Minggu, 17 Mei 2026

LIMBAH HIKMAH DRAKOR

 

LIMBAH HIKMAH 
HIKMAH DRAKOR 


DRAKOR ?
drakor My Roommate is a Gumiho = fantasi
menjadi manusia yang manusiawi 
Jang Ki Yong as Shin Woo Yeo
Lee Hye Ri as Lee Dam
Kang Han Na as Yang Hye Sun
Kim Do Wan as Do Jae Jin
Bae In Hyuk as Gye Sun Woo

Episode 13 00:52:26,041  sd 00:56:21,531 : dialog roh gunung - lee dam

Kau tidak kenal takut. Kau bisa terluka.
Aku tahu. Tapi aku tetap melakukannya. Aku harus bicara denganmu.Kenapa kau harus sangat mengganggunya?
"Mengganggu"? Aku menjaganya dengan caraku sendiri. Kau ingin tahu rahasia yang tidak diketahui siapa pun? Bukan energi yang membuat Kelereng membiru. Dia butuh energi untuk meredakan rasa laparnya, tapi yang mengubah Kelereng membiru adalah hal lain.
Apa maksudmu? (Tidak! Jae-jin!)
[Kau harus menebak]  [apa yang mengubah Kelereng membiru.] Mereka yang bukan manusia tidak tahu apa itu manusiawi. Aku ingin dia mengalaminya sendiri. Aku ingin dia tahu rasanya putus asa, terluka,dan bahagia. Seperti Hye-sun dahulu.
Aku tidak mengerti maksudmu.
Yang membuat Kelereng membiru adalah kemanusiaan.
Kemanusiaan?
Woo-yeo mungkin berpikir Kelereng akhirnya memberinya jawaban. setelah 1.000 tahun karena bertemu denganmu, tapi Kelereng-nya pernah membiru. [Saat dia menghadapi kematian orang pertama yang dia sayangi] [dan mempelajari apa itu kesedihan.] [Tapi dia memilih untuk menutup hatinya setelah itu,] [dan melewatkan kesempatan untuk mewujudkan impiannya.] [Lalu momen dia penasaran tentangmu,] Kau bisa kembali sekarang.[momen dia mengasihanimu,] [dan momen] [kau membangkitkan keinginannya untuk menjadi manusia kembali,] [Kelereng itu memberinya jawaban.] .. Jadi, aku ingin menstimulasinya. Aku membuatnya kesal. Aku membuatnya frustrasi. Aku menempatkannya dalam situasi yang tidak dia inginkan tempat dia tidak perlu memberimu Kelereng untuk mendapat energi, berpikir itu mungkin membantu. Aku selalu merasa kasihan kepadanya, dan masih sampai sekarang
Kenapa kau tidak mengatakan ini kepadanya?        
Hanya karena kau tahu tujuanmu bukan berarti kau bisa ke sana.
Lalu kenapa kau memberitahuku ini
Karena kurasa kau mungkin bisa menemukan jalannya.
Kau mau petunjuk?
Petunjuk?
[Beberapa orang melepas jaket mereka saat angin kencang,] [sementara beberapa melepas jaket saat matahari bersinar hangat.] Menurutmu Woo-yeo tipe apa?
Apa yang kau... Apa? Ke mana dia pergi?  Kau tidak bisa menghilang begitu saja setelah mengatakan itu. Pokoknya, yang perlu kulakukan hanyalah melepaskan jaketnya.
transformasi melepat jaket untuk melampaui ? 
penolakan keberadaan semula atau pendambaan keberadaan berikutnya (ketersinggungan atau ketersentuhan ?) 

Eps 16 00:35:41,798 sd 00:35:47,168
Dukungan Yang Hye Sun
Kenapa kau tidak mencoba menjadi manusia saja? Jangan menyerah sampai akhir.

Ketulusan Lee Dam 
Eps 16 00:35:57,768 sd 00:36:05,998
Ini keputusan terakhir yang dia buat setelah hidup 1.000 tahun. Dia ingin kau bahagia, bahkan jika kau tidak mengingatnya sama sekali.
/Nona Dam./
 [Aku mengasihanimu dan akan mewujudkan keinginanmu.][Sebelum 1.000 tahun berlalu,] [sebelum kau menumbuhkan lebih dari sembilan ekor,] [jika kau bisa belajar bersabar,] [mencintai,] [berkorban,] [dan akhirnya menemukan alasan untuk hidup...] [Jika seseorang yang sangat ingin kau hidup menunggu...]
Eps 16 00:37:59,428  Sd  00:38:15,438
Tidak. Aku tidak ingin melupakan satu momen pun. Meskipun aku harus patah hati selama sisa hidupku dan meskipun aku tidak bisa melihatnya lagi.
term mengasihanimu ?  harusnya menyayangimu  (berkaitan dengan cinta .. mengasihi adalah dalam kesetaraan sedangkan mengasihani ... maaf ... terkesan picik merendahkan atau licik memanfaatkan ? see : Likrat Shabat di atas 
kelayakan Shin Woo Yeo
Eps 16 00:39:44,862 sd 00:40:41,752
Apa kabar, Nona Dam?
[Sebelum 1.000 tahun berlalu, sebelum kau menumbuhkan lebih dari sembilan ekor,] [jika kau bisa belajar bersabar,mencintai, berkorban,] [dan akhirnya menemukan alasan untuk hidup...] [Jika orang yang sangat ingin kau hidup menunggu,] [kau akan menjadi manusia.]

kelayakan menjadi manusia adalah karena kemanusiawiannya (kesabaran menerima, mengasihi /mencintai & mengorbankan keakuan diri / +  penantian ?  kejatuhan dari dimensi luhur atau kenaikan dari dimensi bawah (cuti citta kecenderungan menuju patisandhi vinana yang menarik ke kelayakan dimensi pribadi yang secara impersonal 'menginginkan' kehadirannya .... tingkatkan evolusi pribadi kelayakannya & harmoni dimensi pelayakannya bukan hanya demi kebaikan diri sendiri namun juga bagi kebaikan alam ini )

Monthly Magazine Home’ = lucu, wajar, alami ... tetapi ending-nya : sad or bad ? 
cast 
Kim Ji Suk as Yoo Ja Sung
Jung So Min as Na Young Won
Jung Gun Joo as Shin Gyeom
Kim Won Hae as Choi Go ‘Monthly House’ editor-in-chief
Chae Jung An as Yeo Eui Joo Editor
Ahn Chang Hwan as Nam Sang Soon

  

Episode 5 00:53:02,477 sd   00:54:46,097 = pernyataan yoo ja seong 
The world will be tougher on you.
If you do something well, they’ll be suspicious or envious.
If you do something bad, they’ll criticize your environment.
But you still have to live the best you can.  

Asal sedikit berusaha, anak bisa bertumbuh di lingkungan yang lebih baik. Orang yang tidak tahu hanya akan rugi. Dunia hanya akan membantu orang yang punya persiapan.
Tunggu sebentar.
Hidupmu mungkin akan lebih sulit dari orang lain. Asal kamu sedikit berhasil, kamu akan menerima keraguan dan iri yang tak beralasan.Tapi jika tidak berhasil, orang-orang akan menyalahkan lingkungan tempat tinggalmu. Meskipun begitu, kamu tetap harus berusaha hidup dengan tegar.
Gyelong terakhir di Korea adalah aku. Semoga kamu bisa melebihi aku, menjadi Gyelong terakhir. Mungkin kata-kata ini sulit dimengerti olehmu. Pokoknya, tumbuh sehatlah terlebih dulu. Tumbuh sehat.
Meskipun kata-katanya sedikit tak berperasaan, tapi dia sengaja datang untuk mengatakan ini padaku. Aku sangat berterima kasih padanya. Kata-katanya juga tidak salah.Maka dari itu...Bisa bantu aku memberikan ini padanya? Aku menjahitnya sendiri.Tidak tahu dia menyukainya atau tidak.
Baik.

plus :

 
People only see what they want to, but a photo records every single thing. it saw in the same time and place.  
mata orang hanya melihat apa yang ingin dilihatnya. Tapi foto bisa merekam keseluruhan dari suatu tempat di waktu yang sama
Eps 13 00:24:33,596 sd 00:24:44,236 = kutipan Na Young Won 
Eps 13 01:00:23,365 sd 01:00:32,345 = kesadaran Shin Gyeom
mata orang hanya melihat apa yang ingin dilihatnya. Tapi foto bisa merekam keseluruhan dari suatu tempat di waktu yang sama.
trigger drakor not musics, seeker ?
finally 
well cara pandang paradigma impersonal reality yang tidak konseptual kesadaran nivritti negative tetapi kontekstual kewajaran holistics .... solution x solace !
bukan hanya mandala nibbana tetapi samsara juga perlu ariya dhamma bukan hanya demi evolusi pribadi namun juga bagi harmoni dimensi  (paradigma Impersonal Reality Panentheistics dalam keberimbangan kebijaksanaan demi keberdayaan yang meniscayakan  kesedemikianan untuk keseluruhan  )

prinsip keesaan = memandang kesedemikianan dalam keseluruhan 
kedewasaan pencerahan untuk menerima kenyataan, mengasihi kesedemikianan & melampaui  keseluruhan. 
mata orang hanya melihat apa yang ingin dilihatnya tapi foto bisa merekam keseluruhan dari suatu tempat di waktu yang sama 
trigger drakor not musics, seeker ?
Konsep :
1. Be Realistics : kefahaman perspektif kesedemikianan yang menyeluruh 
2. To Realize : kesadaran integritas untuk tulus menuju pemurnian kesejatian 
3. of Real : kelayakan pencapaian yang sesuai 
bukan candu memabukan untuk perubahan bukan racun mematikan bagi keberadaan namun spirit bagi kedewasaan pencerahan 
mulai dari diri di sini saat ini dengan paradigma cara pandang bijak tidak sekedar idea pandang  
impersonal reality :memperluas tanpa melepas menempuh tiada menjauh 

 

What a relief. Thanks for making the video. It is really better, sweeter and wiser than the original one.
sungguh melegakan. Terimakasih untuk membuat(mengedit?) video tsb. Ini sungguh-sungguh lebih baik, lebih manis (indah) & lebih indah daripada yang asli.

(mungkin ) kata Blaise Pascal ? : hati memiliki logika sendiri .... yang walau naif namun lebih luas menjangkau dalam keesaan ketimbang rasio ... mencuri hikmah via keharuan empati kosmik akan esensi kemurnian kedalaman seperti reversed inference logika rasio, seeker ? sayang .. macet./ buntu./ balik (kesal?)
hehehe ... inilah payah & parahnya kepekaan tanpa keahlian (perlu keberimbangan kesedemikianan bukan pengharapan kesempurnaan). Kami memang agak jarang menggunakan tantien hati hadaya vathu (mental blocking arogansi intelektual?) karena membawa bom waktu emosi yang bisa meledak mendadak memang sangat meresahkan walau faham itu memang harus dilampaui bukan hanya untuk kedewasaan psikologis namun juga pencerahan spiritual. Kebenaran impersonal yang meng-Esa ini walau sulit dikatakan namun memang bisa 'dirasakan' (terhayati > terfahami .... susah, ya?) jika kejujuran nurani kosmik impersonal dibiasakan dan peleburan empati deitas personal dilakukan. (tetap menjaga kesadaran tetap holistik attentif reseptif asertif  & proaktif  tidak terbawa neurotik untuk sensitif / reaktif / kompulsif / agressif ?). Kemarahan (walau tulus sekalipun & mungkin berguna bagi kebaikan lainnya) tetaplah kebodohan (yang merugikan antahkarana diri sendiri secara impersonal).
Walau drakor serial 16 episodes Monthly Magazine Home ini underrated (?) namun sangat menarik alur pemeranannya ... terkadang membuat kita tersenyum karena kekocakannya yang wajar terkadang bikin baper juga secara alami. Sayang ... agak mengambang (mengecewakan fan ?) pada akhir kisahnya. Video di atas bukan tayangan resmi JTBC namun hasil editing kreasi alternatif kisah yang ideal (klise) fan harapkan .... dan sejujurnya walau mungkin terasa agak kekanakan dalam memaksakan harapan namun demikianlah sebaiknya alur kisahnya secara logika, etika & normanya tanpa mengurangi rasa hormat atas usaha / idea  episode resminya.
why the real ? 
dari cacat logika : 3 tahun punya rumah atau hanya dialog persuasi transaksional  bisnis ? ( trick hambar ?) just building a house not a home ?
untuk cacat etika : jika dinding besi topeng persona self mechanism defence keakuan runtuh dan emosi telah tumbuh menjadi cinta yang autentik dan kembali murni dia akan mengesa menjadi kasih universal yang akan bisa menerima apapun juga (bahkan pengkhianatan sekalipun apalagi hanya salah sangka dan telah faham belaka akan kemalangan lainnya). Pemutusan hubungan sefihak Na Young Won  terhadap Yoo Ja Sung  agak paranoid ? keperwiraan, kesungkanan atau pembalasan ?
akan cacat norma ?  : marriage / family seperti rekan mereka (agak lebai untuk modern life style korea / kubangan duniawi bagi mistisi pertapa ?). 
keberadaan, peradaban & keberadaban manusia akan hilang jika 'orang baik' selfishly meninggalkan tanggung jawab melestarikan kebersamaannya (samen leven ... celibate ?) Kesetiaan adalah hal utama yang akan ditempa dalam keluarga (sesungguhnya kita mencintai & mengasihi mikrokosmik/makrokosmik diri / Diri melalui media/figur lainnya .... Segalanya sesungguhnya tercipta dalam, dari dan untuk Cinta itu sendiri ... dalam lautan impersonal Subyeknya bukan sekedar antara gelembung personal obyeknya ..

Quote theme berkesan yang disampaikan : 
as long as there's love, any house can be home 
= sepanjang ada cinta , segala bangunan hunian  selalu akan dapat menjadi rumah kehidupan yang tepat.
Good Quote untuk ini juga 
Well, di WAG posting ini marak & umum sekali diposting. Sesungguhnya bukan hanya segalanya datang dari dan kembali kepada keIlahian yang sama namun dalam setiap detik dan detak kehidupan kita senantiasa berhadapan denganNya ... dalam pengetahuanNya..Pertanyaan krusialnya adalah pada level keilahian yang mana kita nanti masih akan berada ? .... bukankah bukan hanya alam dunia & barzah petta (masih lama hingga kiamat?) , alam neraka & surga (nanti juga akan pralaya ?) , bahkan level nibbana & samsara ada dalam wilayahNya  ?

as long as there's love, any house can be home = sepanjang ada cinta , segala rumah hunian (dimensi) akan menjadi rumah yang tepat (bagi evolusi)
Good Quotes !
Selama ada harmoni kesadaran dimensi di segalanya , segala dimensi mandala akan selalu menjadi media yang tepat bagi setiap pribadi untuk berevolusi 
Sadari kasih Tuhan dimanapun itu juga sebagaimana kelayakan yang memang demikian selayaknya/diterima & sewajarnya disyukuri (disabari jika dianggap negative oleh keakuan/kemauan .... itu adalah cara adil. arif & asih Impersonal Transenden kepada setiap laten deitas segalanya jika kita memandangnya secara holistik obyektif tidak sekedar subyektif personal demi kenyamanan wilayah harmoni dimensi dan pemantapan proses evolusi pribadi berikutnya )

Kembali ke MMH sebetulnya kami hanya iseng saja melihatnya .... sambil mencari inspirasi referensi spiritual yang mungkin belum terjelajahi selama ini atau sekedar menghalau galau menghabiskan waktu menghibur diri kami mendapatkannya justru pada saat episode telah mencapai episode 13. (untuk my roommate gumiho sejak awal karena kami memang suka cerita fantasi untuk menambah perspektif keilmuan ) dan kemudian mendownload episode sebelumnya dan menunggu episode sisa berikutnya hingga akhir.  Ini quotes yang membuat kami tersentak saat itu & tersentuh secara empati kosmik manusiawi setelah memahami rangkaian kisah sebelumnya + selanjutnya . 
 

Eps 13 00:58:33,615 sd 00:59:09,805
Loving someone and being loved... I know that it's a huge joy in life. I know it's the reason to live. I know that well. I guess I'm suffering because I know that. A bastard like me. shouldn't have known such joy at all.
Tapi, kenapa mencintai dan dicintai seseorang, adalah hal paling menyenangkan di dunia. Kenapa ia juga adalah alasan orang terus bertahan hidup. Aku juga tahu jelas. Justru karena mengerti, makanya aku begitu sedih. Orang sepertiku (bastard = 'bajingan'?), tidak seharusnya mengerti hal itu seumur hidupku.
Aneh juga ... mengapa ini selalu terjadi. Sebagai rasional seeker bukan emotional seeker harusnya jalur curiosity (kepenasaran) perspektif  filosofi yang kami utamakan dan bukan kegelisahan karena ketersentuhan romantisme 'picisan' (?) semacam ini. Toh script writer sesungguhnya telah membentangkan solusi pemecahan tersebut dalam rhetorika melingkar melalui alur pemeranan tokoh lain (Yeo Eui Joo & Nam Sang Soon ) tentang kepercayaan, keberbaikan hingga komitmen pernikahan membina keluarga hidup berumah-tangga (tidak sekedar berrumah-tinggal ... real home not just house) bukan sekedar tentang pemujaan cinta personal namun juga penerimaan universal dan kewajaran eksistensial untuk kemudian seharusnya dilakukan tokoh utama (Yoo Ja Sung & Na Young Won) pada waktu berikutnya jika episode terus berlanjut.  Lagipula di akhir episode juga ada pesan kasih untuk berbagi bersama lainnya (kriteria rumah bagus ?). Plotnya secara ideal (?) mungkin agak kacau (disengaja?) tetapi diakhir tampak mengarah kepada yang jauh lebih jauh & luas. Ah.... entahlah drakor memang asyik (menyentuh ringan & wajar ke kedalaman tidak menyingggung secara kasar dengan menggurui /menghakimi atau vulgar dalam kekonyolan mentertawakan dengan perendahan lainnya di permukaan) namun demikian umumnya sebagaimana entertain lainnya cenderung profan (kebiasaan tercela berprasangka mencela lho, seeker - araogansi intelectual yang cynical meninggi dalam mengamati ?) 
E13. 00.56.43.470 =Semoga harapan mereka bisa terwujud suatu hari nanti
Ya, Tuhan ... kejujuran Kasih Impersonal apalagi yang hendak Kau singkap dalam memperluas cakrawala pemahaman bagi kesadaran akan perjalanan yang harus ditempuh dalam keabadian hidup ini. Tampaknya ini akan menjadi kebijaksanaan impersonal reality baru yang lebih utuh tidak dengan penyangkalan nivritti negative untuk selfless beralienasi transenden ataupun sekedar pravritti  selfish perjalanan kewajaran manusia immanen biasa kebanyakan yang kita lakukan selama ini ... penghayatan untuk merengkuh & direngkuh keseluruhan. Susah juga penggambarannya, ya ? 
Namun kemudian mengapa jadi kembali ingat novel Siddharta Herman Hesse , dsb tentang paradoks realitas fenomena kesedemikianan ini. ..... semakin jelas terlihat desain kosmik ini namun mengapa jadi sangat susah menyatakannya ?
Well, harusnya sudah cukup selesai logika akal mengikuti kata hati .... Repot juga menuntaskan frame work posting ini jika arus batin selalu spontan menyusahkan diri (agar posting tetap logically terstruktur sesuai triade paradigma semula). Apa kerangka berfikir harus disesuaikan lagi ? Mbuh ... lah, hehehe.  
ya .... self term holistik avritti (mengesa dalam keseluruhan tanpa terdelusi dualitas ) bukan lagi selfless (kesucian alienasi nivritti negative penyangkalan = meniadakan keakuan karena kontradiktif dengan tanggung jawab eksistensialitas harmoni dimensi eksternal sebagai figur personal ) apalagi selfish (keliaran pravritti postiif perayaan = mengumbar keakuan karena kontraproduktif dengan tanggung jawab transendentalitas evolusi pribadi internal sebagai zenka impersoanal) .....!!!!
tampaknya memang demikian reversed inference perkembangan tepatnya tantien rasio ke tantien hati ..... setelah itu ke tantien terakhir pusat, seeker ? 
kesedemikianan keseluruhan segalanya ..... tiada yang tercela , tiada yang tak tercela , tidak ada yang perlu tercela dalam proses tanazul taraqi ini. tak perlu mencela karena memang tidak ada yang perlu dicela dalam desain sempurna kosmik ini ..... sempurna pada awalnya hingga akhirnya (romantika pelangi yang dinamis antara kewajaran penyesatan & kesadaran pencerahan, kebahagiaan & penderitaan , kemasih-bodohan & kesudah-fahaman, etc etc etc 
bagaimana lagi, nih ? kalau mau maju & baik .... terpaksa harus lebih kontekstual tidak lagi konseptual seperti sebelumnya. malu & ragu karena idea ini baru (asimptot gnosis wisdom sepanjang zaman pada kesadaran di akhir yuga atau awal kalpa ?)... sungkan & riskan karena harus berbenturan dengan konsep yang disakralkan dulu sebelum kebijaksanaaan keseluruhan telah utuh difahami sepenuhnya dan secara bijaksana baru bisa diterima. Ini tidak menyimpang sama sekali dari bahasan sebelumnya namun dengan cara pandang yang lebih luas kita justru akan menerima kesedemikianan ini dengan lebih benar, bijak dan bajik.

POSTING TERAKHIR  DRAKOR BULGASAL ?

kutipan = Posting terakhir  BULGASAL (Limbah Hikmah Drakor)
INGAT dan tepati janjimu 

HUJJAH MULIA UNTUK KEMBALI BUNGKAM,  SEEKER ? 

Link Video = 

Sabbe satta bhavantu sukhitata ?  = Semoga semua makhluk berbahagia 
Sabbe satta bhavantu appamada ! = Semoga semua makhluk terjaga  
(kebahagiaan atau keterjagaan ?) 
Dalam ketidak-tahuan orang memang bisa bahagia (walau terpedayakan kegembiraan semu bahkan dengan membawa penderitaan lainnya ).
Hanya dalam keterjagaan kebahagiaan sejati ada ... selalu memberdayakan & tidak memperdayakan.

So,
Wei Dan : Limbah Hikmah : E 16 The Great Show ( Wi Dae Han Show ) – Drakor
00:02:32 --> --> 00:02:59
Life is about choices.
And those choices...
come with responsibilities.
This is the time...
for me to bear that responsibility.
00:02:32 --> --> 00:02:59
Hidup adalah tentang pilihan.
Dan pilihan itu...
datang dengan tanggung jawab.
Inilah saatnya...
untukku memikul tanggung jawab itu.
Apa yang ada di benakmu, seeker ? 
Penghindaran dengan dalih semu kerendahan hati , amanah kebersamaan atau apalagi ? Sama sekali tidak berguna dan bahkan malah tercela. Just say .... katakan saja apa adanya inferensi desain kosmik dan kaidah dharma yang menunjangnya segera ... tak usah berputar-putar lagi. 

Sesungguhnya  tiada maksud sedikitpun dari kami untuk bersengaja berputar-putar selama ini. Sudah coba kami lakukan berkali-kali posting (puluhan bahkan lebih di seluruh blog kami, antara lain : just for seeker, limbah hikmah, dll) untuk memformulasikan paradigma kesedemikianan ini secara sistematis dan terstruktur sebagaimana yang kami harapkan ... walau kami tahu sesungguhnya ini sangat sungkan dan riskan untuk mengutarakannya. Kami sungkan karena kami harus tahu diri akan level kelayakan pribadi kami sendiri dan sungkan karena ini bukan hanya akan memposisikan diri kami tersudutkan bukan hanya sebagai public enemy namun bisa jadi cosmic enemy dikarenakan akan tampak sebagai kontroversi pandangan yang memyimpang dan bisa jadi dianggap membahayakan ? link AM 
Semula kami coba memberanikan diri hanya sekedar share dalam judul Suceng Selon Seeker ... namun ternyata seperti biasa macet dalam menuliskan aliran pemikiran tersebut ... padahal biasanya jika dalam kondisi bebas bisa lepas spontan leluasa mengalir. Mungkin ini - meminjam istilah teori quantum learning - dikarenakan otak kita pada dasarnya adalah prosesor visual ketimbang verbal yang susah mengutarakan keseluruhan yang utuh secara linear ? Jadi biarkan saja kami gunakan posting ini untuk membuka keran idea denga menuliskan apa saja yang mampu kami ungkapkan untuk kemudian kami edit untuk yang patut di-share saja. Tak usah dibaca karena fikiran kera (istilah meditator) ini akan melompat-lompat ...
Suceng ? suceng maksudnya jujur apa adanya.... tidak masalah menang atau kalah yang penting benar dan tidak salah . (Fair Play) link FB
Suceng sesungguhnya istilah para penjudi (ketahuan mantan petaruh tetapi kalahan, lho... kami memang bukan orang baik-baik dalam artian hidup bersih, saleh dan lurus sejak dulu ... sekarang ? semoga tidak ulangi lagu lama, ah ... sudah tua. Ibarat pohon kayu sudah gapuk melapuk menunggu maut) Jadi ingat nostalgia tempo doeloe ketika masih pekok dan heboh ... mbambung kabur kanginan (istilah jawa : keluyuran tanpa jelas arah tujuan) hingga suatu saat kami menanyakan pada diri sendiri tentang apa arti hidup ini ,mengapa kehidupan yang tidak pasti seperti ini harus kami jalani dan bagaimana harusnya kami mengamati, mengalami dan mengatasi grand desain sistem kosmik ini. Itu adalah titik balik diri untuk kembali wajar sebagaimana kebanyakan orang dan juga bahkan untuk menjadi sadar sebagai seorang seeker tentang hakekat permainan kehidupan ini. Paska reformasi 1998, dalam kewajaran beragama keluarga (sebagai muslim) kami juga menjelajah ke berbagai tempat untuk belajar agama dan norma kosmik lainnya (Kristen, Buddhisme, Mystics, etc).  Kami ingat setelah bersama seorang teman Buddhist ikut diklat manggala dharma di Vihara Mendut akhirnya kami pergi ke Jakarta ke Vihara Dhamma Cakka untuk belajar Abhidhamma kepada (mendiang) Bapak Pandit J Kaharuddin (namun gagal ... walau sudah berpapasan sebetulnya ... seorang mahasiswa STAB memberi kami buku Mahasatipatthana saat itu ... tanpa tahu arti pentingnya saaat itu ; disamping itu kami juga ke Radha Soami satsang beas memperoleh referensi mystics dari tokoh pengurusnya dan Anand Khrisna Ashram meditasi katarsiS osho therapy stress managemen dan bertemu seorang penempuh lainnya.  Well, pengalaman berkesan sebagai seeker ... sebelum kami akhirnya memutuskan untuk kembali wajar membumi hingga saat ini. 
Selon ? selon juga istilah para penjudi artinya puputan, habis-habisan ... nekat mempertaruhkan segala yang dimilikinya di meja taruhan 
Seeker ? istilah umum untuk pencari kebenaran (sebatas referensi seperti kami truth seeker namun belum menempuh/menembus realisasi True Seeker .padaparama ?)

Langsung saja, kelamaan ...
apa itu monkey mind awalnya tadi ? pengakuan dosa atau pengemasan kerendahan hati ? mengagungkan ketinggian diri memang akan jelas tampak sebagai kesombongan yang tersurat namun menunjukan kerendahan hati itu terasa seperti pengalihan diri dan bahkan pembanggaan diri yang tersirat ?
Walau tanpa energi (kemarahan seperti biasanya ?) dengan kesadaran niatan untuk sekedar menuntaskan janji untuk berbagi walau tanpa pemantasan kemasan normatif religius spiritual yang sebagaimana harusnya ... kami ungkapkan hipotesis paradigma ini. Bisa jadi ini akan menjadi gelombang liar pengertian yang akan memporak-porandakan kemapanan lautan yang tenang ... hening dalam kesemuan, mapan dalam ketidak-mengertian bahkan kokoh dengan bangunan kepalsuannya. Saatnya kita memahami Grand Design permainan keabadian ... dagelan nama rupa di seluruh mandala ini hingga kita mampu beraktualisasi secara holistik, harmonis dan sinergik dengan tanpa perlu mengalienasi diri (Mystic pantheistic or paradigma sudhavasa ? ) apalagi saling mengeksploitasi  (atta & loka dipatheyya). Being true, humble & responsible adalah keniscayaan yang seharusnya sadar dilakukan karena kaidah kosmik yang transenden impersonal tidak naif butuh pengakuan, liar rakus perhatian dan tetap suci dalam kearifanNya atas liarnya kebebasan yang dibiarkan tersebut akan memaksakan segalanya yang terlingkup dalam script skenario drama dalam dharma ini, Sadarilah sesungguhnya kita senantiasa  berhadapan dan berada dalam Dia yang jeli, suci dan adil demi ketertiban kosmik mandalaNya. Kita tidak mungkin mampu berdusta, mengagungkan diri apalagi lari dari tanggung jawab karena segalanya tergurat jelas di antahkarana jiwa dan impersonaly/ automatically akan keterniscayakan proses kelanjutannya sesuai dengan avijja kebebasan yang diberikanNya ( juga termasuk untuk KeIlahian Impersonal Transenden Lokuttara > Keilahian Transpersonal Brahmanda > KeIlahian Personal Kamavaca ?).     
BAHASAN =  kerusuhan REFORMASI 1998 
menjarah, etc ? kebiadaban bangsa (yang menganggap/mengharap diri) beradab ? Haruskah demi transisi sejarah manusia (reformasi, revolusi, suksesi kepemimpinan etc) perlu mengorbankan sisi kemanusiaan kita. Niat (buruk/ busuk) bisa tersirat dirasionalisasikan pembenarannya namun cara tetaplah yang menentukan karakteristik personalitas diri kita sebenarnya . Para satrio piningit ... seluruh warga bangsa (apapun agama, ras suku anda) ... jadilah pemimpin yang bisa ngemong (menjaga kebersamaan) bukan hanya pemimpi yang asal ngomong (menghasut perselisihan). Siapapun orangnya terserah yang penting caranya nggenah & membawa berkah.  
Keberadaan sebagai manusia adalah amanah yang susah dicapai (bagaikan peluang kura-kura buta, Buddhist?)  bukanlah sekedar anugerah istimewa yang diberikan agar kita merasa bebas seenaknya untuk berhak menggunakannya untuk membuat musibah (bukan kepada diri sendiri saja yang sudah pasti namun akan berlipat ekstra jika ditujukan pada lainnya ... ingat mandala ini homeostatis yang interconnected dalam equilibirium ... kita tidak akan pernah mungkin bisa menyakiti yang lain tanpa melukai diri kita sendiri - Kaidah kosmik tentang Kasih ). Bagaimana mungkin kita merasa patut akan dapatkan surga kelak jika kita senantiasa membuat neraka (kebencian, kejahilan & kerakusan) kepada diri sendiri dan menyebarkan neraka (kerakusan, kekejaman & kebejatan) kepada lainnya. (LINK : mustarih vs mustaroh ?).  Di dimensi terburuk mandala ini (bahkan niraya lokantarika sekalipun) jiwa ini walau tetap terpaksa diterima demi keseluruhan namun  tidak akan dirindukan/ diharapkan keberadaannya apalagi di dimensi yang lebih mulia (surga / termasuk : eteris & duniawi juga, lho/ - selain surga nikmat astral perolehan kebaikan , surga hikmat mental triloka keahlian penciptaan ; bahkan kembali ke dimensi ilahiah samsarik jhana 1 sd 3 abhasara etc , mantap seimbang di jhana 4 atau terlelap di anenja brahma, swadika di suddhavasa (tanpa delusi lobha, dosa dalam keEsaan ) bahkan lokuttara nibbana (tanpa juga moha "diri' - 'alam' - 'inti"). 
Well, walau secara pribadi kami memandang setiap level, layer dan label keberadaan (baik nista atau mulia) tetap setara dan mutlak ada dalam desain holistik keseluruhan ini ... namun layakkan diri untuk senantiasa selaras dalam kaidah kosmik Dharma  (Dharma kebenaran yang tersirat dari Dhamma kenyataan yang tersurat ) walau karena Avijja kita seakan bebas menyimpang juga dengan konsekuensi dampak karmik pada setiap effek kosmik secara internal dan eksternal.  Keberadaan manusia adalah keberadaan mediocre (sebagaimana juga chaurasi keberadaan lainnya kita kelak .. 84 juta jenis keberadaan di alam semesta alamiah / layer mandala ilahiah ini, yogin ? termasuk petta asura/yakha di barzah eteris karena kelekatan eksistensi , pengharapan & penganggapan tanpa peniscayaan kelayakan ke dimensi yang lebih murni, hewan karena standar kebuasan/ kebodohan kita dominan untuk melayakkan ke level ini , 'Laundry' niraya karena parahnya antahkarana batin 'setan' kita (internal bukan eksternal, lho .... moha, lobha & dosa - kepekokan/kehebohan , kecanduan/ kerakusan , kebencian / kekejaman ... asava MLD keakuan/ kemauan kita sendiri itulah 'konsep' setan sesungguhnya), dst. Kami tidak menafikan adanya pelabelan umum 'figur' kosmik tertentu sebagai "setan" (?) seperti para petta , asura , mara dsb.  Tiada maksud sedikitpun dari kami untuk membela pandangan kami atau mencela anggapan tersebut namun bisakah kita melihat segala sesuatu dalam perspektif yang lebih luas dan arif akan desain kosmik yang ada ... ada sejumlah petta yang tampak mengerikan karena ketidak -beruntungan dalam proses kematiannya (kecelakaan, penyakit etc) , tidak semua yang terjatuh (asura) atau hanya mampu mencapai level rendah (yakha) bahkan yang harus menanggung beban kecenderungan sebagai hewan ataupun membersihkan noda batin di niraya . Hargai keberadaan segalanya yang saat ini menjalani beban peran yang ditanggungnya (reaktif atau responsif untuk pelayakan berikutnya ?). 
Hati-hatilah bisa jadi yang kita cela adalah yang kita puja adanya atau bahkan berempatilah karena mungkin bisa jadi itulah justru diri kita sendiri nantinya. Dalam desain kosmik yang dinamis dalam proses evolusinya ini sesungguhnya tidak perlu mencela atau membela apapun juga .... karena setiap dari yang ada sesungguhnya adalah bagian dari keseluruhan yang sama.  Sebagaimana bola yang kita lempar ke dinding akan kembali terpantul ke kita demikianlah segala pandangan / tindakan akan berbalik kepada empunya. Intinya : pring podo pring ... ojo daksiyo marang sasomo (segalanya hakekatnya beresensi sama asalnya .. walau beda buihnya namun tetaplah air di lautan yang sama adanya. Tak perlu merendahkan lainnya. Ojo dumeh ?). Dalam kesedemikian ini bukan karena penganggapan / pengharapan namun keselarasan peniscayaan yang senantiasa terjadi akhirnya. 
   
Link data : 
promo neraka
Link video : 
Bhante Pannavarro : delapan kondisi ( yang tidak menguntungkan ?)

LANJUT 
TRIADE LANJUT
1. DRAMA DALAM DHARMA (prolog) .... limbah hikmah drakor pembuka teaser pondasi orientatif 
2. DHARMA DALAM DRAMA  (Monolog) .... pembabaran menyeluruh pandangan kesedemikianan
3. DALAM DRAMA DHARMA (Epilog) ..... rangkuman dialektika pandangan keseluruhan 
Tema Imlek Pan-encosmic
Drama dalan Dharma = Limbah hikmah Drakor Bulgasal 
Avijja ? Konsep Panenthesistic Theosofi ( Suchness Philosophy)
PROLOG 
Sharing Paradigma Holistik untuk menerima, mengasihi & melampaui 
MONOLOG 
Just Share ... >  x attaniya dipatheyya , loka lokiya (kultur sosial, norma publik - dogma asura, etika devata - mystic panetheistik /Brahma Gyana/ - paradigma suddhavasa /Saddha Ariya/)
- PARAMA DHARMA 
Just Idea ( Keberagaman pandangan adalah biasan pelangi yang tidak utuh dari cahaya mentari yang sama ) 
- MANDALA ADVAITA 
Just Area :  ( keberanekaan layer - level dan label dalam mandala yang sama = Kamavacara  - Brahmanda  - Lokuttara )
Parama Atta ? Tuhan (Absolute Impersonal Transenden > Guardian Personal Immanent ) < Causa Prima Sentra Segala < Inti Suci ( Panentheistics > Pantheistics > PanDeistics ;etc    .... Transendensi kemurnian yang tanpa batas dalam keTak-Terhingaan (realisasi tanpa identifikasi, eksploitasi , alienasi )
MANDALA ADVAITA : just area ..
Dhatu kelayakan evolusi pribadi, kewajaran harmoni dimensi, kesadaran sinergi valensi 
kelayakan evolusi pribadi = peniscayaan kaidah karmik why demit eteris ?
kewajaran harmoni dimensi = How asura fall ?
kesadaran sinergi valensi = sakshin what Buddha ? paradigma sudhavasa di mayapada 

Drakor Bulgasal ?
Link Download video resolusi terbaik ? (1080 > 720 > 540 > 360 pixel ?)
Sekilas kami melihat walau unik dan menarik agak absurd juga plot ceritanya (transmigrasi beban karmik antahkarana arus kesadaran jiwa pribadi lain ?) 
Namun demikian sebagaimana biasa selalu ada hikmah yang bisa kita ambil dari limbah apapun juga di mana saja selain ketersentuhan hati untuk menyerap idea yang lebih dalam (absorpsi intuitif untuk reversed inferensi disamping referensi intelek minus realisasi insight.... maklum padaparama, nih) ataupun sekedar penghiburan romantisme identifikatif semata (hehehe ... sati untuk indria samvara kami akui memang payah.) 

Samsara ini memang menyusahkan dan sering menyesatkan .... tetapi mengasyikan juga, ya ... hehehe. (Guyon ... semoga bersama figur lainnya tetap ndagel secara patut tidak mbacut mbadut )
BAHASAN = Drama & Darma ?
Kami tidak tahu kenapa kami memulai dengan drama ini pada mulanya (Drakor lagi ... payah & parah, deh ?) Namun kemudian kami menyadari ini adalah cara kami mencari celah untuk masuk tanpa harus vulgar menggurui lainnya (prinsip majeutike, Socrates ?) ... Sial, bukan hanya membingungkan lainnya namun juga mengacaukan plotting pembahasan yang seharusnya langsung mengarah saja ke pokok permasalahan ... directly & deductive ? (aksiomatis & dogmatis ... wah, nggak asyik, nih ) ... Niat & cara tidak sinkron (walau lebih cepat & mudah ... hehehe, jadi inget jurus lempar handuk kasih kunci LKS, cegat kisi-kisi sebelum PTS/ PAS ... kalau masih gagal KKM ? jurus statistik Excel untuk  menyesuaikan target minimal yang didapat di Vlook-up dan nilai ideal yang optimal terkemas dalam riasan indah , megah & ilmiah sesuai yang ditetapkan ... walau diakui kelihaian bukan kemurnian ini memang agak curang , kepakaran gaya /nguntul, ngentul, ngentel / dan kecakapan daya akademisi ternyata cukup "berguna" juga dalam kebersamaan ini, Pascal  : society is hypocricy ?
KOSMOLOGI THEOSOFIS PANENTHEISTIK 
BAHASAN =  TENTANG IDEA 
kami tidak membuatkan belenggu, sesembahan maupun kelompok baru & beda 
pandangan universal panentheistic (bagi para filsuf ), pandeistic (bagi para agamawan) bahkan panatheistik  (bagi para agnostik)
rintisan paradigma holistik untuk dikembangkan sesuai kematangan keberadaan diri (puthujana, sekha, bahkan asekha )
BAHASAN =  TENTANG DRAMA DHARMA 
kehidupan ini drama kita semua (sesungguhnya walau lebih nyata namun tidak hanya pekok tetapi juga sangat heboh melebihi K-drama ... jika mulai baper , saran kami lihat shooting behind scene nya ... pemeran yang berkonflik ternyata malah akrab dan cengengesan satu sama lain ... genius berinteraksi akrab dalam kebersamaannya walau memang serius berkolaborasi dalam pemeranannya sesuai script writing skenario yang ditetapkan ... seperti politisi ? nggak /mau/ tahu ! ). 
Walau mungkin dalam ketidak-mengertian, ketidak-perdulian dan ketidak-berdayaan tetaplah meniscayakan kita saat ini menuju kelayakan kita saat nanti (akumulasi karmik peniscayaan dhatu atas  selama proses  kehidupan abadi jiwa ini dsb).
Ovada patimokha di bulan Magha + apamadena sampadetha ? Apa ini ... ? Oh, ini tips terakhir di Epilog setelah Prolog teaser & monolog bahasan harusnya.

 LIMBAH HIKMAH DRAKOR BULGASAL
Bulgasal E 14 00:43:31,388 --> 00:43:34,349
rasionalisasi pembenaran kepentingan Ok Ul Tae provokasi Kwon (ironis ?)
Sometimes, those who aren't human reincarnate as one.        
Adakalanya makhluk yang bukan manusia, terlahir menjadi manusia.
( dalih pembenaran dengan dalil kebenaran ?)
Adalah kebodohan untuk membodohi diri sendiri apalagi diperluas dengan membodohi lainnya (dosa ~ amal jariyah ) . 
Penyesatan sebagaimana pencerahan bisa saja (perlu ?) ada namun celakalah yang melakukannya (Kel 20 :7?) ... karena walau ada pembiaran kebebasan namun setiap effek kosmik (mentally, verbally & actually) akan berakibatkan dampak karmik bagi pelakunya .Segalanya terjadi sebagai peniscayaan .... Diperlukan keberdayaan autentik holistik pelayakan tidak sekedar kepercayaan penganggapan dan pengharapan belaka.
Jangan meng-kambing hitamkan (konsep/figur) setan untuk segala kebodohan, ketamakan dan keganasan kita. Tanpa godaan setan eksternal sekalipun, internally kita sudah cukup parah dan payah melakukan kesalahan, keburukan dan kekejaman apapun juga.   
Jangan memperdayakan (konsep/figur) Tuhan. Sesungguhnya Dia tidak sama pekok dan hebohnya sebagaimana kita yang masih naif dengan pembanggaan diri, liar dengan pengumbaran nafsu dan ganas untuk menghancurkan  sesamanya ( guardian personal kamavacara "Tuhan" lainnya ?)
Sungguh seluruh mandala semesta ini tersedia cukup bagi semuanya namun tidak akan pernah cukup untuk memuaskan kesombongan, keserakahan dan kedurjanaan seorang manusia sekalipun.
Triade Manuver Target = mencari celah - menjadikan tercela - membuatnya celaka  
BAHASAN =  stigma kadrun ? 
setiap jiwa walau tampak beda namun sama & setara dihadapanNya ( ariya atau asura, hewan atau manusia, dewata atau petta etc  ?) 
Gonggongan anjing ? no, ini lolongan serigala, lho. (lebih parah ? ... tidak sekedar membuat kegaduhan pembenaran kepentingan dalam kehidupan ini namun memecah kesunyian meratapi drama keabadian yang terjadi ?)
Ini guyonan ? bukan ... kami harus tanggap & empati atas misunderstanding (blunder & manuver ... benar saja masih dicari celah salahnya , apalagi kalau bisa salah & disalahkan ... berbahagia di atas derita orang lain ?; merasa mulia dengan menista lainnya ? NO WAY.
Ada 3 humor versi Osho : laughter (tertawa ).... link artikel Osho mana ? 
satu, black humour (dengan cara mentertawakan orang lain kita merasa bahagia ? batin yang sakit ... namun sadarkah kita bahwa kita senantiasa merasa wajar untuk melakukannya setiap saat ... kita adalah badut yang merasa nyaman dan bahkan senang jika badut lain ditertawakan/ direndahkan karena dengannya kita merasa masih/ tetap / makin mulia daripadanya ... Schaden Freude : senang lihat orang lain susah, susah lihat orang lain senang ? See : Brahma Vihara di bawah.
dua, self humour mentertawakan kekonyolan diri sendiri ... cukup sehat 
tiga, cosmic humour mentertawakan permainan kosmik / 3 laughing monk = 3 serangkai rahib tertawa/... dianggap guyonan tertinggi ? (sadar namun tidak wajar malah terkesan kurang ajar ?) 

Link video : 
KRITIK RELIGI
 
Bhante Pannavarro : Jangan membuat stigma 

Tiga Pesan Abadi keheningan kosmik yang diungkapkan para Buddha : Jauhi kejahatan, jalani kebajikan, sucikan fikiran  
Link Data: www.tiny.cc/dhammapada-183: Bro Billy Tan (p. 12 - 20)

Jauhi kejahatan namun dengan tanpa membencinya, Jalani kebajikan namun dengan tanpa melekatinya dan Sucikan fikiran namun dengan tanpa mengidentifikasikan apalagi mengeksploitasikan diri padanya (Dhammapada : 183). Itulah paradigma (yang walau tampak terdengar "sederhana" namun sesungguhnya sangat sempurna / bijaksana ) wejangan para Buddha untuk bukan hanya melalui namun juga melampaui samsara menuju Nibbana yang direalisasikan dalam keterarahan /keselarasan simultan triade pemurnian Sila - Samadhi - Panna.

Jadilah media kebaikan yang murni x media keburukan yang kacau bagi diri sendiri, makhluk lain dan living cosmic ini baik transendental, universal, eksistensial . senantiasa terjaga sebagai media impersonal akan figur personal samsariknya sehingga memungkinkannya untuk bukan hanya berjaga dari keterpedayaaan bahkan semakin memberdaya diri namun juga mampu menjaga untuk tidak hanya memperdaya lainnya namun justru memberdaya lainnya..... tetap orientasi berpandangan, berpribadi, berprilaku ariya apapun peran, dimanapun dimensi dan kapanpun situasi kondisinya. Menerima tanpa perlu kebencian, mengasihi tanpa perlu pelekatan , melampaui tanpa perlu merendahkan. So, jika keniscayaan pembebasan/ pencerahan/ pemberdayaan belum mampu tercapai, keselarasan tertib kosmik yang holistik, harmonis dan sinergik akan kebenaran, kebajikan dan kebijakan masih terjaga .... bagi diri sendiri, makhluk lain dan living cosmic ini.


BAHASAN =  Brahma Vihara ?   
Brahma Vihara ... Singkatnya Brahma artinya Tuhan, Vihara artinya rumah / kediaman. Jadi Brahma Vihara secara harfiah artinya menjadikan diri (konteks Panentheistic X pantheistics = spiritualitas batiniah bukan eksistensialitas zahiriah) anda sebagai 'rumah Tuhan'. Ini bukan berarti anda menganggap (mengidentifikasikan / mengilahkan) diri atau bahkan berharap (dideifikasikan/ diilahkan) lainnya sebagai Tuhan. Namun kaidah appamana Brahma Vihara ini adalah mengaktualisasikan diri agar anda layak menjadikan diri anda murni untuk memantulkan (bukan memancarkan ) bagi kuasa , kasih & ilmu Tuhan secara utuh ... bagaikan rembulan yang memantulkan cahaya mentari. (paradigma humble universal : meng-Esa tanpa meng-aku sebelum nanti paradigma true transendental : kiriya anatta ... meniada walau ada ... tentu saja setelah paradigma responsible existensial : genah nanging ngelumrah ... aktualisasi murni kesadaran di kedalaman dengan kewajaran ke permukaan ... menghindari keburukan agar tetap murni mukhlish tidak terjatuh apalagi jika sampai muflish bangkrut dijatuhkan karena keburukan meluas tidak hanya internal namun external juga, menjalani kebaikan untuk meningkat/ berkembang dan selaras akan keniscayaannya ... tanpa benalu pengharapan (pamrih, pahala bahkan parami ?) juga jerat penganggapan (istilah sufismenya : lillah billah dan fillah /untuk, dengan & dalam Tuhan/?... menjalani kebaikan semata demi kebaikan itu sendiri ... karena memang demikianlah keselarasan itu dilaksanakan ... susah, ya ...
Nanti saja kita bahas lagi paska Monolog pada epilog Ovada patimokkha ). 
lillah ? akan ramadhan lagi = revisi makalah al ashr, seeker. )
https://www.youtube.com/watch?v=JnKIS7puWWg&list=PLZZa2J4-qv-ZLGcgdRBKNg5HaIsp9DJ5G&index=11

Tentang Sakshin = mengesa tanpa keakuan ? (amoha > alobha > adosa ... avijja atas mana > tanha ? ...  see : domino effect keakuan  link ? 
abhidhamma (filsafat psikologi metafisik ilmu jiwa tanpa jiwa ?) & mahasatipatthana (panduan taktis sakshin )
Terima kasih, Bhante Ashin Kheminda dan DBS atas referensi Abhidhamma yang diberikan.

Tentang Tuhan = personal kamavacara < transpersonal brahmanda < impersonal lokuttara ?
Brahma Baka ? Guardian Sant Mat ?  
       buddha brahma
Link data :
PLUS 

Link video : 
Bhante Pannavarro : Empat kediaman luhur 

Bulgasal :E. 02 00:11:55 --> --> 00:12:27
 Wejangan Dan Geuk kepada anak angkatnya Dan Hwal 
00:11:55 --> --> 00:12:27
You are not a Monster.
You were born a human and lived as human
You have the heart of a human.
So live as one 

00:02:32 --> --> 00:02:59
Kau bukan Monster.
Kau terlahir dan tinggal sebagai manusia.
Kau punya hati manusia.
Jadi hiduplah manusiawi sebagai manusia
di setiap mandala keberadaan yang ada kesadaran evolusi pribadi tetap dilakukan namun kewajaran harmoni dimensi juga harus diusahakan dan juga sinergi valensi. Di setiap layer keberadaan (dari lokuttara hingga lokantarika sekalipun) ada level yang harus diberdayakan, ada label yang harus dibersamakan untuk bisa menerima, mengasihi dan melampaui.
Seperti air yang sama di samudera demikianlah kita ...  walau tetap setara di kedalaman awalnya namun tampak  sebagai buih yang berbeda di permukaan kita memang tampak beda. Equal but Respect ... kesetaraan dalam penghargaan dalam keseluruhan sesuai dengan peran yang dimainkan. ingat salam namaste. 
karena kita semua sesungguhnya menghadapi ketak-terhinggaan holistik dinamis yang berlevel tanpa batas bukan sekedar keterbatasan neurotik stagnan yang hanya dilabelkan kesempurnaan 

Bulgasal E 15 & 16 ?
Dan Hwal ke Min Sang Un BIS 15
00:22:48,340 -->  00:24:08,169
I can't let you go. I can't. I can't do that. For all my life I only thought about you. You saved me from the villagers when I was a kid. I was sorry that you died for me, so I only thought about you.And because I hated you for killing my family and taking my soul, I thought about you and looked for you for 600 years.
Now that I know the truth, I have no one to get revenge on or resent. And I have no reason to protect or kill anyone. I could have moved on with my life. But I lived with only thoughts of you. So I can't let you go. I can't let you die with Ok Eul-tae.
You told me that you didn't want me to die because it would feel like losing half of yourself. But it's different for me. It's not just half, but all of me that will feel lost. Because my whole life was about finding you.
00:22:48,340 -->  00:24:08,169
Aku tak akan melepasmu. Aku tak bisa begitu. Aku tak bisa melakukannya. Selama hidupku, aku hanya memikirkanmu. Saat kau menyelamatkanku dari para warga desa, aku terus memikirkanmu karena bersalah kau harus mati karenaku.
Setelah itu, karena membencimu yang membunuh keluargaku dan mengambil jiwaku, aku selalu memikirkan dan mencarimu selama 600 tahun.
Setelah kini, mengetahui kebenarannya, dendam atau kebencianku tak lagi punya tujuan. Aku juga tak punya alasan untuk melindungi atau membunuh siapa pun. Kita bisa jalani hidup masing-masing. Namun, aku hanya memikirkanmu selama ini. Jadi, aku tak bisa melepaskanmu. Aku tak bisa biarkan kau mati dengannya.
Katamu setengah dirimu sepertinya akan hilang, jika aku mati dan hilang, 'kan? Namun, aku tak begitu. Jika kau mati, aku akan kehilangan diriku seutuhnya, bukan hanya setengahnya. Seluruh hidupku kuhabiskan untuk mencarimu selama ini.
Apa yang anda fikirkan dengan kutipan quotes di atas ? Rayuan gombal ? romantisme picisan ? No, tidak sedangkal itu maksud kami .
Triade universalisasi diri : kama < sneha < metta. Universalitas adalah langkah pertama & utama spiritualitas.
Tuhan menciptakan segalanya dalam, dengan dan untuk cinta . Tanpa Tuhan, tiada segalanya. Dalam Tuhan, ada segalanya.  
Hanya manusia yang memahami kemanusiannya (drakor : Gumiho ) ... trick keharuan menghidupkan kepekaan empati logika hati untuk merengkuh keseluruhan.
  
BIS E16 (berdasar  subtitle)
00:46:08,432 -->   00:52:08,959 = HEART-BREAKING DIALOGUE 
OUT =  Ok Ul Tae 
He's coming… Now that he has consumed blood, there's no turning back.
Makhluk itu datang… Ia tak bisa kembali seperti sebelumnya karena sudah meminum darah.
MSU = Min Sang Un 
Hwal. No! No! You can't! You can't! Why? Why did you do this? What can I do to save you? Take my soul right now. Please?
Hwal. Jangan! Jangan! Kau jangan begini. Tidak boleh begini. Kenapa? Sebenarnya kenapa kau melakukan ini? Apa yang bisa aku lakukan untuk menyelamatkanmu? Lekas tukar jiwamu denganku sekarang. Ya?
DH = Dan Hwal 
It's too late.
Sudah terlambat.
MSU =
Why? We agreed to live together. So how could you do this?
Kenapa? Kita berjanji akan hidup bersama. Kenapa kau malah begini?
DH =
I had no choice. if I wanted to put an end to everything.
Aku tidak punya pilihan jika ingin mengakhiri semuanya.
MSU =
I said I forgave you for what you did 1,000 years ago.
Aku sudah memaafkan perbuatanmu seribu tahun lalu.
DH =
But I can't forgive myself. It's unbearable for me. I can't go back to being human anymore. As long as I'm alive…the curse will continue.
Namun, aku tak bisa memaafkan diriku. Aku tidak bisa menahannya. Kini, aku sudah tak bisa kembali menjadi manusia. Selama aku masih hidup… kutukan itu akan terus berlanjut.
MSU =
What do you mean?
Apa maksudmu?
DH =
Do-yun will be born blind over and over again. And Si-ho will never be able to give birth.
Do-yun akan terus terlahir buta, dan anak yang dikandung Si-ho tak akan pernah bisa terlahir.
MSU =
That can't be true.
Mustahil.
DH =
I'm sorry… for everything I did 1,000 years ago. I thought you had left me, so I was angry. I did everything I could to keep you by my side. But that only made you hate me. And I killed those you cherished. I shouldn't have looked for you. I shouldn't have met you again. But it still pains me… to leave you behind. But after I die, you, Si-ho, Do-yun… Detective Kwon, and Hye-seok will all be okay. Once I'm gone everyone… will be okay in their next lives. I've made you suffer for all these years. I've made you suffer for all these years.
Maafkan aku… untuk semua yang terjadi seribu tahun lalu. Aku marah karena berpikir kau meninggalkan aku. Saat berusaha agar tidak kehilanganmu, aku malah membuatmu membenciku, dan melukai orang-orang yang kau sayangi. Seharusnya aku tidak mencarimu. Seharusnya aku tidak bertemu denganmu lagi. Namun, mati dengan meninggalkanmu… tetap menyiksa bagiku. Meski begitu, jika aku mati, kau, Si-ho, Do-yun… Pak Kwon, dan Hye-seok akan baik-baik saja ke depannya. Setelah aku tiada di kehidupan selanjutnya kalian akan baik-baik saja. Aku sudah membuatmu sangat tersiksa untuk waktu yang sangat lama. Maafkan aku.
MSU =
Don't be. Come find me again. No. I'll look for you next time. 
Tidak. Carilah aku sekali lagi. Tidak. Aku yang akan mencarimu di kehidupan selanjutnya.
DH =
Bulgasal can't reincarnate.
Bulgasal tak punya kehidupan selanjutnya.
MSU =
I don't care! Reincarnate somehow! (Ask the king of the underworld to give you another life! ) You looked for me all these years. So next time, I will find you. So… you have to remember me.
Tidak boleh! Kau harus terlahir lagi! Lahirlah lagi bagaimanapun caranya! Kau selalu mencariku selama ini. Jadi, lain kali, biarkan aku yang mencarimu. Karena itu… ingatlah aku.

BAHASAN =  mitos korea 
Konsep absurd namun menarik ?
Konsep jiwa ? jivitindriya (daya hidup) abhidhamma > jivatman (arus kesadaran karmik individual)
Seperti film Along with the Gods (paska 1 & 2 masih nunggu trilogi ) ... Yeomra ?

Good Quote =
E. 2 – 25 : 07 = Jadilah manusiawi
Pengharapan Dan Geuk kepada Dan Hwal 
E 12 – 11:47 = bersifat dasar  baik
Pengakuan Min Sang Un atas Dan Hwal 
E 16  - 59: 59 = membawa kebaikan
Pengorbanan Dan Hwal  demi lainnya 

KUTUKAN BULGASAL ? (WACH SIDDHI ~ SABDO DADI ?)
Bulgasal.Immortal.Souls.E16.snapshot_00.28.22.39
Bulgasal.Immortal.Souls.E15_snapshot_00.15.58.666
Bulgasal.Immortal.Souls.E15.snapshot_00.42.52.050

Pada episode terakhir akhirnya terjawab juga puzzle kutukan ini .... di luar dugaan kami semula (genius sekali script writer ini membangun surprised mozaic secara bertahap di setiap scene episode).   Dan Hwal menyadari kesalahan kutukannya dan sebagai pribadi autentik memang sudah seharusnya bertanggung jawab untuk segera mengakhirinya walau harus mengorbankan dirinya sendiri demi kebaikan lainnya pada saat mendatang. 

 
SETELAH AKU TIADA 
MAKA DALAM KEHIDUPAN SELANJUTNYA
SEMUA AKAN BAIK-BAIK SAJA KE DEPANNYA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar