bayangan sudah terlihat kala bercermin/berjalan berarti sudah gagal di alam sidpa bardo ).Berdo”a dan tetap tenang ; jangan tergoda ilusi sex ® pilih rahim yang sesuai( menunjang evolusi spiritualitas diri pada kehidupan mendatang ) :Simbol Vision : tempat ibadah ( keluarga saleh/alam dewa)/ bangunan megah ( prospek peningkatan kesadaran). X : gua/lubang besar berkabut tebal ( hewani )/ gurun luas/rimba gelap ( kehidupan tanpa arti)/ hutan berapi (magis)/ danau & angsa ( kaya tetapi tidak spiritual),dlsb
MEDITASI
MEDITASI
1. RACUT :
Menggeser dimensi kesadaran diri dari tubuh fisik ke tubuh subtil ( sukma eteris ).
PROYEKSI ASTRAL SCOTT ROGO
Gnosis Buddhisme : Kesadaran bersifat universal ( x individual ) sehingga dapat saja melakukan pemindahan kesadaran diri ke suatu obyek/suyet & proyeksikan kesadaran diri ke suatu tempat/waktu.
: kesedian melibatkan diri ® atasi kecemasan alamiah (avidya sosial awam : mati,gila,terasingkan) ® baca literatur pemandu ® penunjang program =- diet vegetaris ( Keller ),dll
Proyeksi eteris =
pelatihan awal :
® pernafasan Yoga :
: standar pranayama ® penguatan badan & supplier energi kesadaran untuk PLB
: berdiri ® pernafasan diafragma sempurna
: berjinjit ® pernafasan segitiga dalam tiga gerakan ( - jinjit - )
: bersila ® penahanan pernafasan ( penyebaran prana ke tubuh )
: telentang ® pernafasan kebatinan ( + visualisasi osmosis prana pada tubuh )
: (+) pernafasan silang : lubang hidung kanan/kiri bergantian
Pelaksanaan :
(1) ® Relaksasi ( Haraday ) =
POP ( pengenduran otot progresi ) untuk mengurangi ketegangan fisik dan kecemasan batin
pengenduran fisik : telentang ( miring kanan x kiri ) > duduk ( hipnose otomatis x insrtuktif protokoler )® tegang dan kendurkan kelompok otot tubuh secara bertahap ( pernafasan berirama , interval waktu , rasakan kenyaman pelepasan ketegangan )
pengenduran mental : pasifkan fikiran
®1.1. detak jantung ( Muldon ):
: fokuskan perhatian pada jantung ( rasakan denyut jantung ®kehendak kuat agar denyut jantung menjadi teratur kecepatan ® turunkan denyut jantung secara bertahap capai kondisi alpha untuk PLB )
®1.2. intensitas getaran ( Monroe ):
: setelah relaksasi® telentang ® masuki keadaan hipnagogik(batas tidur – terjaga )
Kondisi A = terjaga (=pertahankan satu obyek kesadaran tunggal sebagai indikasi )
Kondisi B = keadaan hipnagogik ( obyek telah beralih pada obyek lain ® sati pasif
Kondisi C = Keadaan mendalam ( tiada kesadran fisik & kontak indrawi )
Kondisi D = getaran ( = rasakan dan kuasai secara pasif dengan tetap relax mengamati )
=> intensifkan dan tingkatkan getaran
: visualisasi PLB secara bertahap
®1.3. tersebar ? : Visualisasi :
Kubus Necker + Kembangkan keahlian imajinasi kreatif penciptaan image mental & pertahankan visualisasi fikiran sadar dalam mengkondisikan batin bawah sadar eteris untuk PLB
: Brent = visualisasi terkontrol ~ skenario tahapan ( hypnotism sugestible )
: Muldoon = bayangan cermin eteris diri
: Lancelin = pengarahan tujuan lokasi tertentu
: Hermetics = visualisasi fikiran kuat akan mewujud dalam dimensi fisik secara nyata ( minimal akan berpengaruh pada kondisi si pelakunya ) ® terkaan batin bebas pada sesuatu di balik tabir
konsentrasikan pada satu titik ½ meter di atas kepala dimana terdapat tali yang menarik tubuh eteris ke luar tubuh fisik melalui kepala ;
®1.4 . tertidur ? ; Kontrol Mimpi Jelas :
: reseptif dan apresiate terhadap pesan mimpi dan memanfaatkan mimpi /tidur sebagai media kontrol keadaan hipnagogik ( Program mimpi terbang untuk keluar tubuh / PLB ).
Pertahankan kesadaran diri hiongga tidur dan bermimpi ® kesadaran dan pengamatan mimpi kemudian Fokuskan pada program mimpi jelas untuk maksud PLB ( kehendak pasif > aktif )
Proyeksi Mental =
1. pengeluaran tubuh eteris :
® proyeksi kehendak dinamis ( Lancelin ) =
Kemauan sadar yang sangat kuat mensugesti batin bawah sadar menyebabkan PLB secara spontan.
: fokuskan fikiran/kesadaran pada seluruh tubuh ® Rasakan ( > khayalkan ) keberadaan tubuh astral.
: fokuskan segenap energi pada kening/pusar ® Kehendak kuat (> inginkan ) agar tubuh astral keluar dari tubuh fisik .( : Rasakan keberadaan tubuh astral di luar badan fisik )
2. pengamatan zarah eteris :
: Green = pengembangan proyeksi kesadaran eteris ke luar tubuh fisik ( Swain ® PLB dalam keadaaan tetap terjaga secara bertahap : pengamatan jarak jauh x perkiraan ; )
3. pemunculan zarah eteris :( bilokasi )
BUDDHA
Perintis :Siddharta ‘Buddha’ Gautama
PEMAHAMAN KESADARAN =
Prinsip Ehipassiko = Saddha > Iman [ kepercayaan karena pembuktian]
:pariyati(pelajari)®patipati(praktek)®pativeda(realisasi)
KAIDAH BUDDHISME =
~ Kesadaran akan hukum paticca samupada ® kontak bijak ( Let It Be )
Mental noting : Satipatthana
( berkesadaran penuh : Sati Sampajjana )
Zazen Batin : Eka Bhisamaya ( samahito + parisudha ® kamaniya)
~ Kesadaran akan Catur Ariya Satyani ® Jalan Spiritual =
(1) Sila : Kemurnian Sila dan kebajikan berprilaku
(2) Samadhi : ketekunan meditasi dan
(3) Panna : kebijaksanaan paramatha sacca ( kebenaran mutlak )
SAMATHA BHAVANA
® : 40 obyek meditasi ~ carita ( perwatakan) dan fungsi (penggunaan)
Rupa-Jhana = kegairahan sensasi
(1)Jhana1=vitakha,vicara,piti,sukha,ekagat
((2) Jhana 2 = piti,sukha,ekagata
(3) Jhana 3 = sukha,ekagata
(4) Jhana 4 = ekagata
® Abhinna : Iddhi kesaktian ( dengan obyek : kasina) ,
Arupa-Jhana = keheningan nuansa
(1) Arupa Jhana 1 = pengheningan keadaan ruang tanpa batas
(2) Arupa Jhana 2 = pengheningan keadaan kesadaran tanpa batas
(3) Arupa Jhana 3 = pengheningan keadaan kosong ( sang habis )
(4) Arupa Jhana 4 = pengheningan keadaan tanpa pencerapan
® santa vihara : penghidupan yang penuh kebahagiaan
KEAHLIAN = JHANA-VASI
VIPASSANA BHAVANA
® : 4 objek meditasi ~ carita (perwatakan)
KESIAPAN =
( 1 ) Sila visuddhi : Kesucian sila
( 2 ) Citta visuddhi : Kesucian fikiran ( minim : Jhana 1 )
PROSES =
( 3 ) ditthi visuddhi : Kesucian pandangan ( pembedaan : nama – rupa)
( 4 ) kankhavitarano visuddhi : Kesucian keraguan ( hubungan kausalitas)
( 5 ) magga amagga : tilakkhana universal & 10 kilesa
( 6 ) patipadana : sankharupekkha keseimbangan batin terhadap obyek ®anuloma ( penyesuaian jalan tengah x ekstrim)
PENCERAHAN =
(7)Patipada:Pencerahan-lokuttara(Gotrabu ®Magga®Phala:sotapana,sakadagami,anagami,arahat ) ® pacchavekha peninjauan kembali.
RADHA – SOAMI
Satguru : Swami Ji ; Baba Jaimal – Sawan Singh – Sardar Bahadur – Charam Singh ; Gurinder
Kaidah Sant Mat :
- Moralitas untuk harmonisasi nurani yang menenangkan jiwa.
- Diet Vegetaris untuk menunjang kelancaran bermeditasi.
- Gurbhakti untuk ‘total surrender’ ,Seva ( pelayanan) dan pemurnian ego.
- Nambhakti untuk media konsentrasi dan ‘visa’ meditatif
Proses Meditasi =
Simran ( Dzikir 5 nama suci penguasa 5 wilayah rohani ) pada tisratil sambil Dhyan ( kontemplasi wujud astral Satguru ) ® : Bhajan < menyimak Shabda >
Vs mekanisme anti-kundalini fikiran ( ke bawah & ke luar ® ke dalam& ke atas ) ® pada tataran : Pinda / material creation/ melalui 6 chakra bawah
(1) pusat akar ®muladhara chakra : Kilyang
( 2 ) pusat seks ®indri chakra : Onkar
( 3) pusat pusar ®nabhi chakra : Hiryang
(4) pusat jantung ®hrida chakra : Sohang
(5)pusat tenggorokan ®kanth chakra : Shiriyang
(6)pusat dua mata ®Dodal Kanwal = pineal
® : Level : Yogi Puran
Menjelajahi Wilayah Rohaniah
Pada tisratil : terdengar suara binda/jhinga (gemuruh/sepur) & tampak wujud guntur,
( 1 ) Sahansdal Kanwal : Niranjan desh ® bell & cronch
Nama sufisme : Maqam I Allah
Terdengar 10 suara : lautan,guntur,
Tampak juga : langit,matahari,bintang
~ Chidakash : surga/neraka
~ sahansdal kanwal : Jyoti Niranjan
~ kolam Tirbeni
3 bagian :
~ jhongran dep
~ shyan
~ sett sunn
® Level : Sikh ( Siswa Sejati )
( 2 ) Trikuti Murakashi : Brahm loka ® sound of Onkar
Nama sufisme : Maqam I Allah Hu ( Wilayah asal : fikiran )
Terdengar suara : Onkar dalam guntur
Tampak wujud : sunnya , gunung (Mer,Sumer,Kailash)
® Level : Yogishwar
( 3 ) Daswan Dwar : Par Brahm ® King Ri (Spiritual lute)
Nama sufisme : Alam I Lahut
Terdengar suara : Onkar dalam guntur
Tampak wujud : sunnya , gunung (Mer,Sumer,Kailash)
( 4 ) Banwar Gupha : Sohang ® Bansri ( flute )
Nama sufisme : Alam I Hahut
Terdengar suara : Kingri
Tampak wujud : sunnya , gunung (Mer,Sumer,Kailash)
( 5 ) Satta Loka : Sat Purush ® Bin ( big pipe )
Nama sufisme : Maqam I Haqq ( Rumah Sejati : Jiwa )
Terdengar suara : Bin ( Big Pipe)
Tampak wujud : Sach Kkand ( Sat Nam ) di Alakh Lok ® Agam Lokh ® Anami Lokh
® Level : Param Sant ® Satguru
OSHO
PANDANGAN =
Evolusi tansadar bersifat kolektif , sedangkan evolusi sadar bersifat individual.
: Hiduplah secara Total = hidup religius meditatif dalam Tao = kenyamanan dari ketegangan )
MEDITASI CHAOTIC =
Dalam bermeditasi diperlukan kemurnian fikir , kealamian tubuh
1. Chaotic breathing : 10 ‘
® kacaukan sistem masif neurotik diri untuk membebaskan emosi yang tertekan/mengendap
:penafasan dalam & cepat ( tubuh kelimpahan oksigen ® alive/vitale : alamiah hewani )
= fisik terasa tidak lagi terasa sebagai materi tetapi seperti sistem energi yang meluap.
2. Catharsis : 10 ‘
®theraphy pelepasan seluruh limbah emosi yang tertekan /mengendap secara bebas .
:pembersihan : menjerit,menangis ; tertawa,melompat ; menari , dll ( terserah )
= tubuh fisik terasa ringan alamiah dan batin fikiran murni dari segala limbah mental.
3. Sound : HOO : 10 ‘
® menghantam sentra sex / chakra vitale agar kemudian terjadi proses kundalini energi.
: teriakan- teriakan HOO sekeras mungkin terarah ke sentra sex untuk menaikkan energi.
= terjadi proses aliran energi kundalini di dalam dan menuju ke atas.(exhausted)
4. Jump : Meditasi :
® memasuki alam meditasi dengan seluruh totalitas kesadaran diri tanpa konflik ( wuwei )
: menjadi pengamat yang mantap (sakshin upeksha) atas apapun juga yang dihadapi.
= secara bertahap terjadi pertumbuhan spiritualitas melalui pengalaman batiniah langsung.
TRANSENDENSI 7 TUBUH =
= consciousness ( kesadaran ) ®witnessing (pengamatan)®awareness(kemurnian)®enlightment
Desireless = just the absence of desiring x the opposite ( passive x active )
meditasi bersifat passive ( total surrender)® x kehilangan awareness
manusia memiliki 7 dimensi paralel keberadaan yang saling terpadu dan berkait.
jika bermeditasi mulailah dari tubuh pertama paling luar ( jangan fikirkan ‘pengetahuan tingkat tinggi’ agar tidak mengganggu kelancaran dan kesejatian transformasi diri )
atasi ketegangan yang timbul karena adanya ketidak-nyamanan dalam transformasi(kesenjangan antara kenyataan dan keinginan).® ® Pintu dimensi kesadaran pada setiap tubuh berikutnya akan terbuka otomatis jika tiada ketegangan didalam badan tersebut ( kenyamanan holistik)
Jadilah : sakshin upeksha ( kesadaran pengamat yang indifferent ® equilibirium ; tanpa konflik karena membedakan kutub polaritas yang ada sehingga tidak terjadi perpecahan diri ) = mentransendensi polaritas ( kenyamanan batin dari ketegangan alamiah eksistensial dengan tidak perlu melekat/menolak polaritas yang ada )
metode = melekat ®melepas ( langkah permulaan akan menjadi rintangan perkembangan lebih lanjut jika terlalu dilekati )
(*) HORIZONTAL (MASIH INSANIAH ) = DARI LUAR KE DALAM =
1. FISIK
terbatasi ruang dan waktu
PRAMEDITASI =
rasakanlah keberadaan fisik dari dalam (tidak sekedar dari luar ) : kayanupasana.
MEDITASI =
polaritas : breathing ( incoming x outcoming )
vision : khayalan mimpi fisiologis
transend : sadari setiap saat rasa dari dalam [ holistik ]
penyesuaian : hidup dalam kekinian ; ketika bertindak disadari ( actor ~ action ) ; seks ®ekspresi positif cinta kasih ( x pelepasan ketegangan)
2. ETERIK
transparan & antigravitasi ( sukma 13 hari pasca kematian ); terbatasi waktu tetapi ruang tidak
PRAMEDITASI =
sadarilah keberadaan dan pergerakan dari dalam (tidak sekedar dari luar ) : sati kayanupasana.
MEDITASI =
polaritas : influence ( attractive /love/well-being x repulsive/hatred/diseased )
vision?mantra,parfum(jakfaron/misik;hio/dupa,dll) , warna (biru eterik ,dll)
vision : tetap sadar terjaga dengan sarana mantra ( ®tidak efek hipnotis/tertidur )
transend : sukma plb ,sugestible hipnotik & zarah kundalini ( kenali vitalitas mekanisme nya dari dalam )
penyesuaian : cinta kasih murni (sikap fikiran dalam diri terhadap seluruh kosmik bukan sekedar hubungan antar personal X pemenuhan hasrat nafsu sex/ego ) dengan tanpa harapan/tuntutan
3. ASTRAL
tidak terbatasi ruang dan waktu lampau
PRAMEDITASI =
sadarilah keberadaan dan pergerakan dari dalam (tidak sekedar dari luar ) : sati kayanupasana.
MEDITASI =
polaritas:magnetisme(powerful/confident/bravery – powerless/inconfident/coward )
vision : jangan pastikan dulu prakonsepsi keabadian diri ( realisasi : truth pativedha >proyeksi : faith anubodha )
transend : ungkapkan keberadaaan di dalamnya ( totalitas kehendak )
penyesuaian : gudang timbunan pengharapan /hasrat keinginan yang begitu menimbulkan ketegangan ( kewaspadaaan meditator ? )® terima saja hasrat tersebut sebagaimana adanya (akan timbul ketenangan // berhasrat tanhasrat ? neurotis )
4. MENTAL
rumah terakhir fikiran ( tidak terbatasi ruang dan waktu lampau dan mendatang )
PRAMEDITASI =
sadarilah keberadaan dan pergerakan dari dalam (tidak sekedar dari luar ) : sati kayanupasana.
MEDITASI =
polaritas : thought ( incoming – outcoming )
vision : waspadai proyeksi ciptaan mental ® jangan harapkan/identifikasikan apapun
transend : lampaui seluruh proses mental ( awas ! schizoprenia : fikiran tidak dalam keadaan harmoni – secara simultan bekerja terpecah ke 2 arah yang berlawanan : berdiri di luar & melihat ke dalam/ ke atas ® Mulailah dari lapisan terluar setinggi apapun ‘ pengetahuan ‘ anda )
penyesuaian :konflik pemikiran yang saling posesif menguasai keseluruhan ®kekalutan
sadari saja fikiran hanyalah klise proyeksi timbunan ingatan fisik dan terimalah kealamiahan hal tersebut tanpa persetujuan/penyangkalan yang memang tidak perlu ® jangan identifikasikan diri dengan fikiran/buah fikiran tertentu (bebaskan badan mental dari kekacauan)
(*) VERTIKAL (MULAI ILAHIAH ) = DARI BAWAH KE ATAS =
ke Chakra ajna ( Tuhan ) ; sirshasan ®arus energi berubah ( ketidak-nyamanan fikiran yang terbiasa antikundalini )
5. SPIRITUAL
keabadian yang tidak terbatasi ruang dan waktu
PRAMEDITASI =
sadari kematian dan kehidupan hanyalah fenomena luar bukan realitas inherent pada keabadian diri.
MEDITASI =
polaritas : Life itself = Prana ( life – dead )
vision : tiada dualitas ( cermin perbedaan tanpa kelainan ) ® refleksi bayangan dari ralitas saja.
dalam kesendirian total bebas dari segala bentuk mentalitas ® jangan identifikasikan diri sebagai apa/siapapun juga
transend : kesadaran monad (atom tanpa jendela-Leibniz) / kesadaran Ego
penyesuaian : atasi kebodohan diri dengan Atma Gyana ( pengenalan diri ; Dengan tidak mengenal dirinya tiada guna orang mengenal apapun ?) ® Mengetahui ( secara langsung : pasti ) X pengetahuan ( pengertian pinjaman : sangsi )
6. KOSMIK
kosmik
PRAMEDITASI =
ego drop ® no ego ( become one with all )
MEDITASI =
polaritas universal : kosmik ( srishti /creation – pralaya/destruction )
Realitas ‘diri’ : Avatar Vishnu untuk siapa Brahma menciptakan dan shiva menghancurkan.
vision : realitas otentik tanpa cermin ( fikiran universal Brahman ) ® samadhi sabeej ( + benih )
transend :4- 5 : ego®non ego
koan Zen ‘ansa dalam botol’ (gerbang tanpa gerbang ) ® jangan identifikasikan diri sebagai kristalisasi ego ; sadari saja (tanpa metode; karena setiap metode memperkuat ego ) / x satori
penyesuaian : individualitas dalam universalitas kosmik ® berhentilah menjadi individu pribadi (Kita adalah samudra keESAan /oceanic feeling/ x kristalisasi individualitas keakuan = keberadaan sebagai insan kosmik ) Tuhan = (tan)individualitas keberadaan kosmik
7. NIRVANA
sunna
PRAMEDITASI =
Hakekat diri : ketiadaan ( negativisme Buddha ) karena keberadaan adalah Brahman ( Shankara)
vision : pusat keberadaan murni ( tanpa positif/negatif ) ® samadhi nirbeej ( x benih )
MEDITASI =
polaritas universal : Truth ( being – not being )
transend : melompat dalam keheningan ( pencerahan sejati ! sudah ada sebelum adanya ciptaan ,masih ada walau setelah pralaya ®saya tidak tahu (Buddha); karena tidak ada simbolisasi tepatnya)
penyesuaian : tegangan antara keberadaan – ketanberadaan ( untuk fahami keseluruhan : jadikanlah kehampaan sebagai satu-satunya keseluruhan )® hilangnya keberadaan ke dalam tankeberadaan [ Brahman : keberadaan + ketanberadaan = keseluruhan > Tuhan : keberadaan ]
® = Setelah itu ? ADWAIT ( Oneness )
BARDO =
Bardo thos grol chen mo :Buku panduan untuk mencapai kebebasan abadi lewat pemahaman tentang kematian
The Tibetan Book of the Dead : Padma Sambhava ( abad VIII ) ® Karma Lingpa abad ( XIV )
Mahavira : pencerahan masih mungkin terjadi hingga pada saat kematian
Tibetan : ‘ menghadapi kematian adalah suatu keahlian untuk disiagakan dan dibiasakan ’
Persiapan :
latihan meditasi racut ( PLB ) pada saat hidup ® meditasi bardo untuk saat ajal.
® Hadapi dan jalani kematian dengan penuh kesadaran & kasih ( + : munajat Robbani )
Proses :
Usahakan pencerahan dengan menyatu pada cahaya kesadaran murni Ilahiah Semesta.
1. Chikkhai Bardo : ( saat kematian )= Astral
langsung bermeditasi : simak ikuti cahaya murni kebenaran yang bersih dan jernih .
gagal ? cahaya dengan sosok figur mistisi (Satguru,Buddha ,Nabi,dll).
gagal ? jatuh ke Chonyid Bardo
2. Chonyid Bardo : (alam kausalitas ) = Etheric
sadari akan kematian diri dan perjalanan arwahmu ( awas ! ilusi proyeksi fikiran )
hari 1 : perhatikan cahaya biru kesadaran murni diri x cahaya putih ketidak-tahuan karmik
hari 2 : perhatikan cahaya putih bersih kebijakan sejati x cahaya kelabu kebodohan samsara
hari 3 : perhatikan cahaya kuning bersih keseimbangan diri x cahaya biru kotor kesombongan
hari 4 : perhatikan cahaya merah bersih kasih x cahaya merah kotor keterikatan
hari 5 : perhatikan cahaya hijau cerah kesempurnaan abadi x cahaya hijau kotor kepicikan
hari 6 : perhatikan cahaya 4 warna cerah pencerahan x cahaya 4 warna buram keresahan
hari 7 – 13: Awas dualitas fikiran ( cahaya kotor : coklat , putih,kuning,merah,hijau,aneka warna )
hari 14 : hari terakhir ( Atasi rasa bersalah/ketakutan/keraguan yang muncul karena fikiran yang terkondisi karma )
gagal ? jatuh ke Sidpa Bardo
3. Sidpa Bardo :( alam kelahiran kembali )= Etheric
Pertahankan kesadaran dari godaan rebirth( semuas hanya ilusi fikiran belaka )
walau sudah semakin sulit teruslah bermeditasilah kembali agar tetap mampu menyatu dengan cahaya murni kebenaran Ilahiah. ( Kenang ajaran Satguru )
® vs wujud/suara mencekam refleksi penyesalan atas kesalahan masa hidup.
® vs ilusi pengadilan / surga – neraka
Berada di alam Sidpa Bardo ,emosi batin begitu intens terasakan ® lampaui ilusi fikiran yang membuatmu terjebak dalam penderitaan yang sesungguhnya tidak perlu itu.( terus meditasi)
® masuki samsara ? perhatikan cahaya yang paling cerah dari keIlahian yang Maha Penyayang dan masuki meditasi ( putih cerah – alam dewa; kuning cerah – keluarga saleh ) X perhatikan cahaya buram (putih–dewa/malaikat;hijau-kuasa sakti;kuning-intelektual;biru-hewani; merah-arwah gentayangan ;abu2/hitam – alam terrendah)
® kelahiran kembali ( jika bayangan sudah terlihat kala bercermin/berjalan berarti sudah gagal di alam sidpa bardo ).
Berdo”a dan tetap tenang ; jangan tergoda ilusi sex ® pilih rahim yang sesuai( menunjang evolusi spiritualitas diri pada kehidupan mendatang ) :
Simbol Vision : tempat ibadah ( keluarga saleh/alam dewa)/ bangunan megah ( prospek peningkatan kesadaran). X : gua/lubang besar berkabut tebal ( hewani )/ gurun luas/rimba gelap ( kehidupan tanpa arti)/ hutan berapi (magis)/ danau & angsa ( kaya tetapi tidak spiritual),dlsb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar