BAHASAN LANJUTAN LANJUT ....
JUST SHARE Saling Berbagi Selasa, 11 Juli 2023 LANJUTKAN , SEEKERS
PRAKATALANJUTAN PASKA DIBLOK Selamat datang kembali, phoenix ~ burung yang lahir dan bangkit kembali dari kematian
referensi total & halal (.) = Rekap Idea atau referensi legal & halal (!) = REMIX IDEA PLUSreferensi total (+ haram?) = RESET IDEA PLUS (JUST FOR SEEKER)kalau ini .... referensi (tidak hanya) legal (namun juga) haram ? Hebat ... sedangkan Tuhan seakan membiarkan kenaifan, kesemuan & keliaran kita bebas mewujud dalam kenyataan mengapa upaya sebaliknya justru dihalangi ? SPAG ... Stop playing as God (Berhentilah berlagak seakan menyamai /menyaingi /melebihi Tuhan) jika suara & kata ini memang bukan untuk telinga & mata anda. Sebagaimana kami yang berusaha arif mensikapinya ... semoga anda juga bisa menjalaninya.
LANJUT ....
MASIH ADA ? ( sudah genap satu bulan tidak diblok ... Nekat juga ... baiklah lanjutkan )https://just2share4seekersall.blogspot.com/2023/05/why-not.html JUST2SHARE4SEEKERS Senin, 15 Mei 2023 WHY (NOT) ?
Sudah melewati sebulan (bahkan hampir satu minggu lebihnya, bro). Well, tanpa niatan mengkhianati amanah atas komitmen janji semula namun sungguh masih repot / ribet nih ... masih tuntaskan tugas eksternal plus tunggu tayangan video pak Hans ELA + pak Faiz MJS akhir minggu ini (untuk slides) & file Pure Dhamma terkini lagi. Liburan minggu depan semoga bisa, nggih ? Sementara ini dulu via Google Drive ... kalau sudah lengkap nanti via Archive.Org seperti biasanya ... plus posting. Capek & mbulet gaya induktif bidan socrates ... so, nanti kita coba deduktif langsungan saja walau riskan juga namun untuk mempermudah dioperasi caesar saja bayi pandangan tersebut (susah harus mengingat/ mencari pijakan referensi autentik akuratnya, sih ...). Namun tampaknya banyak tayangan yang arahnya ke sana juga ... jadi nggak ewuh lagi sekarang. Well, walau mungkin bungkam memang aman & nyaman tidak perlu menyusahkan diri sendiri saat ini namun bisa jadi justru akan membiarkan rusak kecenderungan keseluruhannya termasuk bagi kelanjutan diri dan lainnya nanti (bukan hanya paska pralaya kematian individual namun bisa jadi yang lebih besar dari itu semua ... jika inferensi pandangan ini benar. Walau mungkin tidak mudah difahami dan susah dijalani toh kita nantinya harus arif menerima jika itu terjadi .... jadi, ya ... Amor Dei, Amor Fati ..... Que sera sera - Pantha Rei ). Kok jadi lebai serius amat sih ... segalanya memang harus tetap mengalir begini dalam peniscayaan kesedemikianannya (baik terungkap maupun tidak .... tanpa peduli diterima atau ditolak ... tanpa masalah dijalankan atau diabaikan). Well, Semoga nantinya saya bisa tidak asal ngomong namun bisa ngemong tanpa harus mencela ide / ego lainnya untuk dianggap/menganggap mulia .... tanpa berlagak seakan berlabel demikian yang justru akan menjadikan diri terniscayakan nista adanya dalam hakekat di saat ini dan dampak lanjutnya nanti . Bukan dalam busa ego seakan uebermensch , rausyan fikr, atau aneka label megah lainnya ... namun hanya sebagai sesama air belaka di semesta materi keberadaan, dalam samudera energi keilahian dan bahkan esensi kesunyataan yang sama ... (tetap berusaha) tanpa buih untuk sekedar berbagi.... tanpa niatan menjaring hati, membentuk opini dan mencari legitimasi untuk menghibur diri, mencari kuasa dan saling menyesatkan (seakan mencerahkan?) diri dan lainnya. Meminjam terma tokoh agama Abrahamik tanpa merasa semulia Musa yang walau tetap harus dalam kelembutan menghadapi Firaun (QS 20 : 44 = khotib ulama vs Al Makmun , Cak Nun vs Jokowi ?, etc) karena ini lebih seperti Yunus yang merasa tidak pantas (karena level diri atau zhon lainnya ?) namun tetap merasa perlu bicara sekedar menuntaskan amanah dan menghindarkan diri dan lainnya dari bencana yang mungkin akan namun tidak perlu terjadi dan untuk kebaikan yang mungkin perlu dijalani dan mampu dicapai. Ah ... kok jadi ikutan berlagak sebagai/ seperti lainnya ... Just Be yourself (Cukup jadi dirimu sendiri saja ... seburuk / serendah apapun itu karena memang hanya itu saja yang nyata autentik untuk diarahkan peniscayaan kelayakan nantinya). Dan ini bukan manuver politik lho (pemilu 2024 ? ... apa perlu golput lagi agar tiada yang berghibah & memfitnah lagi (inget dampak lanjut, bro ... vires (pandemi) atau cures (musnah) mauNya ... agar bisa ndemit bersama di alam barzah hingga qiyamah? tidak masalah .. bahkan maaf, kalaupun kami memang ternyata mampu berbelok diitikungan, Ashin ... itu tidak akan kami lakukan karena kami merasa perlu bahkan patut untuk singgah ke sana juga bahkan hingga apaya lokantarika bersama para badut kosmik lainnya paska mahapralaya wilayah pecandu sensasi kebahagiaan eksternal kamavacara tanpa balance keberdayaan internal brahmanda apalagi tiada keterjagaan azaliah esensial lokuttara hingga bentukan mandala semesta baru untuk romantika pagelaran kisah kasih nama rupa baru di sini atau di lokadhatu lainnya ? )keceplosan lagi ? ah .... biar saja. Kalau diblok lagi kan ada alasan untuk kembali bungkam ?playlist LINK CAESAR PLUS CAESAR plus antitesisnya juga, ya (sebagai penyeimbang, pengujian dan pengutuhannya)Agung Webe sepertinya adalah rekan seeker kami puluhan tahun yang lalu (paska reformasi pra menikah) yang sehari bersama ke Anand Ashram dan bersama adik pernah bermalam di rumahnya /pramugara MNA dari Bekasi? ..... Atau mungkin ini orang yang beda. / .... Well, By the way ... kami cukup tanggap akan ketulusan niatan baik dibalik rhetorika provokatif dalam memerankan dirinya sebagai gadfly ala Socrates atau Osho saat ini karena memang susah membangunkan kita yang masih tertidur dan lelap bermimpi ? /jadi inget istri yang terpaksa harus keras 'bernyanyi' bangunkan suami & putera-puterinya yang semuanya hobi suka begadang dan baru ambruk tertidur larut malam /menjelang pagi hingga selalu bangun kesiangan./ hehehe... nggak semuanya lelap tertidur, bro ... bahkan ada yang sudah terjaga untuk kemudian juga menumbuh-kembangkan kefahaman/ kesadaran / kelayakan dirinya walau memang kebanyakan masih seperti kami ... masih kacau kewalahan, galau kelayapan dan sakau bermalasan ditengah kerepotan eksternal/ keribetan internal dari episode keabadian yang bernama kehidupan hingga kematian nanti (?). .... Hanya berlibur, terhibur dan dikubur sebagai manusia saja ? Harusnya tidak.
MASIH NEKAT ... (dasar mental petaruh ... sudah tahu pasti dikalahkan & disalahkan tetap maju terus, hehehe) . Di akun induk saja, capek & ribet bolak balik alih 7 akun. Berbagi (sebagai media kosmik) /walau tanpa niatan menguntungkan sama sekali bahkan sesungguhnya malah menyusahkan diri pribadi saja?/ sebenarnya tidak akan rugi demi peniscayaan inner growth di dalam walau mungkin tidak dipuji (aleman/ anggepan amat, bro) bahkan bisa saja malah dimaki lainnya (semoga tidak terlalu tranyakan kulak perkoro) , hehehe.
Postingan ini tidak dipublikasikan karena melanggar Pedoman Komunitas Blogger. Untuk memublikasikan ulang, perbarui konten agar mematuhi pedoman.Well ... Sejujurnya kami tidak tahu dimana pelanggaran kami atas notifikasi tsb ... mungkinkah memang posting tersebut memang tidak tepat untuk audiens, waktu & tempatnya ? padahal kami sudah sampaikan/ingatkan sebelumnya
kutipan : http://teguhqi.blogspot.com/2020/11/just-seeker.html Kutipan ini tidak atau belum (?) diblok, lho So, ini Hanya untuk para penjelajah sejati bukan untuk yang hanya asal / ikut percaya (terpaksa ?) karena sebagai arus kesadaran abadi sebagaimana juga lainnya setiap kita bertanggung jawab atas diri sendiri dalam peran eksistensial, universal dan transendental pada perjalanan bersama ini. (dengan selaras melayakan peniscayaan kesedemikianannya tidak sekedar percaya / terpaksa menerima kepastian permainan keabadian ini) Kesemua ini hanyalah referensi yang tetap harus diteliti, diuji dan direvisi sesuai dengan faktitas keberadaan diri. & realitas kenyataan yang sesungguhnya terjadi. Sekedar dimaksudkan sebagai sharing masukan bagi pemberdayaan dan tidak untuk memperdayakan Semoga ini tidak menjadi/dijadikan belenggu penjerat & bumerang penyesat bagi diri sendiri dan lainnya .dsb.Sesungguhnya etika kosmik ini seharusnyalah bersifat universal bisa dijalankan oleh setiap pribadi di segala dimensi dengan segala keterbatasan & pembatasannya masing-masing (walau hasilnya memang tidak seeffektif jika berada di wilayah yang relatif lebih kondusif). Jika menyimpang dengan saddha/ iman anda sebaiknya dibuang atau diabaikan saja ... "Kembali ke Jalan yang Benar" istilah agamanya begitu, hehehe. (Atau baikan nggak usah diteruskan membacanya saja ... daripada ribet & risky untuk semua nantinya). Well, posting ini memang spesial untuk para truth seeker bukan true seeker apalagi faith believer. Ini memang perlu ekstra kecerdasan, kedewasaan dan kebijaksanaan untuk difahami dan disikapi sebagai sharing idea gnosis philosophy/ cara wisdom psychology belaka bukan dogma untuk diyakini apalagi harus dijalani. WELL, Langsung saja ... lewati kutipan konsideran for readers (kebijaksanaan bagi seekers /pemakluman untuk non seekers) .... ribet & capek.(yang penting & mendesak saja dulu untuk hal baru)
Dicoba lagi, nggih .... Audience , Waktu & tempat ? susah juga .... Audience ? idealnya para pemerhati spiritual yang walau tidak terlalu cakap (faham abhidhamma misalnya) namun perlu moderat (bisa menerima pandangan yang berbeda tanpa harus percaya begitu saja apalagi langsung menyela & mecela jika berbeda ... well, SBNR sekuler tampaknya akan lebih baik namun SBAR pluralis bolehlah jika sudah cukup mampu memandang adanya keselarasan, keterpaduan dan keterarahan pelangi perbedaan akan/atas mentari kebenaran yang sama ... plus kejanggalan penyimpangan untuk dimaklumi/ dihindari & kemungkinan pengembangan melalui/ melampauinya). Mistik kejawen ? okelah ... namun perlu kami tekankan ini adalah masalah pengembangan kesadaran spiritual on process bukan pemanfaatan kecakapan metafisik by product (sebagai padaparama jujur saja kami tidak mampu ... bahkan kalaupun mampu kami seharusnya tetap juga seharusnya tidak perlu tersekap di dalamnya ) Waktu ? seharusnya ini hanya baru akan bisa terungkap di masa depan itupun jika dalam laju lineariras waktu yang dijalaninya manusia sudah tumbuh berkembang secara spiral membaik/maju meningkat tidak siklis berbalik/mundur terjatuh sebagaimana kecenderungan episode samsarik yang walau sebetulnya mampu dilampaui namun susah juga terjadi (apalagi jika ada vandalisme pemaksaan / penyesatan/ kelengahan yang menghancurkan / memundurkan perkembangan proses keberadaban & peradaban yang sedang berjalan baik internal maupun eksternal ?) ... Kebenaran, kebajikan & kebijakan itu walau merupakan keutamaan yang seharusnya secara sadar & wajar dijalani namun dalam bumi kenyataan ini sesungguhnya memang lemah & rapuh (mudah hancur dan dihancurkan oleh keganasan yang semu, naif & liar, Osho ?) apalagi jika semakin rendah layer dimensi semestanya & semakin dangkal level pribadi penghuninya, Tempat ? lokadhatu duniawi saat ini mungkin belum tepat walau tidak terlalu tidak tepat. konsideransi ? kutipan : Keberadaan sebagai manusia di mayapada dunia ini memang tidaklah seindah surga Devata kamavacara atau semulia jhana moksha para Brahma, namun demikian walaupun tidaklah sekondusif wilayah antara suddhavasa tetapi keberadaan mediocre ini justru bisa menjadi effektif bagi pertumbuhan dan perkembangan spiritualitasnya jika cukup reseptif menghayati, menjalani dan melampauinya secara benar , sehat dan tepat … tidak hanyut dalam arus eksistensi namun tidak juga teralienasi. Secara ideal audience, waktu & tempat memang tidak ada dan tidak akan pernah ada bagi evolusi, harmoni & sinergi bagi spiritualitas untuk mudah tumbuh dan berkembang karena kita bukan hanya harus autentik menerima fakta kenyataan secara sesuai namun juga ada level kebenaran yang harus dilalui secara harmonis dan stage keutamaan yang harus holistik dilampaui . Namun demikian justru karena adanya faktor negatif yang ada tersebut yang postif akan bisa diwujudkan. Lagipula, segalanya memang harus dimulai dari diri kita ini, disini dan saat ini ... apapun level pribadi, situasi & kondisi semulanya. So, Perlu pandangan yang utuh totalitas, pragmatis berguna & konsisten berlanjut dalam mandala yang homeostatis interconnected, equilibirium bagi keseluruhan / keselarasan / kesedemikiannya bagi aktualisasi yang autentik, harmonik & holistik (tidak layak identifikatif , tidak perlu alienatif dan tidak patut eksploitatif). Quantum leap bagi paradigm shift dalam stagnansi keberagaman filsafat & psikologi di era post modern ini dst ? Fase Religius Soren Kierkegard < Positivistik Auguste Comte < .... ? = (estetis-etis-religius)< (teologis-metafisis-positivist) < ... ? langsung saja ?: Panen-istics atas triade diri , alam & inti ? Panen-ego-istics ? panentheisme Hyang Esa Panen-geo-istics ? panentaoistic Hyang Ika Panen-deo-istics ? panentheistics Hyang Ada Masih, mbulet ya ? rehat dulu lagi saja ... cari familiaritas akurat diksi kata/ wacana idea yang mudah/ tepat agar lebih jelas/dekat sesuai maksud kami).
ikutan agak tricky cari celah demi diterima di Indonesia, hehehe ? (keTuhanan yang Maha Esa, Bhineka Tunggal Ika ... apalagi, ya ? Cahaya Pancasila ? ... wah, kok jadi lebai berlebihan melampaui batas begini ? ... padahal kebenaran sejati itulah yang hakiki selalu terjadi walau tidak butuh diakui atau disetujui siapapun juga ) Jadi inget adaptasi / adoptasi istilah Ashin Jinarakita tentang Keilahian tanpa klaim yang tidak lazim untuk keilahian impersonal Buddhisme di Indonesia sebagai Hyang Adi Buddha atau para Theosofi Sufisme bagi Tuhan Transpersonal yang (tidak mudah namun perlu) dikenal atas Tuhan Personal yang sudah 'akrab' dikenal (Nous = Nur Muhammad etc untuk filosofi Plotinus tentang Logos Tohen bagi desain tanazul taraqqi ekstase atas emanasi penempuhan transendensi keIlahian, Suhrawardi ?). Well ... kami tanggap itu dimaksudkan untuk mensublimasi kemuliaan tidak dalam niatan mendegradasikan atas konsep/ figure yang dimaksud demi transendensi ke wilayah samudera keilahian yang lebih terarah murni tanpa perlu menyimpang (lampaui faktisitas pembatasan atau keterbatasan istilah ?).
atau dari kutipan posting lalu : Rekap Idea atau https://just2share4seekersall.blogspot.com/2022/12/rekap-idea-sd-11122022.html tidak atau belum (?) diblok juga, lho Panen-ego-istics ? panentheisme Hyang Esa .... Kasih Jadi turun level agak romantis lagi, nih .... ingat refleksi pribadi "Kun Saidan" (Berbahagialah - Anisah May dari Tasauf Modern Hamka ) ... Just loving the Love. Cintailah Cinta (Sumber Sejatinya bukan sekedar Media Obyeknya). Cintailah Tuhan (baca: Kebenaran) sebagaimana kehendakNya bukan hanya sekedar untuk mengumbar kepentingan ego yang selfish. Karena apapun yang diberikanNya (sekalipun seburuk atau seberat apapun itu tampaknya di permukaan) adalah tetap yang terbaik bagi kita ... karena itu demi kebaikan pemberdayaan kita bukan untuk memperdayakan kita. Atau dalam Mistik Theosofi dikatakan Tuhan menjadikan ini semua dengan cinta oleh karenanya dengan cintalah hendaknya kita menempuhnya untuk memahami dan mencintai kebenaran itu sebagaimana adanya.. 3 dantien = akal - hati - pusat (tidak ada yang salah dari semuanya jika selaras terpadu ?) Wah, agak melantur tampaknya bahasan kearifan samsarik & curhat pribadi ini. Semoga para Neyya (terutama para pabajita) tetap mampu waspada terjaga dan tidak hanyut terbawa arus idea ini. Para Mistisi (Tantrik Osho, Taoism ?) kadang terjebak dan tersekap dalam labirin sex - cinta - kasih ini. Sex atau birahi (kama) bersifat nafsu sensual, cinta (sneha) bersifat personal , sedangkan kasih (metta) bersifat kosmik impersonal. Ini kami ungkapkan bukan hanya karena kami memandang tetap perlunya pembabaran Saddhamma yang walau memang ditempuh secara eksistensial hendaknya juga melampaui universal untuk menjangkau transendental demi transformasi pencerahan spiritual yang dijalani. Alasan lain adalah dikarenakan kami memandang living kosmik ini utuh dalam keseluruhan (katakanlah semacam organisma besar) maka perlu perimbangan kemurnian nirvanik yang arif/kuat mengatasi kecenderungan alami samsarik yang 'naif/liar' untuk membuatnya cukup 'sehat/ tepat' agar tetap mantap bertahan dan lancar berjalan. Jikapun tidak memungkinkannya dalam keterjagaan pencerahan total keseluruhannya minimal tidak membuatnya jatuh terpuruk dalam kehancuran. Meminjam istilah Sadhguru Yasudev (?), Karma samsarik sesungguhnya tidak hanya berdampak sebatas pada pribadi eksistensial pemerannya saja namun juga bereffek pada wadah arena semesta universal yang menampungnya. Atau menganalogikan dalam Mistik Hinduism (day & night of Brahman ) seandainya samsara ini hanya Ke-Esa-an yang terlelap bermimpi, maka jika beliau terjaga semoga senantiasa lebih segar karena kecerahan tidur tanpa "mimpi buruk"nya ....mungkin perumpamaan itu bisa menjadi pemicu baru mengapa transendensi eksistensial evolusi pribadi perlu dijalankan dan transendensi universal harmoni dimensi perlu diusahakan ... (sekedar tambahan terma filsafat theosofist ini : eros - filia - agape ? cinta sensual - altruisme kemanusiaan - kasih keIlahian ) So, Be Selfless (not selfish ? )
Panen-geo-istics ? panentaoistic Hyang Ika.... Kuasa Bagaimana dengan Tao ? Tao sering didefinisikan sebagai Roh Universal yang berada dalam segalaNya ... Kesempurnaan azali yang terus menyempurnakan kesempurnaan abadiNya. Konsep absurd : Tao adalah Tao – jika kau bisa menggambarkannya itu pasti bukan Tao. Well ... Paradigma Panen-Tao-istics mungkin bisa juga digunakan SBNR karena ini walau sekuler namun akan lebih ilmiah ketimbang panen-Theis-tics SBNR yang kami ajukan karena lebih autentik & holistik tersentralisasi untuk aktualisasi penjelajahan tanpa terbelenggu sakralisasi ... namun jaga keberimbangan & keseimbangan dalam pertumbuhan perkembangannya agar tetap teraktualisasi sempurna dalam pengetahuan, penempuhan & penembusannya . Wah .. paramitta Boddhisatta 3 layer untuak akselerasi pelayakan keniscayan diri jadi boleh dilakukan bagi evolusi pribadi namun tetap jaga harmoni kebersamaan dan sinergi kesemestaan jika tercapai kelayakan untuk tidak jatuh apalagi menjatuhkan lainnya. Be True, Humble & Responsible ? harusnya lebih tepat/ nekat lagi ... True dimaknai sejati tidak sekedar dalam laku kejujuran namun asli autentik dalam kemurnian, humble menghampa untuk sempurna merengkuh segalanya tidak sekedar merendahkan hati untuk reseptif meninggikan kelayakan diri & responsible karena memang itu keniscayaan yang terjadi, kan ? (Jadi tidak lagi perlu benalu pengharapan yang akan merendahkan kelayakannya apalagi penganggapan konyol keakuan yang justru bukan hanya memandekan namun bisa saja menyesatkan dan menjatuhkan level realitas ... labirin paradoks papanca input karena output ?) Just Wei Wu Wei ... hanya persembahan keutamaan (wah ... termanya lebai banget ... untuk sekedar pengetahuan bolehlah tetapi untuk menghindari klaim penghebohan kepekokan bagi penempuhan untuk penembusan risih juga,nih ... main kepekaan rasa tidak asal klaim idea saja, bro) ... hanya ada tindakan kebaikan tanpa keakuan yang ingin pengakuan apalagi pemujian/ pemujaan dan tiada kemauan untuk mementahkan kelayakan peniscayaan yang seharusnya memang sudah pasti .. Meminjam istilah Panen-Theistics SBAR kami : kita hanyalah ketiadaan murni yang seharusnya selaras mengada dihadapanNya tanpa harus mengada-ada dalam keakuan tiada perlu meng-ada adakan dengan kemauan .... apa yang layak akan terlayakkan pada saatnya karena itu kaidah Dhamma kebenaran di setiap dhamma kenyataan sesuai dengan kepastian Dhamma dari DhyanaNya. SegalaNya (Laten DeitasNya) bermula, berada dan kembali kepadaNya (triade : diri – alam – inti ) Bermula karena katalisasi peniscayaan keberadaan > emanasi keilahian brahman > prokreasi penciptaan ketuhanan Berada dalam kaidah kosmik (Parama Dhamma akan advaita niyama dharma : keutamaan > kebenaran > kenyataan ) Kembali kepada mandala advaita ( segalanya berada dalam sigma kewilayahan yang sama dari ketidak-terhinggaan yang bukan hanya mungkin memang sudah ada namun juga belum ada , akan ada bahkan susah ada karena konfigurasi peniscayaan yang sudah/belum/akan/tidak terpenuhi.) Gradasi tidak hirarki ? karena walau beda level , layer & label keberadaannya berada dalam kealamian, keilahian & kemurnian advaita mandala yang sama Ah ... Susah juga memadukan apalagi mengungkapkan (terlebih lagi merealisasikan) paradigma kebijaksanaan kesedemikianan demi keselarasan bagi keseluruhan. Maaf, Socrates ... terpaksa untuk mempermudah & memperjelas paradigma kesedemikian ini kami ajukan framework deduktif tidak lagi induktif majeutike terus ... walau bukan hanya sungkan, riskan & kompleks rintisan pandangan ini. .
Panen-Deo-istics ? panentheistics Hyang Ada.... Wujud MANDALA SEMESTA

Desain kosmik mandala ini memang kelihatan aneh & unik ... banyak paradoks & labirin dalam sistemNya. Well ... mentari Dhamma kebenaran transendental yang tidak hanya translingual namun juga transrasional mungkin memang harusnya demikian agar ada ruang / peluang bagi avidya kebodohan secara semu, naif bahkan liar membiaskan pelangi semu keberagaman ... agar bisa makin mengesankan (juga mengenaskan) kepekokan & lebih mengasyikan (juga mengesalkan) kehebohan dagelan nama rupa samsarik di dalamnya, hehehe . Secara mikrokosmik jika diri bertransendensi semakin ke atas & ke dalam (realisasi> aktualisasi x defisiensi) justru secara makrokosmos semakin luas wilayahnya (bukan hanya memungkinkan kemantapan saat ini namun juga melayakan peniscayaan fase berikutnya disamping melingkupi permukaan yang di bawah & di luar sebelumnya) ... So, triade realisasi evolutif (zenka keberadaan diri), aktualisasi harmonis (sigma kebersamaan alam) dan sinergi holistik (sentra kesedemikianan inti) mutlak secara simultan progresif difahami , dijalani dan dilampaui untuk tidak stagnan tumbuh berkembang tanpa harus tersesat dalam labirin apalagi tergelincir dalam kejatuhan (saran ideal bagi kita yang idiot, bro)
INFERENSI DIMENSI = urut dari bawah gradasi vs MLD avijja diri (dampak karmik & effek kosmik)
NO
WILAYAH
LAYER
ORIENTASI
MODE
SIFAT
TERM
TYPE
DIRI ?
TATARAN
1
Kamavacara
Eksistensial
Kebahagiaan
Eksploitasi
Transaksi
Lillah
Persona
Mengaku (sebagai aku)
Personal
2
Brahmanda
Universal
Kesemestaan
Interkoneksi
Harmoni
Billah
Monade
Mengesa (sebagai kita)
Transpersonal
3
Lokuttara
Transendental
Keadvaitaan
Aktualisasi
Sinergi
Fillah
Sakshin
Meniada (sebagai dia)
Impersonal
NO | WILAYAH | LAYER | ORIENTASI | MODE | SIFAT | TERM | TYPE | DIRI ? | TATARAN |
1 | Kamavacara | Eksistensial | Kebahagiaan | Eksploitasi | Transaksi | Lillah | Persona | Mengaku (sebagai aku) | Personal |
2 | Brahmanda | Universal | Kesemestaan | Interkoneksi | Harmoni | Billah | Monade | Mengesa (sebagai kita) | Transpersonal |
3 | Lokuttara | Transendental | Keadvaitaan | Aktualisasi | Sinergi | Fillah | Sakshin | Meniada (sebagai dia) | Impersonal |
Selesai ? masih belum .... orientasi kebijaksananaan kesedemikianan kita adalah keselarasan bukan kesempurnaan, bro (ingat : kode etika 10 Ali Shariati ) Jadi, Gnoti Seauton (Kenalilah dirimu /sebagai makhluk ?/) karena Man arofa nafsahu faqod arofa Robbahu hanya dengan mengenal diri (dengan segala keterbatasan makhlukiyahnya betapapun hebat pencapaian dan megah pengakuannya) maka kita akan mengenal Tuhan (Hyang Maha Sempurna dan SegalaNya). Ini adalah orientasi keyakinan awal dan juga realisasi kebenaran akhir. Dr. Ali Shariati melambangkan 1 adalah Hyang Esa, 0 adalah makhlukNya. Meminjam istilah beliau ; berikut adalah paradigma kerobbanian yang menjadi orientasi awal bagi ketawaddhuan yang juga akan kembali menjadi realisasi akhir bagi kecerdasan manusia. (*) = 1 tetap bernilai walau 0 tidak ada. 0 tidak bernilai jika 1 tidak ada. Maksudnya = Tuhan tetap ada walaupun makhluk ada ataupun tidak ada. Tuhan (kholik) adalah wajibul wujud yang keberadaanNya mutlak adanya ; selain itu (makhluk) adalah mumkimul wujud yang keberadaannya relatif adanya ~ bisa ada, bisa juga tidak ada ~ terserah dan berserah kepada kehendakNya. Tanpa Tuhan, segalanya tidak akan pernah ada. Tanpa segalanya sekalipun, Tuhan tetap ada. Dia adalah Hakekat yang merupakan penyebab dan kembali segala yang ada (baca: diadakan untuk mengada jadi tidak perlu terlalu meng-ada ada). (*) = 1 di depan 0 jauh bernilai dibanding 0 di depan 1 . Maksudnya = Jadilah pribadi 10; Pribadi yang mengedepankan Tuhannya diatas segalanya (termasuk dirinya sendiri). 0 didepan 1 dibelakang hanyalah bernilai 1 (satu) – ini gambaran pribadi yang mengedepankan selainNya pada kehidupan. Amaliah menjadi tak sempurna karena syirik, pribadi tidak konsisten karena terombang-ambing kepentingan duniawi/ kebanggaan berpribadi. Bahkan jika pada akhirnya yang satu (1) itu menjadi hilang, maka seluruh kehidupan kita tinggal 0 (baca: nol besar). (*) = 1 dibagi 0 tak terhingga ; 0 dibagi 1 tak berharga. Maksudnya = Pribadi yang berkarakter kuat dan cerdas adalah pribadi dengan kekuatan dan kecerdasan yang tumbuh berkembang karena ketawadhuan bukan dengan ketakaburan. 0 dibagi 1 tetaplah 0 – ini gambaran kecerdasan dan kekuatan diri dengan ketakaburan. (Lemah dan rapuh karena sesungguhnya :Tiada daya upaya tanpa izinNya.) Namun … 1 dibagi 0 adalah tak terhingga – ini gambaran kecerdasan dan kekuatan diri karena ketawaddhuan. (Senantiasa tumbuh dan berkembang dalam keridhoan dan petunjukNya)
Mandala Samsarik Buddhisme (31 alam kehidupan)

atau tabel hipotesis yang agak 'gila' dari kami ini Skema Wilayah Tanazul Genesis & Taraqi Ekstasis meniscayakan keterrealisasinya transendensi impersonal bagi evolusi pribadi demi harmoni dimensi
Wilayah
1
2
3
Transendental
Nibbana ‘sentra’ ?
Belum diketahui ? 7
Tidak diketahui ? 8
Tanpa diketahui ? 9
Nibbana ‘sigma’?
Belum mengakui ? 4
Tidak mengakui ? 5
Tanpa mengakui ? 6
Nibbana ‘zenka’ ?
Arahata 1
Pacceka 2
Sambuddha 3
Universal
Brahma Murni (Suddhavasa)
Anagami 7 (aviha Atappa)
Anagami 8 (Sudassa Sudassi)
Anagami 9(Akanittha)
Brahma Stabil (Uppekkha )
jhana 4 (Vehapphala)
Asaññasatta 5 (rupa > nama)
Anenja 6 ( nama > rupa arupa brahma 4 )
Brahma mobile (nama & rupa)
Jhana 1 (Maha Brahma)
Jhana 2 (Abhassara)
Jhana 3 (Subhakinha)
Eksistensial
Trimurti LokaDewa
Vishnu 7 (Tusita)
Brahma 8 (Nimmãnarati)
Shiva 9 (Mara? Paranimmita vasavatti)
Astral Surgawi
Yakha (Cãtummahãrãjika) 4
Saka (Tãvatimsa) 5
Yama (Yãma)6
Materi Eteris
Dunia fisik(mediocre’ manussa &‘apaya’ hewan iracchãnayoni) + flora & abiotik ? / 1 Eteris Astral apaya (‘apaya’ Petayoni & ‘apaya’ niraya)2 Eteris Astral apaya Asura (petta & /eks?/ Deva ) 3
Wilayah | 1 | 2 | 3 | |
Transendental | Nibbana ‘sentra’ ? | Belum diketahui ? 7 | Tidak diketahui ? 8 | Tanpa diketahui ? 9 |
Nibbana ‘sigma’? | Belum mengakui ? 4 | Tidak mengakui ? 5 | Tanpa mengakui ? 6 | |
Nibbana ‘zenka’ ? | Arahata 1 | Pacceka 2 | Sambuddha 3 | |
Universal | Brahma Murni (Suddhavasa) | Anagami 7 (aviha Atappa) | Anagami 8 (Sudassa Sudassi) | Anagami 9(Akanittha) |
Brahma Stabil (Uppekkha ) | jhana 4 (Vehapphala) | Asaññasatta 5 (rupa > nama) | Anenja 6 ( nama > rupa arupa brahma 4 ) | |
Brahma mobile (nama & rupa) | Jhana 1 (Maha Brahma) | Jhana 2 (Abhassara) | Jhana 3 (Subhakinha) | |
Eksistensial | Trimurti LokaDewa | Vishnu 7 (Tusita) | Brahma 8 (Nimmãnarati) | Shiva 9 (Mara? Paranimmita vasavatti) |
Astral Surgawi | Yakha (Cãtummahãrãjika) 4 | Saka (Tãvatimsa) 5 | Yama (Yãma)6 | |
Materi Eteris | Dunia fisik(mediocre’ manussa &‘apaya’ hewan iracchãnayoni) + flora & abiotik ? / 1 | Eteris Astral apaya (‘apaya’ Petayoni & ‘apaya’ niraya) 2 | Eteris Astral apaya Asura (petta & /eks?/ Deva ) 3 |
Secara filosofis (hanya inferensi hipotetis, lho) tampaknya masih ada 2 (dua) level tataran keberadaan diri paska Asekha (Arahata, Paccekka, Sambuddha ) yang belum diungkapkan (mungkin akan dicapai) Buddha Gautama di wilayah transenden lokuttara dimana kebijaksanaan Sakshin akan keannattaan diri dari dagelan nama rupa samsarik bukan hanya layak dalam notion berpandangan namun juga dalam pencapaian via realisasi penempuhan tidak sekedar referensi pengetahuan belaka. - Asekha = telah bajik terjaga ( namun dengan klaim mandiri tersucikan ... keakuan azaliah zenka nirvanik ?) See : Aneka Jati (Dhammapada 153 -154) Udana Vatthu - Advaita = telah bijak terjaga (tanpa klaim kesudah-sucian pribadi ... keesaan azaliah sigma mandala ) See : amala avimala ( Prajna Paramitta Hrdaya Sutta ) - Adibuddha : telah benar terjaga See : Atthi Ajatam Abhutam Akatam Asamkhatam (Udana 5.3 Parinibbana ) Sudah selesai ? Walau dalam mandala zenka keberadaan diri mungkin sudah cukup namun masih belum untuk wawasan/ tataran kesedemikianan keseluruhan sigma & sentraNya. Memang agak spekulatif jika kita lanjutkan bahasan alternatif multiverse sigma & Maha Sentra. multiverse sigma = Mandala wilayah keberadaan yang kita huni ini mungkin hanya satu dari sekian banyak lokadhatu serupa yang ada. Tidak sekedar dimensi kamavacara bawah dunia fisik ini saja (quantum paralel) namun bahkan hingga seluruh mandala keberadaan spiritual zenka keberadaan diri bahkan hingga lokuttara. Mungkin ada wilayah yang lebih luhur namun ada juga yang lebih parah dari mandala spiritual kita. Yang paling luhur asymptot berada mendekati Maha Sentra Azaliah SegalaNya yang paling parah kualitas kemurnian spiritualitas terlempar menjauh dariNya ( Walau kesemua yang immanen bagiNya tetap terlingkup dalam Wujud, Kuasa & Kasih TransendenNya).
Maha Sentra = Dhamma Dhyana segalaNya Dhyana Dharma Keberadaan :Fase 1 : Fase KeMaha-Adaan Absolut Tuhan. purwaning Dumadi ( Dhyana ® Swadika ! )Fase 2 : fase peng’ada’an. KeEsaan karena Tuhan. sangkaning Dumadi ( Dharma ® Kehendak Ilahi )Fase 3 : fase keberadaan Keesaan di dalam Tuhan gumelaring Dumadi ( Tanazul ®Keberadaan Mandala )Dharma Dhyana Keberadaan :Fase 3 : fase keberadaan Keesaan di dalam Tuhan gumelaring Dumadi ( Tanazul ®Keberadaan Mandala )Fase 4 : fase peniadaan. Keesaan kembali ke Tuhan. paraning Dumadi ( Taraqqi ®Mandala Keberadaan )Fase 5 : fase KeMaha-Adaan Absolut Tuhan. purnaning Dumadi ( Dhyana ® Pralaya ? )
Dhamma Dhyana akhir segalaNya ? Dhamma & Dhyana adalah state keberadaan abadi sejak azali Tuhan ? Ini agak susah diungkapkan ... bahkan jujur saja ini imaginasi intelektual yang agak kami paksakan karena sudah terlalu sulit bagi kami meng-inferensikan kemungkinan tertinggi hanya dengan apersepsi pengetahuan tanpa aktualisasi penempuhan apalagi realisasi penembusan. Mungkin agak mirip (tapi harus dengan inferensi kedalam/atas bukan analogi keluar/bawah, lho ... supaya tetap murni naik tidak jatuh karena klaim semu ) dengan Hipotesa Saguna-Niskala pada Brahma Vidya mistik Hinduisme atau ibarat baskom air jernih yang merefleksikan matahari di atasnya seperti mistik kejawen ... Seluruh keberadaan ini adalah refleksi semu belaka dari wujud keberadaan, kehendak dan kasih sayang Causa Prima azali, Sentra Segala Abadi & Destinasi Orientasi dalam kesedemikiananNya (mumkimul wujud atas wajibul wujud Sufisme). Jadi, Tuhan transenden suci dari segala kenaifan, kesemuan & keliaran deifikasi, identifikasi & eksploitasi kita (bahkan seharusnya jika itu hanyalah figure/ konsep laten deitas keilahian immanenNya saja ) dan tidak mungkin bahkan tiada layak bagi kita untuk menjadikanNya ( menjerat /memperalat ?) demi bemper kebodohan/kemanjaan diri, media katarsis psikologis /transaksi pencitraan dan kloset pembenaran pemfasikan/ kezaliman kepada lainnnya ... Walau Buddha memaklumi keilahian kamavacara (masih mendamba terdefisiensi pada sensasi kebahagiaan eksternal pengakuan kekuasaaan atas lainnya ? yakha , dewata etc... see : ratana sutta & khanda paritta) namun tidak untuk level brahmanda (yang seharusnya sudah stabil mandiri akan kebahagiaan intenal atas fantasi keberdayaan energi ilahiahNya ... see : Brahma Baka ... mengapa ?)namun Beliau respek akan keilahian pada level lokuttaraNya (ajatan, abhutan, ashankata .. Hyang memang seharusnya sudah bukan hanya bijak, bajik namun benar terjaga dalam esensi level murniNya tanpa klaim label keakuan apalagi pengakuan & pemujaan akan dagelan nama rupa kosmik ini ?). Well, kami agak menyayangkan pernyataan sejumlah tokoh (Osho,etc) terkadang terlalu berani mengkritisi term sensitif Tuhan ini yang dideifikasikan dalam sakralisasi agama atau direalisasikan dalam identifikasi kesatuan mistik ... Mohon berempatilah dalam dillema kosmik ini. Janganlah mencela (bahkan kalaupun itu memang tercela apalagi untuk yang tidak sepantasnya dicela .... awas labirin paradoks pengetahuanm penempuhan & penembusan dalam triade evolusi-harmoni-sinergi) .. Terbabarnya Kaidah kosmik yang realistis ini sesungguhnya yang dinanti para genius scientist selama ini (Einstein, dsb). Kaidah Universal bagi semua tanpa ternodai klaim trium falisme (pembanggaan lebih baik dari lainnya hanya karena untuk anggapan sudah terlegitimasi ?) , standar ganda (karena merasa lebih baik maka apapun pandangan/pribadi/prilaku seburuk apapun itu harus diakui baik oleh lainnya) apalagi pembenaran addhamma bagi lainnya (pelaziman kezaliman karena klaim merasa lebih baik berhak melakukan ketidak-baikan kepada yang tidak baik) ... Berempatilah agar tidak tersekap pada logical/ ethical fallacy semacam ini. Desain kosmik sudah hancur sejak dahulu jika Kaidah Kosmik ini diakidahkan apalagi didaulahkan dan didiniahkan kacau seperti ini ... jangankan surga kamavacara (apalagi moksha Brahmanda atau Nibbana lokuttara), dunia manusiapun (bahkan Brahmanda bawah, wilayah kamavacara hingga apaya lokantarika) akan tidak layak baginya walau segala wilayah mandala ini 'terpaksa' tetap harus menerimanya sebagai laten deitas keberadaanNya dengan segala konsekuensi logis beban pralayanya. / Istilah religius SBARnya muflisin yang mustarohun minhu ? Orang fasik yang sudah tidak hanya pailit nol amal kebajikannya namun masih boleh dibangkrutkan lagi karena full noda kejahilan & dosa kezalimannya pada lainnya sehingga di wilayah manapun dia berada menyebabkan setiap diri dan alamnya berharap untuk segera bisa beristirahat dari kesombongan, keserakahan dan kedurjanaannya / Diperlukan Ariya Dhamma bukan apaya Dhamma bagi perbaikan x kejatuhan manusia Tiga Pesan Abadi keheningan kosmik yang diungkapkan para Buddha : Jauhi kejahatan, jalani kebajikan, sucikan fikiran
https://www.youtube.com/watch?v=tig-9g5RYrc&list=PLZZa2J4-qv-bpW9lgcl0XfLNL7tfMzZZD&index=63&t=34m55s Link Data: www.tiny.cc/dhammapada-183: Bro Billy Tan (p. 12 - 20) Jauhi kejahatan namun dengan tanpa membencinya, Jalani kebajikan namun dengan tanpa melekatinya dan Sucikan fikiran namun dengan tanpa mengidentifikasikan apalagi mengeksploitasikan diri padanya (Dhammapada : 183). Itulah paradigma (yang walau tampak terdengar "sederhana" namun sesungguhnya sangat sempurna / bijaksana ) wejangan para Buddha untuk bukan hanya melalui namun juga melampaui samsara menuju Nibbana yang direalisasikan dalam keterarahan /keselarasan simultan triade pemurnian Sila - Samadhi - Panna.
Agama Masa Depan adalah Agama Kosmik (berkenaan dengan Alam Semesta atau Jagad Raya). Melampaui Tuhan sebagai suatu pribadi serta menghindari Dogma dan Teologi (ilmu ketuhanan). Meliputi yang Alamiah maupun yang Spiritual, Agama yang seharusnya berdasarkan pada Pengertian yang timbul dari Pengalaman akan segala sesuatu yang Alamiah dan Perkembangan Rohani, berupa kesatuan yang penuh arti. ”( ALBERT EINSTEIN ) Buddhism sesuai dengan Pemaparan ini. Jika ada agama yang sejalan dengan kebutuhan Ilmu Pengetahuan Modern, maka itu adalah Ajaran Buddha. Promo Buddhism kami hapus ya, bro.... Bukan karena kami berlabel Non Buddhist. Ini sama sekali bukan masalah konversi penganutan agama eksistensial tetapi murni aktualisasi penempuhan Dhamma Universal. Faham , ya ... bahayanya klaim (just idea ... alagadupama sutta ?) Kami berharap kalian SBNR bukan kami yang mengungkapkan berdasarkan bukti realisasi bukan sekedar hujjah sakralisasi apalagi opini referensi belaka (tanggap ya ... mengapa kami tak menjawab 'mengapa' dan 'bagaimana' selama ini). Bukan hanya karena sungkan karena kebelum-layakan level padaparama kami namun yang paling utama riskan untuk mengkhianati keberadaan SBAR kami plus segala dampak resiko yang tetap perwira kami terima . Tanpa kedengkian untuk menghalangi (dan juga bukan manuver untuk mengerjai dalam kejahilan pembodohan eksternal, kefasikan pembenaran memperdaya diri internal apalagi kezaliman untuk menghancurkan keseluruhannya) ... Jika kami SBAR belum bisa atau tampak pasrah saja bukan berarti SBNR juga harus diam tidak perlu bisa, kan ?
rehat dulu ... biasa (nggak fokus lagi internally ... gangguan/ panggilan externally)
atau langsung yang kontroversial & provokatif sekalian seperti ini sebagai awalannya
PROLOG
PARAMA DHARMA : Just Idea ...Avijja ... kebodohan ini keburukan atau kebutuhan ?Yang perlu kita fahami, sadari dan hadapi tampaknya bukan sekedar kegilaan insani atau kematian alami namun terutama kelupaan abadi akan kesejatian diri dalam setiap episode permainan keabadian samsarik yang disebut (siklus) kehidupan (dan kematian) ini. Well, The Greatest evil is Ignorance Kejahatan terbesar adalah (karena?) Avidya ketidak-tahuanWalau dalam pengetahuan ketidak-tahuan akan realitas (kaidah panentheistik?) ini istilah evil (kejahatan/ keburukan) yang digunakan mistisi Sadhguru Yasudev tersebut tidak terlalu salah sebagaimana juga terma avijja kebodohan yang digunakan Samma Sambuddha Gautama namun demikian dalam realisasi penempuhan holistik demi penembusan, pencapaian & pencerahan yang bukan hanya murni dan benar tetapi juga bijak dan tepat untuk mensikapi itu sebagai 'kewajaran' yang harus diterima untuk dihadapi dan difahami agar secara bijaksana dapat dilampaui dengan kesadaran (terhindar dari jebakan konseptual, jeratan identifikatif & sekapan dualisme inference paradoks spiritual MLD yang sangat mungkin terjadi. Well, untuk keniscayaan dalam kesedemikianan yang terjadi perlu keselarasan akan kelayakan dalam keberadaaan dan keberdayaan yang memadai. (transendensi kebijaksanaan pemberdayaan berkembang & berimbang melampaui pemakluman faktitas eksternal untuk diterima keterbatasan & pembatasannya ). bagaikan menumbuh-kembangkan bunga teratai di kolam lumpur yang keruh.KEDEWASAAN PENCERAHAN The disaster in this planet is not an earthquake, not volcano, not a tsunami.The true disaster is human ignorance. This is the only disaster. Ignorance is the only disaster.Enlightenment is the only solution, there is really no other solution, please see -You need a subjective perception of life.so spiritual process if it has become alive … this is not about renunciation. This is just about living sensibily.Bencana di planet ini bukanlah gempa bumi, bukan (letusan) gunung berapi, bukan tsunami.Bencana sebenarnya adalah ketidaktahuan manusia. Ini satu-satunya bencana. Ketidaktahuan adalah satu-satunya bencana. Pencerahan adalah satu-satunya solusi, benar-benar tidak ada solusi lain, silakan lihat -Anda membutuhkan persepsi subjektif tentang kehidupan.Jadi proses spiritual jika telah menjadi hidup… ini bukan (hanya?) tentang pelepasan keduniawian. Ini (tepatnya?) hanya tentang hidup dengan bijaksanaBAHASAN = TENTANG AVIJJA Walau avijja secara etika kosmik adalah penyimpangan keselarasan namun ini membuat keberagaman (seperti biasan pelangi dari cahaya mentari yang sama)Mungkin sangat sensitif dan agak provokatif jika kami menyatakan ... ADA SESUATU YANG MUNGKIN BELUM DIKETAHUI KITA SEMUANYA TERMASUK JUGA YANG BELUM DISADARI PARA TUHAN, DIHAYATI PARA BRAHMA BAHKAN DIFAHAMI PARA BUDDHA SEKALIPUN ..... DALAM PERMAINAN DRAMA DALAM DARMA DARI KEAZALIAN HINGGA KEABADIAN YANG SUDAH, SEDANG DAN AKAN BERLANGSUNG SELAMA INI .... Triade labirin paradoks diri - alam - inti dalam drama abadi dari fase azali hingga nanti ini (label eksistensial - layer universal - level transendental) dengan 'maha avijja' sebagai skenario samsariknya dan 'parama dhamma' sebagai desain holistiknya memang sangat complicated (jangankan untuk dilampaui dalam penembusan , untuk dijalani dalam penempuhan bahkan difahami dalam pengetahuan saja sulit & rumit ) Sial .. kenapa terasa/ terkesan sombong dan lancang ... padahal ini hanya asumsi filosofis yang berdasarkan inferensi belaka ( bisa jadi hanya imaginasi bahkan halusinasi bukan realisasi empiris sebagaimana harusnya ? ... Tampaknya memang wadah batin ini memang kacau ... sesungguhnya bukan hanya kesungkanan (keresahan karena rendah hati atau mungkin tepatnya rendah diri ... minder akan kualifikasi ideal untuk membabarkan dhamma ) apalagi keriskanan (kecemasan tersudutkan sebagai public enemy bahkan cosmic enemy karena membeberkan avijja) namun disamping ruwet & rumitnya permasalahan banyak kekesalan di dalam (pantas ... baru bicara jika marah rasionalisasi pembenaran karena dibodohi, dijahili & dizalimi ? ... Spiritualitas walau dalam perspektif holistik sesungguhnya memang sederhana namun dalam kerinduan beraktualisasi selaras denganNya tidaklah gampang ... Well, susah juga untuk mukhlish murni , begitu mudah untuk muflis bangkrut nantinya)
rehat lagi , ah .... makin mbulet . Kalau ini jujur saja stuck macet .... murni overthinking internal bukan karena gangguan eksternal sama sekali. zazen batin kacau karena fokus terus beralih ? habis yasinan/ takbiran . (ah ... jangan nyalahin yang di luar karena yang di dalam memang ruwet), REHAT .... Rekap yang ada dulu.... revisi lagi lanjutannya nanti ... jika batin sudah mood untuk flow lagi. Dulu arus idea tampak jelas tertata di dalam ketika harus diungkapkan ke luar selalu berputar tidak karuan begini. Kami bukanlah (atau tepatnya saya walau mungkin cenderung dipandang negatif agak introvert /?/... padahal walau canggung sudah berusaha harmonis, lho .. well, memang terlihat tidak mampu luwes simpatik .. namun sesungguhnya tidaklah terlalu) membenci diri sendiri (self hatred ... karena kesenjangan antara idealitas yang kami fahami dengan yang sudah dijalani apalagi mampu dicapai ) apalagi harus membenci yang lain sesama pendagel yang berperan dalam episode kehidupan abadinya masing-masing (agar senantiasa menerima & mengasihi segalanya demi mampu melampaui faktisitas avidya diri sendiri /bukan untuk membandingkan / mengungguli lainnya, lho ... bumerang mana pembandingan buih air samudera keazalian / bagi layak terniscayanya kesedemikianan dharma ini sebagai kesadaran pandangan yang harusnya dilakukan sebagai kewajaran dalam kesedemikianan yang interconnected demi equilibirium keharmonisan keseluruhan dalam desain kosmik yang homeostatis ini ). Walau harus kami akui agak mencemaskan diri juga ..sejujurnya figur yang kami (dan seharusnya juga yang lain ?) takuti adalah diri kita sendiri ? Kitalah penentu sesungguhnya peniscayaan yang akan terjadi karena segalanya akan berbalik lagi ke diri sendiri ... dikarenakan kita sesungguhnya berada dalam sekian layer tubuh dimensi diri (fisik, eteris , astral, kaustal,monade, kosmik, nirvanik, dst ) yang terpantau berkaitan dalam seluruh wilayah kesemestaan Mandala advaitaNya (tergurat jelas dalam atsar./ antah karana/ alaya vinnana, etc batin kosmik kita untuk sesungguhnya bukan hanya yang dilakukan dalam tindakan aktual fisik, ucapan verbal bahkan terbetik pada benak kesadaran kita di kedalaman ?)... well, jadi fahami & sadari sebenarnya tiada mungkin bagi kita untuk menipu/ menjahili/ menzalimi diri /apalagi lainnya/, meninggikan hati /bukan hanya yang layak dihormati namun juga keberadan lainnnya yang seharusnya tetap kita hargai serendah apapun mereka dipandang/ dan lari dari tanggung jawab / baik yang sudah kita sadari maupun yang belum kita fahami karena level kesadaran kita memang belum mampu mencapainya untuk perlu menghadapi & melampauinya/ akan Parama Dhamma ketentuanNya .... apalagi membandingkan, bersaingan, merasa setara (sok akrab/kuasa agar bisa tranyakan mengeksploiTasi lainnya walau yang pasti dirinya sendiri) atau bahkan jumawa seakan mampu melebihi Wujud Sentra Segala Nya Hyang tidak sekedar personal immanen laten deitasNya namun Impersonal Transenden yang melampaui dan melingkupi seluruh wilayah dan pribadi di dalam kuasa, kasih & wujudNya? ). Well ... sebetulnya memang ada yang perlu saya katakan berkaitan dengan itu semuanya ... episode samsarik yang sudah, sedang dan akan kita jalani jika saja inferensi saya atas segala referensi yang ada ternyata benar ..... walau sesungguhnya saya berharap tidak demikian adanya . Singkatnya (mudahnya tiga ini saja) : 1. Mengapa Buddha ada menyatakan sebagian besar dari kita (baik yang beragama & berTuhan ataupun yang tidak ?) terhalang menuju jangankan Nibanna pembebasan, atau lolos ke Brahmanda Jhana 4 (vs Mahapralaya kamavacara ) bahkan untuk ke surga Kamavacara (vs Pralaya Mayapada dunia) bahkan kemudian susah menjadikan kamavacara bawah (yakha, asura, manusia,) justru malah apaya (hewan.petta , niraya) bahkan lokantarika seakan menjadi hunian layak berikutnya /niyata miccha ditthi?/. 2. Mengapa Buddha perlu menyadarkan Brahma Baka (yang nota bene lebih tinggi level keilahianNya dibandingkan Personal God kamavacara cakkavati di bawahNya) untuk tidak meng-Ilah-kan diriNya dan itupun beliau lakukan dengan sedikit pelanggaran sinergi atas Dhamma Kosmik dengan mengalahkannya dengan abhinna keunggulan adikodrati yang dalam level keterjagaan nirvanikNya beliau sadar sebaiknya tidak di gunakan di wilayah mimpi samsarik (Buddha bahkan sebelum pencerahanNya sudah mampu ke maqom ke"ilahi'an yang lebih tinggi ... tidak hanya mampu berkeseimbangan di rupa Jhana bahkan hingga Arupa Jhana ). 3. Mengapa Buddha harus mengumpulkan & memberikan wejangan ovada patimokha di bulan Magha untuk tetap terjaga,berjaga dan menjaga diri kepada 1250 Arahat (Apakah Magga Phala pencerahan Nirvanik yang sesungguhnya melebihi sekedar Jhana Vasi pencapaian Brahmanda tidaklah permanen & bukan sertifikat garansi kosmik kebebasan ) ? Apa yang akan kami katakan nanti mungkin bisa akan sangat menyinggung semuanya dan bisa jadi akan menyudutkan lainnya ..... Haruskah kami utarakan (tepatnya kita bahas ) untuk melalui batu ujian SBAR yang krusial ini untuk melanjutkan ke tahap berikutnya (Bagaimana melalui & melampauinya ) ? Jangan berprasangka buruk dulu ... ini bukan berkaitan dengan memperdayakan (bahkan kalaupun itu sebelumnya ternyata keterpedayaan) namun untuk segera memberdayakan meniscayakan kesedemikianan dalam keseluruhan tidak sekedar mengandalkan kemungkinan yang secara obyektif /holistik menyimpang adanya..... keperwiraan beraktualisasi merealisasikan yang saling mencerahkan/menguatkan nantinya tidak sekedar defesiensi pembebanan yang saling menyusahkan/ menjatuhkan akhirnya. Ini tegasnya tidak dimaksudkan untuk secara konyol memporak-porandakan kemapanan tatanan yang sudah ada apalagi mengobrak-abrik respek sakralisasi selama ini ... bumerang kamikaze / genosida bagi semua, bro. Ini jelasnya dimaksudkan untuk on ptocess menyelaraskan kembali keberadaban spiritualitas kita yang juga by product akan mengembangkan peradaban eksistensialitas berikutnya....ubah orientasi keselarasanNya saja (selera fashion ~ arah passion) , tak perlu ganti asesories apalagi buat pakaian yang baru (hanya akan ulangi kepekokan & kehebohan lama akan kecenderungan siklus kejatuhan ajaran : Saddhamma > mistik > lokiya > pseudo >addhamma,dst...tidak usah lagi mencari apalagi menjadi 'Tuhan' baru bagi lainnya dengan segala atribut pemikat & penjeratnya/ dogma, agent, power < force < squad etc/ ). Segalanya harus dimulai sebagaimana diri kita disini dan saat ini dengan segala faktisitas keterbatasan yang ada untuk diarahkan .... tanpa harus melagakkan diri seakan diri lain yang sudah berbeda (intinya ulat harus meniscayakan kesedemikianan sebagai kupu-kupu dengan tahapan proses metamorfosis kepompong yang sejati & mandiri tanpa membebankan apalagi menjatuhkan ulat yang memang masih liar bahkan kupu muda yang masih naif tampaknya.) .... Berusaha sebaiknya walau hasil mungkin belum sempurna. Hehehe ..... ini guyonan jangan serius : alien maju dari galaksi / dimensi lain mungkin agak heran memantau kita disini yang begitu lambat nyaris stagnan bahkan cenderung mundur perkembangan evolusi, harmoni & sinergi kosmik kita (keberadaban spiritualitas , keselarasan universalitas & peradaban eksistensialitas) dan senantiasa menyukai, melekati & menikmati dukkha kegalauan, kesakauan dan kekacauannya dagelan kita memerankan diri di planet bumi ini. Sejarah mengajarkan kepada kita satu hal utama bahwa kita tidak pernah belajar dari sejarah ... selalu mengulangi kebodohan, kesalahan dan keburukan yang sama disetiap vatta pembentukan , yuga perjalanan & pralaya penggulungan. Kisah ini semula akan kami kembangkan semacam parodi kiasan namun stuck kemarin (parah!) dan lupa lagi saat ini (payah!) jadi ya ... daripada bicara salah & ndabyah tidak berguna dan malahan membuat resah/sesat lainnya yang otomatis juga mengakibatkan noda batin kosmik diri .maka sementara...Wasalam dulu. alurnya demikian si alien tsb ... pesan moralnya ..... kutipan lampau ...: disimpan di akhir saja ... amrih entuk iwak tanpo butek banyune. (menghindari salah faham karena pandangan yang menyeluruh belum dimengerti ... atau tepatnya tidak mudah disampaikan ). Susahnya jadi introvert pembelajar autodidak visual yang tidak cakap berkomunikasi verbal.
Well ... apa ini saja dulu sebagai awalan pembuka keran ...
Agama = Dilema Junaid al-Baghdadi atas shatahat Mansur al-Hallaj (Ana’l Haqq = akulah kebenaran/Tuhan) : “Berdasarkan syari’at, ia bersalah. Menurut hakikat, Allah Yang Maha Mengetahui.” Al-Junaid dikenal sebagai tokoh sufi yang sangat menekankan pentingnya keselarasan antara praktik dan doktrin tasawuf dengan kaidah-kaidah syari’at. Salah satu ungkapan Al-Junaid tentang ilmu tasawuf yang dikutip oleh al-Kūrânī dalam Itḥâf al-dhakī adalah ucapannya: “pengetahuan kami ini terikat dengan al-Qur’an dan al-Sunnah.” Dengan ini mengindikasikan bahwa ajaran tasawuf menurut Al-Junaid haruslah tidak bertentangan dengan al-Qur’an dan al-Sunnah. Mistik = Simran Panca Nama Sant Mat = zikir respek mantra terhadap 5 "Tuhan" penguasa wilayah rohani kamavacara & brahmanda ? = Niranjan, Om, Soham, Shakti and Rarankar (Alakh Niranjan /surga astral?/ - Omkar /layer kausal = Brahm/mara?) etc ) Dhamma = kutipan lampau (ah ... repot ; mau copas ada di blog akun lain. Di blog akun induk banyak yang diblok, sih ..... Coba kutip lagi saja. Plus file referensi terupdate selama ini di google drive ) .... apa bisa selesai di liburan ini, ya ? Ah... dicoba saja sebisanya. Ini bukan sekedar projek liburan tetapi program seluruh kehidupan bahkan sepanjang keabadian diri. Seharusnya tidak sekedar referensi pengetahuan tetapi realisasi penempuhan. Sesungguhnya tidak hanya diperbincangkan (walau diperlukan?) tetapi harus dilaksanakan (untuk peniscayaan). atau langsung saja ... Tuhan ? Walaupun yang Mutlak memang ada (jika Sentra Sejati yang transenden tidak ada bagaimana mungkin sigma dimensi mandala semesta tergelar dengan aneka zenka keberadaan di dalamnya) namun dalam mandala samsara immanen ini banyak petta, asura, yakha, dewata, brahma bahkan nafs ego yang mengidentifikasi diri berkompetisi, berinteraksi ,bertransaksi saling mengeksploitasi / mengaktualisasi diri. Tuhan (atau ketuhanan tepatnya) adalah konsep bagi samudera energi keberadaan yang kemudian diklaim sebagai entitas figure diri yang disakralisasikan secara personal bagi agama (perlu kebajikan eksistensial untuk perolehan kebahagiaan eksternal) & sebagai keberadaan transpersonal bagi mistisi untuk direalisasikan (perlu kebijakan universal untuk pencapaian keholistikan internal).... bagi Dhamma entitas yang masih berklaim tersebut dipandang masih bersifat samsarik demi transendensi azali nirvanik yang lebih murni (perlu kebenaran spiritual demi pencerahan keterjagaan esensial) ? Dalam pandangan kami konsep/figure Tuhan seharusnya tidaklah sedangkal itu ....kami menggeser tepatnya memperluasnya dalam ketak-terhinggaan yang tidak mungkin terjangkau apapun impersonal infinitum indefinite ( see : bahasan di atas). Bahkan jikapun dalam kenyataannya mungkin demikian kita tetap memerlukan sesuatu yang tak terhingga untuk tumbuh berkembang lebih terarah & terpadu demi sinkronisasi kebenaran dan bagi integrasi keutamaan yang dapat direalisasikan dari, oleh & untuk semua (wah ... kok seperti slogan demokrasi massa (kualitas>mayoritas?) tidak oligarki mafia macam khilafah theokrasi / politbiro komunisme atau monarki kesewenangan karena susah untuk aufklarung keberdayaan bersama , Aristoteles?)... paradigma yang naif untuk didengarkan atau arif untuk dikembangkan ? Mungkin agak nggege mongso walau operasi caesar mungkin memang perlu dilakukan. Agar dari bayi prematur paradigma yang belum tiba saatnya ini akan menjadi prototype bagi intelgensi kecerdasan manusiawi kita dalam berfilsafat tidak lagi stagnan & 'mbulet' dan kembali berkembang membaik untuk kehadiran bayi pandangan baru (baca: paradigma sintesa) yang lebih sehat, tepat dan hebat berikutnya. menerima /kenyataan/, mengasihi /kebenaran/ & melampaui /keutamaan/ karena Realitas di kedalaman yang terniscaya sebagai fenomena ke permukaan tsb gradatif (walau memang hirarkis namun tunggal adanya), dinamis (kesempurnaan absolut tidak stagnan namun semakin baik berkembang karena kearifan, kesucian & keutuhanNya) dan integrated (segalanya interconnected demi equilibirium bagi desain kosmik yang homeostasis) keterniscayaan ? prokreasi penciptaan (materi) < emanasi keberadaan (energi) < katalisasi kemungkinan (esensi) Ini memang idea baru yang sama sekali tidak akan pernah menguntungkan ego penganut, penempuh & penembusnya ... tanpa klaim identifikatif/ eksploitatif/ alienatif bagi pembenaran trium falisme, standar ganda dan pembenaran addhama demi kekuasaan eksternal atas lainnya karena .... well, walaupun sebenarnya penyesatan sebagaimana pencerahan memang memungkinkan ada sebagaimana juga kesadaran parama dharma dan maha avidya ini namun demikian ..... pengkhianatan terbesar kita sesungguhnya menyangkal kenyataan, mengabaikan kebenaran dan mengacuhkan keutamaan yang digariskanNya bukan hanya demi evolusi, harmoni & sinergi individualitas 'tan-diri' kita namun juga bagi keberlangsungan, keberlanjutan dan kebersesuaian equilibirium bagi kaidah sistem atas desain kosmik yang homeostasis & interconnected mandala semesta ini dan segalanya seharusnya semakin menghampa sebagai ketiadaan murni dari keberadaan sejatiNya. Kenyataan sejati, Kebenaran abadi & Keutamaan azali ini akan selalu terjadi walau kita tidak mampu memahamiNya, walau kita tidak mau mengakuiNya & walau kita (bukan hanya tidak menjalani namun malah ) berusaha menjauhiNya . Geser kutipan : Berhadapan dengan ketidak-terhinggaan ... bagi setiap pemberdaya ... langit senantiasa tiada batas umtuk senantiasa tumbuh berkembang dalam keberdayaan melampaui segala labirin keterpedayaan & pemerdayaan yang senantiasa ada mengintai dalam setiap evolusi, harmoni & dimensi yang diskenariokanNya. Aktualisasi holistik Kusala Kiriya para Sakshin Ariya tanpa perlu mengalienasi , mengidentifikasi apalagi mengeksploitasi (bukan hanya internal namun juga eksternal ... demi eksistensialitas, universalitas & transendentalitas yang terrniscayakan via kefahaman, kecakapan & kelayakan ... sebagai kesadaran dalam kewajaran sebagaimana adaNya ... lillah, billaah, fillaah .... Wei Wu Wei (Just action .. without acting & actor ?)
AH . REHAT LAGI ... JAGONG DULU. MEMANTASKAN KERUKUNAN < MENUNTASKAN KEBUTUHAN. NUWUN.
PROLOG
APERSEPSI = PANENTHEISTICS 3Panen-ego-istics ? panentheisme Hyang Esa (Realitas sebagai organisme besar diri ?) .... kesemestaan Panen-geo-istics ? panentaoistic Hyang Ika (Realitas sebagai tatanan agung alam ?) .... keselarasan Panen-deo-istics ? panentheistics Hyang Ada (Realitas sebagai biasan nyata inti ?) .... keterpaduan MONOLOG AKTUALISASI = GNOSIS WISDOM Parama Dharma dalam Mandala Advaita dengan Formula Swadika Beretika atas kesemestaan (Being true , humble, responsible = nobody deserve everything ... just be no fake one in the Real One)Berdaya dengan keselarasan (pengarahan keabadian, pencakapan kehidupan, peralihan kematian)Bersiaga dalam keterpaduan (terjaga sbg esensi transendental, menjaga sbg media universal, berjaga sbg figur eksistensial)EPILOG ANTISIPASI = EPISODE SAMSARIK a quest for secret global ? Be lonely as chickenlish eagle in the trully crowd of eaglelish chicken ... secret in hidden but sincere in real ? ( Bangunlah peradaban eksistensialitas via keberadaban spiritualitas dalam keselarasan universalitas : hitech science empiris / interkoneksi lintas kosmik / bersama saling memberdaya menuju asymptot kesejatian segalanya ) x delusi penguasa semu dunia eksternal tetapi kehilangan segalanya (internal diri sejatinya sendiri) ... harga yang terlalu mahal untuk kedunguan ... walau memang seakan terkesan tampak lebih hebat dari mereka (tepatnya mungkin juga kita semua) yang masih terlelap dalam anggapan naif, harapan liar dan pandangan semu. paradoks terbesar keabadian : nobody really deserve everything meanwhile somebody only possess nothing (keterjagaan > keberdayaan> kebahagiaan)Quo vadis : mendekati yang adibuddha di lokuttara atau memerani 'markandeya' di lokantarika untuk kembali mendagel di samsara, zachner ? ( bersegera dalam keterniscayaan transenden atau masih penasaran dengan penjelajahan universal atau memang kecanduan dengan permainan eksistensial ?)PENUTUPSELESAI
WELL ... LANJUTKAN LAGI. ...
INPUT VLOG 1. WELCOME
tolong ... jangan dipermasalahkan lagi .... tiada niatan sedikitpun dari kami untuk merampas/melanggar hak cipta baik secara eksistensial apalagi finansial. Murni hanya sekedar ingin berbagi referensi berkualitas dari, demi & bagi kita semua .... untuk kutipan Welcome to the Earth (selamat datang di planet bumi) - the last scene of the Secret - LOA movies 2006 berikut 1. EH = You may be feeling that it would be easier to be hearing these words if they had come to you the first day of your experience upon this earth. And if we were talking to you on your first day of physical life experience, we would say to you, Welcome to planet Earth. There is nothing that you cannot be or do or have. You are magnificent creator, and you are here by your powerful and deliberate wanting to be here. Go forth, giving thought to what you are wanting, attracting life experience to help you decide what you want, and once you have decided, giving thought only unto that. Most of your time will be spent collecting data, data that will help you decide what it is you want. But your real work is to decide what you want and then to focus upon it. For it is through focusing upon what you want you will attract it. That is the process of creating.Anda mungkin akan merasa lebih mudah untuk mendengar kata-kata ini. Seandainya disampaikan kepada anda pada hari pertama anda hadir di bumi ini. Dan jika seandainya kita dapat berbicara pada anda, saat anda pertama sekali hadir secara fisik di dunia ini, kami akan berkata : selamat datang di bumi . Tak ada satupun yang tidak dapat anda kerjakan, menjadi atau memiliki. Anda adalah Pencipta yang hebat. Dan anda ada disini dikarenakan kekuatan dan keinginan anda untuk ada disini. Maju terus, fikirkanlah apa yang anda inginkan. “Tariklah” pengalaman hidup untuk membantu anda menentukan apa yang anda inginkan, Dan sekali anda telah memutuskan apa yang anda inginkan, fikirkanlah hal tersebut saja. Sebagian besar waktu anda akan dipakai untuk mengumpulkan semua data, data yang akan membantu anda menentukan apa yang anda inginkan. Tetapi, tugas anda yang sebenarnya adalah menentukan apa yang anda inginkan dan lalu fokuskan ke hal yang anda inginkan. Karena melalui pemfokusan ke hal yang anda inginkan akan “menarik” hal yang anda inginkan. Itulah yang disebut proses penciptaan.2. MB = I believe that you're great, that there's something magnificent about you. Regardless of what has happened to you in your life. Regardless of how young or old you think you might be. The moment you begin to "think properly," this something that's within you, this power within you that's greater than the world, it will begin to emerge. It will take over your life. It will feed you. It will clothe you. It will guide you, protect you, direct you, sustain your very existence. If you let it Now that is what I know, for sure.Saya percaya anda adalah hebat, bahwa ada sesuatu yang luar biasa tentang anda. Tanpa menghiraukan apa yang terjadi dalam hidupmu,terlepas dari betapa muda atau tuanya anda, pada saat anda mulai dapat berfikir sebaik-baiknya:ada sesuatu di dalam, kekuatan di dalam diri anda ,yang bahkan lebih kuat dari dunia ini,kekuatan ini akan mulai muncul,kekuatan ini akan menguasai hidup anda. Dia akan menghidupi anda,memberi anda pakaian,membimbing anda, melindungi anda, mengarahkan anda,mempertahankan eksistensi anda …. Jika anda mengizinkannya. Hanya itulah yang saya tahu … yang sebenarnya.Mama this will help(Mama,ini akan membantu );FEEL GOOD=Merasa Baik ( Nyamankanlah diri anda )
Kalau ini seakan 'lagu wajib' kutipan kami selama ini di seluruh vlog yang ada. Terima kasih atas izin pemaklumannya selama ini.My Favorite Video AWAKEN - SAMADHI TRAILERCopy Right = https://www.youtube.com/@AwakenTheWorldFilmSamadhi - Film Trailer [9 minute excerpt from film]Reupload :Awaken Samadhi Trailer = https://www.youtube.com/watch?v=rjI3EUU72ME&t=11sAWAKEN - SAMADHI TRAILER (Eng-Ina sub) ReUpload = https://www.youtube.com/watch?v=nRzpWuoSvws&t=162s2. 1 Akun : maxwellseeker@gmail.com maxwell seeker atau https://www.youtube.com/channel/UC-rkgGCcpqG-R-AWRA4OBOQ AWAKEN SAMADHI TRAILER Eng Ina sub = https://www.youtube.com/watch?v=04EXAAxcdBE&t=274s3. 1 Akun : englishindonesian11@gmail.com EnglishIndonesian atau https://www.youtube.com/channel/UCoyZ6llUIUekhkNZInq7npg AWAKEN - SAMADHI TRAILER (Eng-Ina sub) = https://www.youtube.com/watch?v=3CnCSHVAT_k&t=30s4. 1 Akun : dhammaseeker79@gmail.com DhammaSeeker atau https://www.youtube.com/channel/UCbvmNk761y4BIkqocr-V7_A AWAKEN SAMADHI TRAILER Eng Ina sub ReUpload Again = https://www.youtube.com/watch?v=0INHo70k5Qc&t=52s5. 1 Akun : dhammasikkha1@gmail.com Dhamma Sikkha atau https://www.youtube.com/channel/UCOvUi8WXDetP3E0OL2rdCRgAWAKEN SAMADHI TRAILER Eng Ina sub = https://www.youtube.com/watch?v=nNYuBa2JWGk&t=75sAND6. 1 Akun : teguhkiyatno42@guru.smp.belajar.id Teguh Kiyatno atau https://www.youtube.com/channel/UCsWSJ-yGYcqJSm7qUKB-KwA7. 1 Akun : masterteguh788@gmail.com Master Teguh atau https://www.youtube.com/channel/UC2QA4Md6ml5JQOFQPFHumzQAWAKEN SAMADHI TRAILER Eng Ina subtitle = https://www.youtube.com/watch?v=qXZUyoISXfs&ab_channel=MasterTeguh
Transkrip Awaken Samadhi Trailer (Uniion Mystics )AWAKEN SAMADHI TRAILER(Original Source - Copy Right) https://www.youtube.com/watch?v=dqGdWoW-GT8
If you hold this feeling of “I” long enough and strongly enough the false “I”will vanish, leaving only the unbroken awareness of the real immanent “I” or consciousness itself ~ Sri Ramana Maharshi."Jika Anda memegang perasaan 'aku' ini cukup lama dan cukup kuat, maka 'aku' yang semu akan lenyap, hanya menyisakan kesadaran tak terputus yang nyata, keberadaan imanen 'aku', atau kesadaran itu sendiri." ~ Sri Ramana MaharshiSamadhi is an ancient Sanskrit word which means Union. It is the union of individual persona, the egoic self with something greater, something unfathomable to the mind. Samadhi is a surrendering, a humbling of Individual mind to the Universal mind. The purpose of Meditation, Yoga, Prayer, Chantings and all Spiritual practices is one and that is Samadhi. In the language of Christian mystics it is humbling oneself before God. Samadhi is realized through what Buddha called the middle way or what in Taoism is called the balance of ying and yang. In the yogic traditions it is called the marriage of Shiva and Shakti.Samadhi adalah kata Sansekerta kuno yang berarti Persatuan. Ini adalah penyatuan persona individu, diri egois dengan sesuatu yang lebih besar, sesuatu yang tak terduga bagi pikiran. Samadhi adalah penyerahan, merendahkan pikiran Individu ke pikiran Universal. Tujuan dari Meditasi, Yoga, Doa, Nyanyian dan semua praktik Spiritual adalah satu dan itu adalah Samadhi. Dalam bahasa mistik Kristen, itu berarti merendahkan diri di hadapan Tuhan. Samadhi diwujudkan melalui apa yang disebut Buddha sebagai jalan tengah atau yang dalam Taoisme disebut keseimbangan ying dan yang. Dalam tradisi yoga, ini disebut perkawinan Siwa dan Shakti. When Samadhi is perfect, it is wisdom of the great ultimate reality. An understanding of the relationship between form and emptiness, relative and absolute, its a coming into one's true nature. Samadhi begins with a leap in to the unknown.Ketika Samadhi sempurna, itu adalah kebijaksanaan dari realitas tertinggi yang agung. Pemahaman tentang hubungan antara bentuk dan kekosongan, relatif dan absolut, yang masuk ke dalam sifat sejati seseorang. Samadhi dimulai dengan lompatan ke hal yang tidak diketahui.In order to realize Samadhi, one must turn consciousness away from all known objects, from all external phenomena, conditioned thoughts and sensations towards consciousness itself. Towards the inner source, the heart of essence of one's being.Untuk mewujudkan Samadhi, seseorang harus mengalihkan kesadaran dari semua objek yang diketahui, dari semua fenomena eksternal, pikiran dan sensasi terkondisi menuju kesadaran itu sendiri. Menuju sumber batin, inti dari keberadaan seseorang.The source of all existence is not a thing or object that one can see like in these physical world we do. It is perfect emptiness or stillness itself. It is the emptiness which is the source of all things.Sumber dari semua keberadaan bukanlah hal atau objek yang dapat dilihat seseorang seperti di dunia fisik yang kita lakukan ini. Itu adalah keheningan atau keheningan sempurna itu sendiri. Kekosongan itulah yang menjadi sumber segala sesuatu.This union cannot be understood with the limited individual mind. It is only directly realized when the mind becomes still. There is no Self that awakens. There is just ‘you' that awakens. What you are awakening from is the illusion of the separate self from the dream of the limited ‘you'. The World that now you think you are living in is actually ‘you'. It is your higher self or the selfless self. Annata.... No Self.Persatuan ini tidak dapat dipahami dengan pikiran individu yang terbatas. Itu hanya disadari secara langsung ketika pikiran menjadi tenang. Tidak ada Diri yang terbangun. Hanya ada 'kamu' yang terbangun. Dari mana Anda terbangun adalah ilusi dari diri yang terpisah dari impian 'Anda' yang terbatas. Dunia yang sekarang Anda pikir Anda tinggali sebenarnya adalah 'Anda'. Itu adalah diri Anda yang lebih tinggi atau diri yang tanpa diri/tidak mementingkan diri sendiri. Tanpa aku ... Tiada diriSamadhi is so simple that when you are told that what is it and how to realize it, your mind will always miss it because the mind is what needs to be stopped before it is realized. It is not a ‘happening' at all. It is the surrendering of the individual mind to the higher mind or big mind..Samadhi begitu sederhana sehingga ketika Anda diberitahu bahwa apa itu dan bagaimana merealisasikannya, pikiran Anda akan selalu merindukannya karena pikiran adalah apa yang perlu dihentikan sebelum disadari. Ini sama sekali bukan 'terjadi'. Ini adalah penyerahan pikiran individu ke pikiran yang lebih tinggi atau fikiran besar.The most important teaching of Samadhi is perhaps found in this phrase:- “Be Still & get Know”.Pengajaran paling singkat dari Samadhi mungkin dapat ditemukan dalam frase ini: "Diamlah dalam keheningan dan ketahuilah Hal tersebut."Silence is the language of God. All else is poor translation. - Rumi(Keheningan adalah bahasa Ilahi. Semua hal lainnya hanyalah 'terjemahan' belaka yang tidak memadai. – Rumi)How can we use words and images to convey stillness? How can we convey silence by making noise? Rather than talking about Samadhi as an intellectual concept. this film is a radical call to INACTION. A call to stillness. A call to meditation and inner silence. A call to STOP.Bagaimana kita dapat menggunakan kata atau gambar untuk menjangkau keheningan ? Bagaimana kita dapat menyampaikan keheningan dengan membuat kebisingan ? Film ini ditujukan sebagai suatu panggilan radikal untuk "tanpa-aksi". Suatu panggilan untuk menuju keheningan. suatu panggilan untuk meditasi dan keheningan di kedalaman. Suatu panggilan untuk BerhentiStop everything that is driven by the pathological egoic mind. Be still and know.Hentikanlah segala sesuatu yang dibawa oleh fikiran diri yang sakit. Berdiamlah dan KetahuiNo one can tell you what will emerge from the stillness. It is a call to act from the spiritual heart.Tidak ada yang bisa memberitahu Anda apa yang akan muncul dari keheningan. Ini adalah panggilan untuk bertindak dari jantung spiritual.Samadhi is not some mystical 'altered' state of being. It is simply one's natural state of presence, of consciousness unmediated by thought, unmediated by an egoic identity.Samadhi bukanlah sejumlah tahap perubahan keberadaan yang bersifat mistis. Ini hanyalah keberadaan alamiah kehadiran seseorang. yang kesadarannya tidak terpisahkan oleh fikiran, tidak terpisahkan oleh identitas suatu diri pribadi.Most of humanity is in an altered state all the time... A state of egoic identification with form and thought. When one is in a state of natural presence and non-resistance, Prana flows more freely through the inner world. This pranic stream which is prior to the nervous system, prior to the senses and thinking,becomes a new interface with reality. Literally a new level of consciousness or new way of being in the world.Sebagian besar umat manusia dalam keberadaan yang terpisahkan sepanjang waktu … Suatu keberadaan beridentifikasi diri dengan bentuk dan pikiran. Ketika seseorang dalam keadaan kehadiran alamiah dan tanpa tekanan, Prana mengalir lebih bebas melalui dunia batin. Aliran prana ini yang sebelumnya menuju ke sistem saraf. sebelumnya menuju indrawi dan fikiran, menjadi antarmuka baru dengan kenyataan, Secara harfiah suatu tingkat kesadaran yang baru atau cara baru keberadaan di dunia.It is through the ancient teachings of Samadhi, the humanity will begin to understand the common source of all the religions and to come into alignment once again with the spiral of life …. Great Spirit, Dhamma, or the Tao.Ini melalui pengajaran Samadhi kuno bahwa umat manusia akan mulai memahami sumber umum dari semua agama dan untuk datang ke dalam keselarasan sekali lagi dengan spiral kehidupan Roh Agung, Dhamma, atau Tao.Samadhi is the 'gateless gate’ and ‘pathless path' and it is the identification with the self structure which separates our Inner and Outer worlds.Samadhi adalah 'gerbang tanpa gerbang' dan 'jalan tanpa jalan' dan itu adalah identifikasi dengan struktur diri yang memisahkan dunia Batin dan Luar kita.
WELL ... LANJUTKAN LAGI. ...
TAMBAHAN KUTIPAN LAMA (Dicheck & recheck jika ada yang melanggar pedoman komunitas .... hehehe, jadi inget bimbingan konsultasi thesis dulu, hampir 2 tahun penuh ... tapi nggak apa-apa. niatan bikin makalah tidak nyari masalah ? ) backup lintas blog =JUST IDEA FOR SEEKERS ....https://teguhkiyatno.blogspot.com/2022/10/just-idea-for-seekers.htmlWell, Susah juga ndagel patut (berperan tepat dalam figur eksistensial insaniah multi peran dalam faktisitas / kompleksitas keberadaan duniawi samsarik) ... Masih 2.5 tahun lagi baru bisa tergenapi pensiun pembebasan kedinasan /kualitas kinerja menurun kuantitas waktu belum tuntas/, nih ( masa pandemi Corona yang sudah berlalu tidak lagi bikin galau namun semoga bisa ngelumrah tanpa masalah umtuk Husnul khotimah tanpa harus kacau dan tidak perlu sakau dengan segala keribetan & perepotan yang ada). Setiap kita memang perlu melalui dan melampaui setiap episode permainan keabadian yang disebut kehidupan (hingga kematian ... pasti. namun tetap tanpa kedewasaan pencerahan lagi karena asyik mbadut dalam dagelan nama rupa samsarik ? hehehe ) ini. Semoga berkah tetap mampu dijalani ... minimal bubrah tak perlu kita lakukan bukan hanya pada diri sendiri apalagi kepada semesta kebersamaan dan sentra keseluruhan segalaNya ... tahu diri hanya sebagai setitik air impersonal reality di samudera raya keberadaan untuk sekedar selaras wajar meng-ada tanpa perlu pekok meng-ada ada apalagi heboh meng-ada ada kan. (tanpo ngumpluk ... kegeden anggep & kakehan karep ? - jw). Semoga janji sharing idea bisa tuntas segera ... kalau belum ? Ya .. lanjutkan paska pensiun nanti saja (jika sempat waktu hidup , ada energi intelgensi, komitmen niatan berbagi lagi dsb, lho)POSTING LAMA DI BLOG INI JUGA (BELUM DIBLOK, LHO..... JADI HALAL & LEGAL DIGUNAKAN LAGI) COPAS SAJA ... PILAH NANTI WAH ... KOQ KEMBALI KUTIP MENGUTIP POSTING LAMA ... IDEA BARU PENUNTASANNYA SUSAH MASUK LAGI, NIH. ARUS IDEA BARU MALAH JADI MAMPET TERTUTUP LAGI , NIH Plus Idea (Curhat ?)Imaginasi kami memang sangat liar .. pantas susah menjadi meditatif (proliferasi arus batin papanca ? Beta blocking bagi gelombang alpha ?). Bukan type filsuf cerdas yang akurat dalam detail renungan / pemikiran intelektual yang mendalam apalagi gyani yang senantiasa terjaga vivekha & terarah vairagya ... (jadi inget impian masa kecil jadi komikus cerita fantastis, hehehe). Namun demikian dari kekurangan & kelemahan tersebut terkadang kami temukan juga kelebihan & kekuatan lain yang walau mungkin fantasi tersebut terkadang cenderung fiktif namun bisa juga terimprovisasi solutif juga tampaknya. Ada sebuah buku berkesan di masa kecil kami ... sebetulnya ini salah beli buku almarhum orang tua. Alih-alih membelikan kamus bahasa Inggris untuk putera SMPnya beliau memberikan buku filsafat berat berbahasa Inggris (Sydney Hook : Determinism & Freedom in the modern age of science). Bikin kelabakan namun sekaligus penasaran ... via buku tsb kami 'menyelami' bahasa inggris (by product kecakapan) walau tidak sepenuhnya memahami isinya (on process kesadaran). Namun ada satu quote yang kami suka dari buku tsb : Make something happen ... membuat sesuatu (layak) terjadi. Paradigma peniscayaan keberadaan inilah yang kemudian senantiasa men-trigger kami kala menghadapi media problem yang perlu segera diketemukan formulasi solusi tepat untuknya. ... walau berusaha serius namun sayangnya kami akui tidak genius/ cukup taktis untuk menjadi problem solver (terkadang malah jadi trouble maker bagi diri sendiri /plus lainnya?/.... ironis, hehehe ?)Mbulet, ya .. langsung saja 3 Pertanyaan Mendasar = JUST SAY REKAP (pertanyaan eksistensial diri seeker ?)1. WHAT = apa arti hidup ini ,2. WHY = mengapa kehidupan yang tidak pasti seperti ini harus kami jalani dan 3. HOW = bagaimana harusnya kami mengamati, mengalami dan mengatasi grand desain sistem kosmik ini. Itu adalah titik balik diri untuk kembali wajar sebagaimana kebanyakan orang dan juga bahkan untuk menjadi sadar sebagai seorang seeker tentang hakekat permainan kehidupan ini. Susah juga mengutarakan ini Bagaimana kondisi ideal yang perlu terjadi agar evolusi, harmoni & sinergi dalam transendensi keabadian sebagai viator mundi bisa tertuntaskan (cepat, mudah & tepat) sementara kecakapan, kemapanan & kewajaran kita dalam peran eksistensial kita sebagai faber mundi juga bisa terpantaskan sehingga dalam setiap peralihan keberadaan universal (keberadaban spiritualitas , keselarasan universalitas & peradaban eksistensialitas) terlintaskan juga (keberlangsungan terjaga, keberlanjutan terbawa dan kebersesuaian terniscaya).ini lebih ruwet lagi, bro. MAU NGOMONG APA TADI .... Mandala Advaita (mengapa keterniscayaan yang tidak positif ini yang malah terjadi ... bagaimana keterniscayaan yang tidak negatif ini mungkin bisa terjadi ). Dikasih prakata koq malah stuck. payah. Overthinking atau overlapping, nih. Nggak nyambung. Rehat, Relax dulu. Well,Lihat ... walau externally tanpa dihalangi sekalipun kami jujur saja sering terhalang internally ... Mungkin memang diperlukan 'minimal' seorang Buddha (Maeteyya?) untuk membabarkan ini semua (walau jika faktor circumstance masih tidak menunjang cenderung akan relatif sama ajaranNya dengan sebelumnya (Gotama?) dan cenderung akan siklis menurun lagi juga). Namun demikian akan menjadi mudah bagiNya untuk menjabarkan fenomena samsarik karena keberadaanNya yang berada dari wilayah atas (keterjagaan lokuttara) secara utuh menyeluruh ketimbang kami (tepatnya : kita) yang merangkak dari bawah mengatasi faktisitas keterbatasan manusiawi kita (baik secara individual mandiri maupun kolektif bersama ... walau kita sadar untuk konsisten bahwa etika kosmik panentheistik dalam equilibirium desain kosmik homeostasis yang interconnected ini adalah menyadarkan untuk mengarahkan yang didalam dan bukan menyalahkan agar mengalahkan yang diluar) yang mana dalam kebelum-layakan tsb kita mengamati beragam pelangi labirin kemungkinan dan menginferensikan kepastian yang bukan hanya nyata sekedar rasional (sesuai akal yang sehat .... tidak akal-akalan apalagi hanya asal-asalan ... untuk menyibak realitas kebenaran yang maujud dalam fenomena kenyataan sesungguhnya dalam orientasi autentik mementingkan kebenaran universal segalanya bukan manipulatif membenarkan kepentingan eksistensial nafsunya sendiri saja) namun juga bisa menjaga & membawa kita ke level kesadaran / kecakapan / kelayakan yang holistik akan hakekat semua ini ... idealnya yang seharusnya kita jalani dalam penempuhan berikutnya tidak sekedar kita fahami demi khazanah pengetahuan belaka. Guyonannya pada posting Sita Hasitupada ini adalah senyum kecut kami seeker padaparama atas senyum cerah Buddha sang tathagata, hehehe. wah ... kelamaan curhat. Segera buat celah terobosan baru agar arus idea kembali mengalir, bro.
Ini saja dulu ..cari gambar FW Nietzche dulu (maaf, ya ? )Ini filsuf yang saya kagumi karena passion keberaniannya namun sekaligus kurang kami setujui karena motion keterarahannya. Ingat ya, dalam etika panentheistik seharusnya memang tidak ada yang bisa kita cela. Kalaupun ada itu harusnya diri kita sendiri yang tidak cukup arif swadika dalam permainanan kosmik keabadian ini. Orang lain, peristiwa dsb hanyalah media tarbiyah atau trigger pemicu belaka ... baik buruknya (effek kosmik / dampak karmik) nanti tergantung diri kita sendiri bagaimana mensikapi & menjalaninya. Jadi kawan & lawan (kalau bisa kita istilahkan dalam terma dualitas ini) bagi setiap diri adalah dirinya sendiri bukan lainnya. Well, inilah mungkin sebabnya para penempuh umumnya sangat anxious/ curious memperhatikan dirinya (sebagai yang paling ditakuti namun sekaligus yang paling dicintai agar senatiasa terarah tidak menyimpang apalagi melanggar etika dan malah berusaha menermina, mengasihi dan melampaui segalanya demi peniscayaan kesedemikian dalam keseluruhan ini) . Nietzche (filsuf yang kontroversial mematikan 'tuhan' lama demi lahirnya 'tuhan' baru ?) No. Jangan salah sangka dulu (ini usaha buka keran episode samsarik parodi kiasan alien maju yang lalu untuk memahami 3 mengapa yang kami ajukan sebagai pancingan pembuka penalaran & kesadaran kita bersama ... semoga sampai & tidak stuck lagi ). Kita tetap harus respek sakralisasi tuhan lama (karena tampaknya memang ada misunderstanding tentang kaidah kosmik yang berlaku dengan sistem relasi yang terjadi ... bukan kesengajaan pemerdayaan karena niatan semula memang tulus untuk memberdayakan lainnya, koq .... susah ngomongnya, nih) namun perlu respek juga sisi positif mentalitas uebermensch ('tuhan baru?) ini dari sisi keperwiraan untuk menerima segalanya dan kemandirian autentik (bukan mencitra & tanpa meminta namun demikian harusnya/ adanya ) bukan untuk wild wisdom pembenaran addhamma berkuasa atas lainnya (wille zur macht / will to power... pelayakan kekuasaan untuk pemaksaan , penjarahan & penjajahan atas lainnya) ... kalau ini mah sami mawon (sama saja) bahkan lebih parah & payah ... tanpa malu dan tiada ragu menjatuhkan keberadaban spiritualitas manusiawi kita sendiri sehingga tampak semakin jelas/tegas semu, naif & liarnya ... sudah tidak harmonis (cukup tampak beradab di permukaan) apalagi holistik (memang sungguh beradab dalam kenyataan) malah neurotik & lunatik lagi (menyimpang dari kesehatan mental & melanggar bagi kebersamaan keseluruhan). Stabilitas dalam kebersamaan memang faktor penting dalam mengembangkan peradaban eksistensialitas namun perhatikan juga vitalitas kebebasan bagi keselarasan alamiah universal dan terutama pertimbangkan juga integritas keutamaan demi pengembangan ilahiah transenden semuanya (lainnya?) ... So, hindari atau bijaklah dalam menggunakan hegemoni hierarkis kala memaksakan kekuasaan atas lainnya (dalam kekuatan ada arah bagi kebaikan, Dalam kebaikan akan ada kekuatan).
NEXT .... REHAT LAGI. ADA PERLU ... MAPAK ISTRI. NANTI ? LIHAT DRAKOR. BESUK ? JAGONG LAGI. PASTI ADA WAKTU LUANG ... KALAU TIDAK ADA ? YA, LUANGKAN WAKTU YANG ADA. ASAL ARUS IDEA DARINYA MENGALIR YA SALURKAN SAJA .... KAMI CUMA PRALON BUKAN TANDON, KOQNUWUN. MAAF ... R3 (REKAP, REHAT,RELAX) DULU, YA ? Alasannya klasik ... repot eksternal, ribet internal, flow macet, nunggu file baru, dsb... hehehe.LINK SEMENTARA GOOGLE DRIVE =REKAP SD 13072023 OKE (108.79 MB )LINK SEMENTARA GOOGLE DRIVE =EBOOK ABHIDHAMMA BUDDHISME INA (DBS, ETC) = 184.01 MB ?ARCHIVE ORG MENYUSULSkip to main content listing of REKAP SD 14072023 REV.zipBAHASAN LANJUTAN SEE = JUSTSHARE Saling Berbagi Selasa, 11 Juli 2023 LANJUTKAN ,SEEKERSDARI ARCHIVE ORG Skip to main content listing of REKAP SD 14072023 REV.zipSkip to main content listing of PLUS EBOOK 14072023.zipHEHEHE ... TAMBAH AMUNISI BARU UNTUK MELANJUTKAN PEMBAHASAN KITA.disamping REKAP ada EBOOK BARU (BUDDHISM & TAOISM) ... antara lain Abhidhamma DBS yang edisi bukunya sudah kami terima dulu ... ANUMODANA.WELL ... SAMPAI MANA KITA ? Nietzche Mahakarya Nietzche dulu sudah juga kami upload, lho ... coba cari di
REKAP SD 14072023 REV/1 DATA/3 REKAP/ARCHIVE/TOTAL UPLOAD ARCHIVE 343 SD 08072023 OKE.docx
3271175
REKAP SD 14072023 REV/1 DATA/3 REKAP/ARCHIVE/TOTAL UPLOAD ARCHIVE 343 SD 08072023 OKE.pdf
39113592
Nietzche ? NIETZSCHE .... wah ralat salah nama lagi, ya ... kurang huruf s. /juga lainnya : ali syariati > shariati ... mistransliterasi: syin > shod ? /Jul 10, 2020NOVELdataPLUS NOVELS/ALL/NIETZSCHE
2020-07-10 16:35
PLUS NOVELS/ALL/NIETZSCHE/53962963-Seruan-Zarathustra-F-nietzsche.pdf
2020-07-03 23:32
1816858
PLUS NOVELS/ALL/NIETZSCHE/New folder
2020-07-11 02:03
PLUS NOVELS/ALL/NIETZSCHE/New folder/BEYOND GOOD AND EVIL.docx
2020-07-04 00:48
222981
PLUS NOVELS/ALL/NIETZSCHE/New folder/BEYOND GOOD AND EVIL.pdf
2020-07-04 00:49
632780
PLUS NOVELS/ALL/NIETZSCHE/New folder/Nurita Meliana 07203241006.pdf
2020-07-03 23:27
6983714
PLUS NOVELS/ALL/NIETZSCHE/New folder/THUS SPAKE ZARATHUSTRA.docx
2020-07-03 23:35
398768
PLUS NOVELS/ALL/NIETZSCHE/New folder/THUS SPAKE ZARATHUSTRA.pdf
2020-07-03 23:35
1348687
PLUS NOVELS/ALL/NIETZSCHE/Thus-Spoke-Zarathustra-by-F.-Nietzsche.pdf
2020-07-03 23:29
1126018
juga Jul 13, 2020MYSTICSdataSELECT MYSTIC 1/ENG/PHILOSOPHY/Nietzsche's Tuhan Sudah Mati.pdf
2019-01-05 13:51
2293529
Nietzsche (semoga tidak salah ketik lagi) memang figur yang unik ..... Well, ini piyayinya. Sangar, nggih?
REKAP SD 14072023 REV/1 DATA/3 REKAP/ARCHIVE/TOTAL UPLOAD ARCHIVE 343 SD 08072023 OKE.docx | 3271175 |
REKAP SD 14072023 REV/1 DATA/3 REKAP/ARCHIVE/TOTAL UPLOAD ARCHIVE 343 SD 08072023 OKE.pdf | 39113592 |
PLUS NOVELS/ALL/NIETZSCHE | 2020-07-10 16:35 | ||
PLUS NOVELS/ALL/NIETZSCHE/53962963-Seruan-Zarathustra-F-nietzsche.pdf | 2020-07-03 23:32 | 1816858 | |
PLUS NOVELS/ALL/NIETZSCHE/New folder | 2020-07-11 02:03 | ||
PLUS NOVELS/ALL/NIETZSCHE/New folder/BEYOND GOOD AND EVIL.docx | 2020-07-04 00:48 | 222981 | |
PLUS NOVELS/ALL/NIETZSCHE/New folder/BEYOND GOOD AND EVIL.pdf | 2020-07-04 00:49 | 632780 | |
PLUS NOVELS/ALL/NIETZSCHE/New folder/Nurita Meliana 07203241006.pdf | 2020-07-03 23:27 | 6983714 | |
PLUS NOVELS/ALL/NIETZSCHE/New folder/THUS SPAKE ZARATHUSTRA.docx | 2020-07-03 23:35 | 398768 | |
PLUS NOVELS/ALL/NIETZSCHE/New folder/THUS SPAKE ZARATHUSTRA.pdf | 2020-07-03 23:35 | 1348687 | |
PLUS NOVELS/ALL/NIETZSCHE/Thus-Spoke-Zarathustra-by-F.-Nietzsche.pdf | 2020-07-03 23:29 | 1126018 |
SELECT MYSTIC 1/ENG/PHILOSOPHY/Nietzsche's Tuhan Sudah Mati.pdf | 2019-01-05 13:51 | 2293529 |














Tidak ada komentar:
Posting Komentar